CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

03 June 2012

Penunjuk Jalan di Kota Palembang

Penunjuk jalan yang ada di kawasan kambang iwak dan kambang iwak kecil

Penunjuk jalan yang ada di kota kota Palembang saat ini cukup unik dengan bagian atasnya, tertulis beberapa tempat umum yang bisa dituju sebagai penunjuk arahnya pada plat aluminium yang sudah dituliskan beberapa tempat yang ada di kota ini. Uniknya pada bagian tiang bawahnya berukiran songket dengan  warna emas, sehingga terlihat unik dan khas Palembang. Diharapkan, penunjuk arah yang baru tersebut bisa membantu masyarakat yang baru tiba di Palembang ataupun wisatawan agar tidak tersesat.

Petujuk jalan di kawasan Museum SMBII
Saat pidato kenegaraan tahun 1935
Foto : Kitlv.nl
Penunjuk jalan seperti ini sudah tersebar di beberapa tempat di kota ini dari kawasan simpang empat Jakabaring, Jalan Merdeka, dan kawasan Benteng Kuto Besak, simpang empat Internasional plaza, kambang iwak besak dan kambang iwak kecil dan beberapa tempat lainnya. Memang belum seluruh tempat menggunakan penunjuk jalan seperti ini, kedepan mungkin pemerintah kota ini akan mempercantik kota ini dengan penunjuk jalan seperti ini.

Jika di perhatikan bentuk nya hampir mirip seperti yang ada pada zaman penjajahan belanda seperti gambar di samping ini  "pidato kenegaraan atasperayaraan ulang tahun Ratu Wihelmina di Palembang tahun 1933" di sisi kiri ada petunjuk jalan yang mirip seperti yang ada di Palembang saat ini, memang petunjuk jalan seperti yang di gunakan oleh Palembang saat ini sama seperti yang di gunakan di negara-negara eropa. Memang sebagai salah satu kota tujuan wisata sepatutnya rambu seperti ini di pasang di setiap tempat, biar mendukung pendatang atau wisatawan untuk mengunjungi kota ini.

Palembang, Kambang Iwak, 0612, Dodi NP

02 June 2012

Melirik kampung "kemplang bakar" di Palembang

Melirik kampung
Pemanggang kemplang di "Kampung Kemplang" daerah Piparejo Kemuning Palembang, Minggu (27/5). Di kampung ini ditemui para pemanggang kemplang dan penikmat makanan sejenis kerupuk ini. (foto antarasumsel.com/feny selly)
 ....Kampung Kemplang yang berada di Kecamatan Kemuning Kota Palembang itu lokasinya tidak jauh dari pusat kota setempat....

Palembang  (ANTARA Sumsel) - Kemplang merupakan makanan ringan yang tentu saja dikenal masyarakat luas, untuk mengetahui seperti apa makanan khas itu secara khusus ada kampung "kemplang bakar" itu di Palembang yang menjajakan sepanjang jalan.
Orang sering menyebutnya kampung kemplang bakar, karena di sepanjang jalan di lokasi itu terdapat pondok-pondok yang menjual makanan ini. Para pedagang ini menjual kemplang sambil memanggangnya dan mengemas di tempat sehingga siap untuk dijual ke masyarakat yang melintas di kawasan itu.
Kemplang yang sudah dibakar itu langsung dikemas dalam plastik dan dijual di tempat sehingga tentu saja rasanya masih sangat garing.
Para pedagang itu memanggang kemplang bakar itu sambil menjajakan karena memang lokasinya berada di pinggir jalan raya.
Namun, pemandangan ini hanya dapat dilihat di kampung Kemplang yang berada di Kecamatan Kemuning Kota Palembang dan lokasinya juga tidak terlalu jauh dari pusat kota setempat.

Para pedagang kemplang bakar ini adalah para ibu rumah tangga yang tinggal di kawasan tersebut.

Ibu-ibu yang memanggang kemplang bakar ini tampak dengan lincahnya menggerakkan tangan sehingga dengan mudahnya memanggang kemplang itu.
"Saya hanya sebagai tenaga upahan untuk memanggang kemplang bakar ini," kata salah seorang pekerja, Hernawati di Palembang, Senin.
Pekerjaan itu sudah ditekuninya sejak tiga tahun lalu sampai sekarang demi untuk membantu keuangan keluarga.
Pendapatan yang diperoleh untuk membantu kehidupan keluarga dan lumayan bisa membeli kebutuhan hidup sehari-hari seperti sayur, beras dan lainnya.
Pendapatan yang diperoleh dari memanggang kemplang ini dalam sehari bisa sampai Rp30.000, tergantung dengan banyak atau tidaknya kemplang yang dipanggang.
Sementara pengusaha kemplang bakar, Riani menuturkan, kalau usaha itu sudah sejak tiga tahun lalu ditekuninya, walaupun pendapatannya tidak besar, tetapi bisa membantu keuangan keluarga.
Kemplang mentah itu ia beli dari Ogan Ilir dengan harga Rp200 per buah dan pada awalnya ia hanya mampu membeli sebanyak 500 buah dalam sehari.
"Saya belum mempunyai modal yang besar untuk membeli dalam jumlah banyak," katanya.
Kalau sekarang ini kemplang yang dibelinya sekitar 1.000 buah sampai 2.000 buah.
Pembeli datang sendiri
Para pembeli ini datang langsung ke lokasi untuk membeli kemplang bakar tersebut dan rata-rata mereka menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat.
Mereka yang membeli itu berasal dari Palembang sendiri maupun dari luar kota sebagai oleh-oleh atau buah tangan.
Masyarakat yang membeli kemplang bakar ini ada yang untuk dijual kembali dan ada pula buat konsumsi sendiri dan buah tangan.
Kemplang yang terjual dalam sehari itu tergantung dengan kondisi, seperti pada musim masuk sekolah mereka yang berbelanja sedikit, karena mungkin terfokus untuk membeli keperluan sekolah.
Pendapatan yang diperoleh itu sekitar Rp300.000 per hari tetapi kotor, sedangkan kalau dalam kondisi ramai seperti mendekati lebaran bisa sampai Rp500.000 sampai Rp600.000 per hari.
Untung yang diperoleh tidaklah besar, tetapi lumayan bisa membantu kehidupan keluarga sehari-hari, tuturnya sambil terus ikut memanggang kemplang bakar.
Harga kemplang yang dijualnya itu tergantung dengan jumlahnya, kalau kantong kecil isi 11 buah dijual Rp5.000, kemudian agak besar (isi 22 buah) Rp10.000 per kantong dan seterusnya.
Pakai bedak
Para ibu-ibu yang memanggang kemplang bakar ini tampak wajahnya memakai bedak terbuat dari tepung beras dicampur kunyit guna melindungi wajah mereka dari bara kayu arang.

