CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

10 December 2015

Sejarah Maulid 40 Malam (ARBAIN) di Palembang


20 TAHUN LEWAT INILAH ORANG2 PERTAMA YG MENGADAKAN MAULID 40 MALAM DI INDONESIA: Penuh perjuangan,fitnah dan cacian,semangat dan Cinta Nabi SAW sejati yg mengharukan :


SEJARAH MAULID 40 MALAM
DIBALIK KISAH ASAL MULA MAULID 40 MALAM

يُرِيدُونَ لِيُطْفِئُوا نُورَ اللَّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَاللَّهُ مُتِمُّ نُورِهِ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ
“Mereka ingin memadamkan cahaya Allah SWT dengan mulut2 mereka,tapi Allah SWT menyempurnakan cahaya Nya walaupun Dia benci terhadap orang2 kafir”-As-Shof 8

Kisah ini kami uraikan karena sudah terlalu lama dipendam,dan sejarahnyapun banyak yang tidak tahu sehingga membuat beberapa orang jahil mengklaim Maulid 40 malam ini adalah usaha mereka.

Padahal mereka tidak mempunyai andil apapun bahkan dulu merekalah yg paling kuat menghalang-halangi perjuangan dakwah Maulid 40 malam.Inilah sejarah yg sebenarnya:

Maulid 40 malam yg banyak diketahui diadakan dimana-mana sekarang ini.
Bermula pertama kali diadakan di Palembang sekitar tahun 1995 di kota Palembang Atas perintah Al-habib Umar bin Ahmad Syahab kepada murid beliau: Al-habib Muhammad Rafiq Al-Kaff. Lalu Al-Habib Muhammad Rafiq Al-Kaff membuat Maulid 40 malam pertama kali.

Awalnya tak sampai 40 rumah,itupun akhirnya diulang-ulang dirumah yang sama berkali2 karena banyaknya cobaan dan fitnah dikala itu,habib Rafiq sempat di hina sebagai “PENDEKAR LANGIT” dan “TUKANG SIHIR” dan banyak lagi fitnah yg diterima beliau.Rumah pertama kali yg mengadakan Maulid 40 adalah Rumah AL-HABIB SYEKHAN BIN SYEKH ABU BAKAR di kampung Muaro 10 ilir Palembang,Al-habib Muhammad Rafiq Al-Kaff bersama2 teman beliau: As-Sayyid Abdurrahman bin Ahmad Al-Kaff,As-Sayyid Muhammad Fahmi BSA,As-Sayyid Musthofa bin Abdullah Al-Kaff,As-Sayyid Abu Bakar Rafiq BSA,As-Sayyid Idrus bin Abdullah Al-Kaff,As-Sayyid Idrus Rafiq Syahab,As-Sayyid Ahmad Noval Syahab ,As-Sayid Abdullah Al-Kaff dan As-Sayyid Muhammad bin Alwi Syahab,dan sahabt2 lainnya Barulah memasuki tahun berikutnya Maulid 40 malam mendapatkan sambutan yang sangat baik dari penduduk kota Palembang dan berlangsung sampai sekarang.Ketika kami bertanya dg guru kami Al-habib Muhammad Rafiq Al-Kaff atas dasar apa sebenarnya Maulid 40 malam ini dibuat  Beliau menjawab dg singkat: “KARENA BUKTI CINTA KEPADA RASUL ALLAH SAW”.

Fakta ini banyak saksinya.Setelah Al-Habib Muhammad Rafiq Al-Kaff Hijrah ke Jakarta setelah wafat guru beliau; Al-Waliy Al-Habib Umar bin Ahmad Syahab di Mekkah didepan Ka’bah,beliaupun di Jakarta lalu membuat Acara Maulid 100 malam,pada waktu itu sekitar tahun 1997-1998 majlis maulid belum umum seperti sekarang,majlis yang berlaku di Jakarta pada waktu itu adalah Majlis Ratib Al-Athas dan Ratib Al-Haddad mengikuti dari anjuran Allah Yarham Al-‘Arif billah Al-Wali Al-Habib Umar bin Hud Al-Athas yg melazimkan Ratib Al-Athas dalam Majlis mingguan di Jakarta.Dan Majlis Taklim pemuda di Jakarta kala itu sangat langka,kebanyakan Majlis Taklim dipimpin oleh Habaib2 sepuh semuanya,karena pemuda belum banyak sadar pentingnya Majlis Taklim dikala itu.Lalu Habib Rafiq Al-Kaff membuat Maulid 100 malam keliling Jakarta tanpa MEMUNGUT BIAYA APAPUN dg Majlis beliau yg bernama AL-YUSRAIN.

