CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

28 Desember 2009

Sungai Gasing - Banyuasin

Sungai Gasing, Banyuasin
Gasing, kalau didengar sekilas mungkin orang-orang mengira adalah permainan tradisional , tapi kali ini saya akan membicarakan sebuah desa yang terletak di Kabupaten Banyuasin, Kecamatan Talang Kelapa, dengan jumlah penduduk ±5011 jiwa (2007). “GASING” nama desanya, sebuah desa yang 30 tahun lalu hanya bisa ditempuh dengan jalur air dari kelurahan Kenten Laut yang menghubungkan ke desa Gasing lewat sebuah anak sungai yang bermuara ke sungai Gasing.

Letak geografisnya, sebelah utara berbatasan dengan desa Tanjung Lago, sebelah selatan berbatasan dengan kota Palembang, sebelah timur berbatasan dengan Kelurahan kenten Laut, dan sebelah barat berbatasan dengan Sukajadi. Dengan luas ±27 KM, Berada pada dataran rendah dan 80% rawa-rawa pasang surut serta dilintasi sungai Gasing dan dua anak sungai lainya.

Perumahaan dan Kapal di sungai Gasing- Banyuasin
Sekarang, desa Gasing bisa ditempuh dengan waktu ± 1,5jam dari Palembang menggunakan kendaraan pribadi, maupun angkutan perintis DAMRI tujuan Tanjung Api-Api, karena jalanya yang tidak terlalu mulus, banyak kerusakan-kerusakan yang terjadi diakibatkan kendaraan yang bertonase berat.

dengan pola pemukiman penduduk yang mengikuti alur sungai. Dengan rumah-rumah panggung yang tradisional disertai unsur-unsur modern menjadikan Gasing enak dipandang. Tidak salah kalau remaja-remaja Gasing menyebutnya sebuah kota mini “Gasing City“ walaupun sebutan itu agak berlebihan, namun itu merupakan wujud dari kecintaan dan kebanggaan mereka terhadap tanah kelahiranya.

Aliran Sungai yang menjadi background menambah keunikan desa Gasing, ditambah jembatan yang menghubungkan ke pelabuhan Tanjung Api-Api, jembatan yang dahulunya setiap sore ramai dijadikan tempat refresing bagi penduduk sekitar maupun luar daerah yang ingin menikmati hembusan angin dan aroma sungai Gasing, tapi sekarang kenyataanya hanya diramaikan oleh kendaraan-kendaraan yang membawa hasil tambang Batubara yang terkadang membuat goyang rumah-rumah disekitar jembatan. 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...