"Bedak ini kami pakai untuk menghindari wajah dari panasnya kayu arang," kata Herawati.

Menurut dia, bedak itu terbuat dari tepung beras dan dicampur kunyit sehingga berwarna kuning yang dipakai ketika hendak memanggang kemplang bakar.

Bedak ini dipakai guna melindungi wajah dari sengatan kayu arang yang panas, karena waktu memanggang kemplang cukup lama.

Kerja memanggang kemplang ini mulai dari pukul 09.00 WIB sampai 16.00 WIB, ujarnya.

Riani berharap, kalau mereka dalam menjalankan usahanya dibantu pemerintah dalam hal permodalan sehingga bisa mengembangkan usaha kecilnya tersebut.

Ia mengaku, selama ini mereka menggunakan modal seadanya untuk menjalankan usaha kecilnya itu, karena dananya terbatas.
Selain itu, ia juga berharap bisa menjalankan usahanya ini terus sehingga bisa menambah pendapatan bagi keluarganya.

Ia mengaku selama ini belum ada bantuan dari pemerintah dalam mengembangkan usahanya tersebut.

"Belum ada yang membantu, saya memakai modal yang ada saja," ujarnya sambil memanggang kemplang bakar dibantu dua orang pekerjanya. (SUS)

Editor: Indra Gultom
COPYRIGHT © ANTARA 2012

Palembang e- KTP

e-KTP yang sudah di bagikan di kecamatan Alang-Alang Lebar pada 29 Mei 2012 

PALEMBANG--MICOM: Kartu Tanda Penduduk elektronik siap dibagikan kepada warga Kota Palembang, tetapi baru 10 ribu lembar dari915.417 wajib KTP.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota setempat, Farhan AS di Palembang, Jumat (13/4), mengatakan penyerahan e-KTP secara simbolis langsung dilakukan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi kepada perwakilan warga dari 16 kecamatan di daerah itu, Senin (16/4).

"Setelah diserahkan secara simbolis, pembagian e-KTP akan dilaksanakan di kecamatan disesuaikan dengan kedatangan kartu tersebut dari Jakarta," kata dia.

Menurut dia, petugas akan menyusun e-KTP tersebut sesuai dengan abjad  nama guna memudahkan pembagian kartu. "Pendistribusian kartu akan segera ketika identitas tersebut diterima Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil," tambah dia.

Ia mengatakan, sampai 5 April dari total wajib KTP yang telah merekam data, terdapat sebanyak  2.725 kartu ganda yang secepatnya akan diidentifikasi ulang.

"Masih ditemukannya, kartu ganda tersebut tentunya menjadi pekerjaan yang harus segera dilakukan dengan merekam data ulang," kata dia.

Dia menjelaskan, prinsipnya pemkot tetap akan mengakomodasi warga untuk membuat e-KTP sesuai dengan ketentuan pemerintah pusat.

Sampai kini bisa dipastikan KTP lama akan berlaku sampai 31 Desember 2012, sehingga mereka yang belum melakukan perekaman data E-KTP ketika dibuka kembali segeralah mendatangi kantor camat, katanya. (Ant/OL-2)

01 June 2012

Hidangan Samudra Palembang

Hidangan Samudra yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan Palembang
Rumah makan yang terletak di Jalan Perintis Kemerdekaan / di kawasan boom baru, merupakan rumah makan "bari" dengan mengusung nama hidangan samudra rumah makan yang sudah ada sejak era tahun awal 70-an ini masih terus bertahan sampai sekarang.

Kalau di ingat dengan kata hidangan dulu juga pernah di temui seperti di depan Ex bioskop mahkota (JM Plaza) atau di deretan ruko Hasan HS, yaitu "Hidangan Surya" yang lumayan enak walupun pada saat ini hidangan itu sudah tutup berganti dengan toko oleh-oleh dan perlengkapan lainnya.

Memang dulu rumah makan di Palembang mengusung nama hidangan bukan rumah makan yang seperti ada saat ini di karenakan memang pada saat makan di sana semua lauk pauk di letakan di atas meja sama juga seperti saat ini  yang di Palembang sendiri itu di sebut hidangan.

Dulu hidangan ini pernah menjadi "favorit kuliner" sebelum adanya serbuan rumah makan Padang lainnya, dengan kekuatan rasa dari masakan yang terus di pertahankan sampai sekarang. Menurut saya menu yang paling enak di sini adalah rendang, berbeda dengan rendang yang ada di rumah makan padang lainnya yang memiliki rasa "pedas" di sini justru memiliki rasa manis mirip sate Palembang "Wak din" dengan cita rasa manis yang terletak  di kawasan 7 ulu.

Palembang, Samudra, 0612, Dodi NP