MAULID 40 MALAM INILAH YG MENJADI CIKAL BAKAL BANGKITNYA KECINTAAN PARA PEMUDA ISLAM INDONESIA TERHADAP BAGINDA RASUL ALLAH SAW SEPERTI YG SEKARANG INI KITA LIHAT.
APA BETUL BEGITU? BETUL.
DAN SEKARANGPUN KARENA MEMANDANG PENTINGNYA DIBANGKITKAN KEMBALI KECINTAAN KEPADA BAGINDA NABI SAW DENGAN BELAJAR DAN MEMBUKA KITAB TARIKH SECARA INTENSIF.BELIAUPUN TURUN TANGAN LAGI DAN MEMBUAT MAULID 40 MALAM DI MALAYSIA.DENGAN DIPIMPIN OLEH MURID BELIAU AL-HABIB MUHAMMAD BIN ALWI SYAHAB.
DOAKAN SEMOGA USAHA BELIAU MENDAPATKAN PERTOLONGAN DARI ALLAH SWT
BERNIAT KARENA CINTA KEPADA YG DICINTAI ALLAH SWT,SEMOGA SEMUANYA MENDAPATKAN CINTA ALLAH SWT DAN RASUL NYA-AMIN.

01 December 2015

Masih Mencari Nafka Meskipun Sudah Tua

Hasil gambar untuk Masih Mencari Nafka Meskipun Sudah Tua
Zainuddin warga jalan Pom 9 Lorong Muhajirin 4 ini masih semangat mencari uang dengan jadi tukang foto keliling meskipun umurnya sudah menginjak umur 70 tahun.
Kakek 4 cucung tesebut mengaku tlah 14 tahun bekerja sebagai tukang foto keliling, dia mengaku sebelum jadi tukang foto keliling bekerja sebagai PNS di UNSRI, karena pensiunan yang diterima masih kurang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari sehingga dia milih untuk mencari tambahan penghasilan dengan jadi tukang foto keliling.
Zainuddin mengaku biasa mangkal di kawasan Monpera dan Benteng Kuto Besak, sejak banyak HP kamera saat ini orang yang minta difoto tlah mulai bekurang. Kalau dulu katika waktu masih menggunakan kamera film dalam sehari dapat sampai 20 orang yang minta foto tapi saat ini 10 orang saja susah, untuk sebuah foto langsung jadi dihargai sebesar 15 ribu rupiah.
Biasanya banyak orang yang minta foto ialah ketika hari minggu dan hari libur. Kebanyakan yang minta foto ialah pengunjung dari luar Kota Palembang kalau dari dalam Kota Palembang ini tlah jarang.

02 November 2015

Pindang Tulang Khas Palembang

Hasil gambar untuk pindang tulang khas palembang
Foto : cookpad.com
Resep pindang tulang iga enak khas Palembang. Apabila ingin menikmati ragam kuliner asli Sumatera Selatan, sebaiknya jangan terlewat pada aneka menu pindangnya. Di daerah ini sangat populer akan bermacam-macam masakan berkuah kaya rempah yang dikenal dengan sebutan pindang yang di setiap daerah memiliki karakternya tersendiri.

Pindang palembang, pindang tulang meranjat, musi rawas dan pegagan merupakan beberapa yang populer di antaranya. Tulang iga sapi merupakan variasi bahan yang biasa digunakan karena dapat menghasilkan kuah kaldu yang gurih serta serta sensasi menggerogoti daging yang masih menempel di sela-sela tulang.

