CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

19 November 2007

Sejarah Rumah Sakit Katolik Charitas Palembang


Rumah Sakit Katolik Roma Charitas di Talang Djawa , Palembang 1935 ( kitlv)
Seperti halnya di setiap wilayah misi, usaha kesehatan menjadi perhatian demikian pula di wilayah misi Sumatera Bagian Selatan, usaha kesehatan merupakan salah satu usaha membantu masyarakat. Sehubungan dengan ini maka pimpinan Pastor hati Kudus Yesus yang sejak tahun 1926 bertugas di wilayah Sumatera Bagian Selatan mohon bantuan kepada pimpinan Konggregasi Suster Charitas di Roosendaal di Negeri Belanda untuk membantu dalam lingkungan misi di daerah ini. Permohonan tersebut mendapat tanggapan baik sehingga dalam waktu singkat mereka siap mengirim para Susternya ke daerah misi Sumatera bagian Selatan.

  Suter Rumah Sakit Katolik Roma Charitas di Talang Djawa di Palembang 1929 ( kitlv)
Tepat pada tanggal 9 Juli, lima orang Suster dari Konggregasi Charitas Roosendaal tiba di Palembang, mereka adalah ;
1. Suster Raymunda Hermans,
Suster  pendiri R.S Charitas Sumber : RS Charitas
2. Suster Willhelmina Blesgraaf,
3.Suster Caecilia Luyten,
4. Sr Alacoque van der Linden,
5. Suster Chatarina Koning.

Maka dengan semangat cita cita pendiri Konggregasi Suster Suster Santo Fransiskus Charitas “yakni dalam kegembiraan, kesederhanaan dan terutama dalam cinta kasih menolong orang lain, seraya berdoa dan mengorbankan diri menampakkan kegembiraan hidup diantara orang sakit dan yang kekurangan” ke lima suster tersebut memulai karyanya di Indonesia tepatnya di wilayah misi kota Palembang beralamat di Jalan jendral Sudirman di samping Gereja St. Yosep (frateran Bunda hati Kudus) saat ini.

Pastor dan Suter Gereja St. Yosef Sumber : RS Charitas

Sejak tahun 1926 hingga tahun 1938 RS RK Charitas menempati jl. Jendral Sudirman/frateran sekarang. Rumah sakit ini sangat sederhana menampung 14 - 16 orang penderita yang saat itu kebanyakan masyarakat yang belum mengerti tentang rawat inap di rumah sakit, sehingga jumlah tempat tidur yang hanya sedikit masih sering kosong. Untuk memperluas pelayanan mereka mengadakan kunjungan rumah. Jadi setiap hari dua orang suster keluar masuk lorong keliling kota Palembang.  Wilayah Palembang secara geografi adalah kota air, banyak rawa-rawa sehingga  masa itu banyak lorong yang masih di hubungkan hanya dengan sebatang bamboo saja, walau begitu para suster  tetap menjalankan tugas dengan tekun dan penuh semangat demi kepentingan masyarakat dan gereja.
Lokasi RS Charitas Sumber : RS Charitas

Karya para Suster Charitas di Palembang semakin berkembang serta ada penambahan sepuluh orang Suster lagi dari Konggregasi Charitas di Roosendaal Belanda, maka di rasakan perlu di bangun rumah sakit baru. Oleh pimpinan suster Charitas di pilihlah sebidang tanah yang letaknya di ketinggian saat itu jauh dari keramaian kota dan cukup strategis, tempat ini memang merupakan gunung kecil berada di sudut kota Palembang, merupakan lokasi rumah sakit sekarang ini. Tahun 1937 mulai peletakan batu pertama, kemudian tanggal 18 januari 1938 peresmian pembukaan rumah sakit oleh Mgr. Meckelhot SCJ dengan nama rumah sakit RK Charitas. Sedangkan bangunan lama yang posisinya berseberangan dengan rumah sakit diserahkan kepada Fratere dari O.V.L. van Utrecht.

Sumber : RS Charitas
 Rumah sakit yang didirikan para Suster Charitas ini merupakan rumah sakit yang pertama ada di Palembang, mempunyai 59 tempat tidur, disamping itu pelayanan kunjungan rumah, persalinan di rumah tetap dilaksanakan oleh suster suster rumah sakit yang berkendaraan sepeda.Selama penjajahan jepang rumah sakit diambil dan dijadikan markas tentara Jepang, para suster dan pastor di internir/ditawan di berbagai tempat. Pada waktu kemerdekaan rumah sakit Charitas di kembalikan kepada Konggregasi Suster Charitas dan terus di benahi sampai menjadi rumah sakit seperti saat ini.

Sumber tulisan : RSK Charitas.
Sumber Foto Lama : kitlv & RSK Charitas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...