CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

21 April 2012

Sejarah Yayasan IBA

Gedung serba guna IBA tempo dulu sumber : iba.ac.id
Gedung Serba guna IBA saat kini sumber : Facebook IBA
Kesempatan memperoleh pendidikan, sebelum revolusi dan pada awal kemerdekaan, sangatlah terbatas. Banyak anak-anak yang tidak dapat sekolah. Keprihatinan ini membangkitkan kehendak almarhum Bapak Bajumi Wahab, yang didukung isterinya almarhum Ibu Sajidah, untuk menyelenggarakan pendidikan bagi masyarakat. Sehingga ada generasi penerus yang mampu menciptakan dan membangun dunia usaha.

Foto Gedung Yang saat ini di pakai sebagai gedung Olahraga dan ruangan anak-anak TK.

Salah satu peragaan tari oleh anak-anak SMA IBA saat ada acara seni budaya sumber : Facebook IBA
Pendiri Yayasan

Foto Gedung IBA tempo dulu sumber : Facebook IBA
Maka kemudian, Bapak Bajumi Wahab, sebagai donator tunggal, dibantu kerabat beliau almarhum dr. M. Isa, almarhum Nasaruddin Nuch dan almarhum Dentjik Wahab, mendirikan yayasan pendidikan yang diberi nama Yayasan IBA, yang merupakan kesatuan dari nama Ida dan Bajumi. Secara legal, Yayasan IBA disahkan pada tanggal 01 September 1959 dihadapan Notaris Tan Thong Kie, tercatat dalam akte no. 48 dan tambahannya no. 61 tanggal 29 Juli 1960. Serta dimuat dalam lebaran Negara no. 60 tahun 1960.


Foto Gedung IBA saat kini sumber : Facebook IBA
Perguruan IBA
Selesai proses legal tersebut, dimulailah pembangunan gedung, yang dirancang oleh arsitek lulusan Amerika, Oen Poo Haw.  Gedung tersebut diresmikan pemakaiannya oleh Ibu Sajidah pada tanggal 06 Nopember 1960. Pada awal operasinya, gedung ini menampung siswa-siswi Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas dan Sekolah Menengah Kejuruan.



  

Universitas IBA
Pertengahan tahun 1980-an, walaupun pemerintah telah mendirikan tambahan 32 Perguruan Tinggi Negeri, universitas dan Institut, masih banyak siswa yang tidak tertampung di perguruan tinggi.  Hal ini dialami calon mahasiswa di luar pulau Jawa, termasuk diantaranya wilayah Sumatera Selatan. Sehingga pada tanggal 1 November 1986, Yayasan IBA mendirikan Universitas IBA.

Arti logo Universitas IBA
Lambang UNIVERSITAS IBA berpaut pada logo “YAYASAN IBA” yang mengandung makna sebagai berikut :

Bentuk dasar logo berupa segitiga sama sisi, melambangkan keseimbangan yang harmonis antara dimensi Ilmu Pengetahuan, Teknologi dan Moral, sebagai cerminan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Tulisan “IBA” yang terdapat dalam segitiga sama sisi dibangun melalui tarikan garis-garis yang pasti (terukur), menyiratkan arti bahwa pendidikan merupakan aktivitas yang jelas, tepat dan terarah dalam konteks:

- Ibu Bapak Anak : Merupakan Nukleus Sosial Masyarakat
- Iman Berilmu Amal – Bakti : Sebagai Nuansa Pendidikan
- Ilmu Budaya Akhlak : Wujud Citra Kualifikasi Alumnni
- IBA : Ungkapan Rasa dan Kasih Sayang
- IBA : Akronim dari Ida dan Bajumi, Pendukung dan Pendiri YAYASAN IBA

Dalam penataan tulisan “IBA” terdapat 5 (lima) buah segitiga sama sisi, sebagai pernyataan bahwa gerak aktivitas YAYASAN IBA,  senantiasa mengandung nilai-nilai Pancasila.

Sebagai satu kesatuan, logo YAYASAN IBA secara struktural dibentuk dengan komposisi yang terkait antara satu sama lain sebagai lambang fundamental untuk membangun dan mendisplinir kepandaian, ketrampilan pengenalan akan kemampuan dan batas-batas kemampuan diri serta kehormatan diri sesuai dengan kodratnya. 

Sumber tulisan dan Foto lawas : http://www.iba.ac.id 

Palembang, Sekip , 0412, Dodi NP

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...