CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

07 January 2010

Kambang Iwak Kecik Palembang

Kambang iwak kecik yang semakin cantik
PALEMBANG,Buanasumsel.com – Guna untuk meningkatkan kolam retensi  dan sebagai tempat rekreasi warga Kota empek-empek ini, sebanyak 10 ribu bibit jenis  ikan nila dimasukan kedalam kolam retensi kambang iwak kecik.

Penaburan benih sendiri langsung dilakukan Mentri Lingkungan Hidup RI Gusti Muhammad Hatta didampingi Walikota Palembang H Eddy Santana Putra  serta jajaran Pemerintah Kota (pemkot) Palembang. 

Kepala Dinas Pertanian, Perternakan Kelautan dan Perikanan Kota Palembang Soedirman Teguh mengatakan, bibit ikan yang akan dimasukan kedalam kolam retensi sendiri, haruslah ikan yang telah berumur diatas dua bulan, agar ikan mudah beradaptasi.

“Untuk pengisian ikan tawar seperti nila, lele, dan patin  Ph air perlu diperhatikan juga untuk  kelangsung ikan tersebut di kolam retensinya,’jelasnya. 

Nah,kedepan secara bertahap kolam retensi yang ada akan di Kota Palembang mulai akan dipenuhi jenis –jenis ikan tawar, Kolam retensi yang mulai menjadi pusat perhatian untuk pembibitan ikan tawar ini, kata Soedirman akan dilakukan di tiga kolam retensi yakni kolam retensi RS Siti Khadijah,  kolam retensi  IBA, dan  kolam retensi Seduduk Putih.

“Kalau ikannya sudah mulai kita lakukan pembibitan di kolam-kolam tersebut,  warga kita larang untuk mancing disana,’jelasnya.


Untuk mengantisipasi  populasi ikan ini, pada saatnya  nanti, jelasnya lagi, akan dilakukan sistem penangaran ( pemindahan ikan ke Kolam lain).”kalau ikannya telah penuh, otomatis ikan itu nantinya akan kita pindahkan ke kolam retensi yang baru,’tukasnya.

Sementara itu Kepala Bidang  Dinas Penerangan Lampu Jalan Komarudin, menjelaskan kawasan kambang iwak Kecik akan menjadi pusat penghijuan setalah kamabang iwak besar. 

“Setiap tamu negara, ataupun pemerintah pusat yang akan menanam pohon  sebagai wujud bentuk untuk menciptakan penghijauan di Kota palembang akan kita arahkan di kolam retensi kambang iwak kecik,’jelasnya. 

Untuk mempercantik kolam retensi yang tidak jauh terletak dikawasan kambang iwak besak ini, jelasnya pohon yang mulai dilakukan penamamn tersebut juga untuk mengantikan berbagai jenis  pohon  tua yang ada disekitaran lokasi tersebut.

“Semua pohon yang ditanam nanti pohon trembesi, nanti pohon inilah yang akan mengantikan pohon-pohon yang tuaa dsekitaran kambang iwak kecik,’jelasnya.seraya menambahkan untuk menambah keasrian dan keindahan kawasan tersebut,  berbagai jenis lampu hiaspun akan ditambahkan.”Masih kita usulkan untuk penambahan berbagai jenis lampu hias untuk mempercantiknya,’tukasnya. (Mel)

Sumber tulisan : http://buanasumsel.com/

05 January 2010

Bentengweg ( Jalan Palembang Darussalam )

Bentengweg / Jalan Palembang Darusallam di Palembang tahun 1900 sumber kitliv.nl

Bentengweg / Jalan Palembang Darusallam di Palembang tahun 1900 sumber kitliv.nl

Update Jalan Palembang Darusalam tahun 2009 (depan BKB)

04 January 2010

Taman Kolam Retensi Simpang Polda Palembang Update

Kolam retensi simpang polda

Sudah mendekati tahap akhir dari pembangunan kolam retensi di simpang polda ini, sore hari sudah banyak yang memanfaatkanya untuk bersantai tetapi untuk parkir di sini harus hati-hati karena belum ada tempat parkir untuk ke tempat wisata ini.
 ------------------------------------
PALEMBANG,Buanasumsel.com – Untuk membangun sebuah kolam retensi saja, Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang setidaknya membutuhkan dana mulai dari Rp 1 – 3 miliar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas PU Kota Palembang, Kira Tarigan Rabu (09/03/11). Menurutnya, idealnya di Kota Palembang terdapat 50 kolam retensi. “Sementara saat ini baru terdapat 21 kolam retensi. Berarti dibutuhkan 29 kolam retensi lagi ,” kata dia.

Untuk itu sambung dia, di 2011 ini Pemkot berencana membangun 10 kolam retensi di tempat yang berbeda-beda. Seperti di lokasi golf, Talang Aman, Balai Sungai Seduduk Putih, Kedamaian, Bandara Soekarno Hatta, Jalan Alamsyah, dan beberapa lokasi lagi, ungkanya.

Memang disatu sisi dibutuhkan dana yang cukup besar untuk sekedar membangun kolam retensi, tetapi sanggah Kira, kolam retensi tidak hanya berfungsi selaku upaya mengantisipasi genangan air terlebih pada saat musim hujan, agar tidak berakibat terjadinya banjir. Tetapi juga mempercantik kota sebagai tambahan objek wisata.

Tak jarang warga memanfaatkan keberadaannya untuk mendapatkan kesenangan atau hanya sekadar bersantai ria, terutama di pagi hari dan sore.

Di Kota Palembang sendiri terdapat banyak kolam retensi yang berfungsi aktif sebagai penampungan air. Namun yang layak dikunjungi dalam rangka rekreasi hanya beberapa saja. Di antaranya seperti Kambang Iwak, Taman Kolam Retensi Simpang Polda, kolam retensi danau OPI, dan Kolam Retensi yang terletak di kawasan Jalan Swadaya Lorong Perikanan IV, Talang Aman Palembang.

Baru ke-4 tempat tersebut yang menawarkan suasana nyaman dan indah dipandang. Karena memang, faktanya masyarakat cenderung memilih kolam yang menawarkan kesejukan, punya tempat bersantai, tertata rapi, banyak penjual makanan dan terang jika di malam hari serta bebas dari sampah, kata Kira.

Kondisi seperti ini menunjukkan bahwa beberapa kolam retensi mempunyai fungsi ganda. Selain menaggulangi banjir, juga bisa dijadikan tempat rekreasi dan itu baru dimiliki sebagian kecil retensi yang ada. Keindahan taman yang ada dikawasan kolam tersebut memberikan kepuasan tersendiri bagi warga yang datang berekreasi.

“Misalnya koma retensi simpang Polda, selain menikmati udara segar, juga menatap keindahan yang terpancar bersama penataan bunga-bunga di sekitarnya. Letaknya yang strategis memudahkan warga yang datang mengendarai mobil ataupun sepeda motor,” katanya (Mel)

 Sumber Tulisan : buanasumsel.com/