Pindang iga berkuah gurih berkaldu serta bercita rasa asam pedas sangat segar untuk diseruput serta dihidangkan bersama nasi putih hangat. Rasa pedas bersumber dari penggunaan cabe rawit utuh sehingga bisa juga dinikmati oleh anak-anak dengan memilah cabenya, walaupun juga bisa diiris-iris tipis. Sedangkan untuk variasi lainnya, nanas juga dapat dipakai sebagai pilihan untuk rasa asam manis yang segar.
Persiapan Bahan dan Bumbu Pindang Tulang Iga
  • 1 kg tulang iga sapi direbus hingga cukup empuk
  • 3 lembar daun salam
  • 2 batang daun bawang dipotong-potong 2 cm
  • 2 batang serai digeprek atau memarkan
  • 3 cm lengkuas digeprek
  • 3 cm jahe digeprek
  • 1 buah tomat dipotong 6 bagian
  • 1 sdm kecap asin
  • 4 sdm kecap manis
  • 3 sdm air asam jawa atau potongan buah nanas secukupnya
  • 1 sdm garam
  • 1 sdm gula merah
  • 10 buah cabe rawit merah utuh
  • 2 sdm minyak sayur untuk menumis
  • 2 liter air untuk kuah (bisa dicampur dengan sisa rebusan tulang)
Bumbu yang ditumbuk kasar :
  • 1 sdt merica butiran
  • 4 butir bawang merah
  • 3 siung bawang putih
  • 4 buah cabe merah besar
  • 2 cm kunyit
Cara Membuat Pindang Tulang Palembang
  1. Tumis bumbu yang ditumbuk kasar beserta serai, daun salam, dan jahe hingga harum dan matang lalu sisihkan.
  2. Didihkan 2 liter air, masukkan tulang iga yang sudah direbus sebelumnya dan bumbu yang sudah ditumis tadi. Aduk-aduk dan masak hingga mendidih kembali.
  3. Masukkan kecap asin, kecap manis, air asam jawa, garam, gula merah, dan cabe rawit. Aduk rata dan selanjutnya masak hingga matang serta daging iga empuk, matikan api.
  4. Masukkan potongan daun bawang dan tomat, biarkan sebentar lalu siap untuk disajikan.
Tulang iga cukup mudah didapat, baik di pasar-pasar tradisional maupun di pasar modern. Apabila membeli di pasar tradisional, minta tulang iga yang bagus atau cukup banyak dagingnya dan sebaiknya datang pagi-pagi sekali karena masih banyak pilihan.

sumber resep : http://resepmasakankreatif.blogspot.co.id/

13 October 2015

Celimpungan Palembang


Gambar Celimpungan Palembang Asli 

Resep Celimpungan Palembang Sederhana Spesial Asli Enak. Makanan khas palembang ini memang belum banyak yang tahu apalagi kenal. Yuk kenalan dulu apa itu celimpungan. Celimpungan adalah makanan yang berasal dari Sumatera Selatan. Bahan dasar celimpungan adalah adonan sagu dan ikan seperti halnya empek-empek yang juga berasal dari Sumatera Selatan. Perbedaan di antara keduanya terletak pada bentuk dan kuahnya. Celimpungan berbentuk bulat dengan diameter 10 cm dan tipis (pipih). Kuahnya terbuat dari santan dan racikan bumbu-bumbu lainnya. Celimpungan dimakan bersama sambal gorengnya.


Satu lagi makanan khas berbahan ikan dan banyak digemari di Kota Palembang. Namanya Celimpungan, masih termasuk turunan pempek juga. Di momen-momen tertentu, terutama saat lebaran, masyarakat Palembang umumnya menjadikan celimpungan sebagai menu makanan alternatif. Sebab, meski banyak menu lainnya, namun ternyata celimpungan adalah salah satu makanan yang paling banyak dicari di palembang sumsel.



Pada dasarnya, pembuatan celimpungan sama seperti pembuatan pempek yakni, sama-sama menggunakan sagu dan daging ikan. Perbedaanya terletak pada bentuk adonan dan kuah yang dipakai.


Jika pempek identik bentuk yang beragam serta menggunakan kuah yang bernama cuka, sedangkan celimpungan menggunakan kuah yang terbuat dari santan dengan bentuk adonan yang bulat mirip bakso ikan.


Kuah celimpungan yang terbuat dari santan memiliki warna kekuningan, namun rasanya tidak pedas. Sehingga untuk pecinta kuliner yang ingin mencicipi celimpungan, sebaiknya menambahkan sambal goreng yang akan menambah sensasi kelezatannya.

SEJARAH ASAL USUL

Menurut sejarah asal usul atau asal mulanya, warna kuah yang berwarna kuning memiliki sebuah makna yang berarti meriah, ramai atau semarak. Jadi wajar, jika celimpungan adalah salah satu makanan yang memiliki simbol yang mengobarkan semangat sebelum kita beraktivitas.


Menurut sejumlah warga Palembang, dahulu masyarakat bereksperimen dengan menggunakan santan yang dicampur rempah-rempah, seperti kunyit, lengkuas, serai, dan sebagainya. Maka terbentuklah celimpungan. Nama celimpungan sendiri diambil dari kata "Cemplung".


Di mana saat memasukan adonan ke dalam kuah santan mendidih menimbulkan suara "plung", hingga akhirnya dinamakan celimpungan. Biasanya celimpungan disajikan sebagai menu sarapan, namun seiring waktu celimpungan menjadi makanan yang bisa dikonsumsi kapan saja.


Pada saat Hari Raya Idul Fitri, celimpungan menjadi salah satu menu favorit yang disajikan bersama dengan lontong sayur dan lauk pauknya.


Di Kota Palembang, tidak sulit untuk menemukan makanan ini, seperti saat Ramadan misalnya, celimpungan dapat anda dapatkan di pasar beduk ataupun di beberapa kedai yang menjual makanan khas Palembang.


Salah satu kedai yang dapat anda kunjungi adalah Kedai Laksan Kaito di Jalan Kapten Anwar Arsyad Palembang nomer 999, tepatnya di samping rumah dinas gubernur Sumsel, Griya Agung.

Harga semangkuk celimpungan relatif murah hanya Rp 10.000.

Sementara jika berbicara soal gizinya, celimpungan merupakan kuliner yang paling tinggi gizinya. Sebut saja karbohidrat yang terkandung dalam tepung sagu berfungsi sebagai sumber utama energi bagi manusia. Namun tidak hanya karbohidrat, kandungan protein yang dihasilkan dari daging ikan, mampu menjaga kekebalan tubuh dan perkembangan setiap sel dalam tubuh. Disamping itu, dengan mengonsumsi ikan, dapat membantu perkembangan motorik dan kecerdasaan otak.

KESIMPULAN 

ketika anda menyantap celimpungan, anda telah memperoleh banyak keuntungan.

Selain perut kenyang setelah menyantapnya, anda pun secara tak langsung telah melengkapi gizi terbaik untuk tubuh anda.

RESEP CELIMPUNGAN


BAHAN CELIMPUNGAN :

  • 1 resep adonan dasar pempek (Lihat artikel sebelumnya cari di kota search)
BAHAN KALDU IKAN :
  • 150 gram daging ikan gabus, rebus, haluskan
  • 250 ml santan kental
  • 500 ml santan cair
  • Garam secukupnya
  • 500 ml kaldu ikan / air
  • Bawang goreng
BUMBU HALUSKAN :
  • 7 siung bawang merah
  • 1 cm temu kunci
  • 4 siung bawang putih
  • 5 butir kemiri sangrai
  • 1/2 sdt ketumbar
  • 1 cm lengkuas
  • 1/2 sdt lada butir
  • 1 sdm kelapa parut
  • 1 cm jahe
  • 1 batang serai, memarkan
  • 1 cm kencur
  • 2 lembar daun salam
  • 2 cm kunyit
  • Garam secukupnya
    CARA MEMBUAT CELIMPUNGAN :
    1. Ambil adonan dasar. Bulatkan menyerupai bola sebanyak beberapa buah (sama seperti membuat tekwan)
    2. Didihkan air, masukan celimpungan, tunggu sampai terapung tanda masak.
    3. Tiriskan
    CARA MEMBUAT BUMBU :
    1. Sangrai semua bumbu, kecuali serai dan daun salam.
    2. Haluskan dan sisihkan.
    CARA MEMBUAT KUAH :
    1. Didihkan air atau kaldu ikan dengan santan cair.
    2. Masukkan bumbu yang telah dihaluskan dan daging ikan gabus. Aduk rata.
    3. Masukkan kan santan kentalnya, serai, daun salam masak sebentar hingga berminyak dan cicip rasanya.
    4. Masukkan celimpungan sebentar, lalu siap disajikan.
    5. Sajikan dengan taburan bawang goreng.
    sumber : http://carabuatresep.blogspot.co.id/