CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

06 April 2019

Musi Coffe Culture 2019

Gerbang Masuk Musi Coffee Culture 2019


Pembukaan Hari Ke 1
Kegiatan yang di adakan di pelataran gedung Jacobson Van Den Berg yang berlangsung selama 2 hari yaitu pada tanggal 5-6 April 2019 , menampilkan kopi khas dari 6 kabupaten yang ada di Sumatera selatan yang merukan penghasil kopi robusta terbesar di Indonesia. 

Bukan hanya pencinta kopi saja, para petani, juga pelaku bisnis yang berkaitan dengan kopi ini turut andil dalam menyukseskan acara ini, stand-stand yang terpasang di sepanjang pelataran Gedung Jacobson Van Den Berg, banyak kegiatan yang di laksanakan pada Musi Coffe Culture 2019 saat ini seperti pameran kopi sumsel termasuk seminar hulu dan hilir kopi sumsel, tubruk barista competition, lomba foto dan pameran foto tentang kopi. 

Salah satu yang uniknya adalah dengan penggunaan lantai 2 dari gedung Jacobson Van Den Berg yang selama ini sangat jarang di gunakan kecuali ada event-event tertentu seperti heritage walk dan lain-lain, di mana seakan-akan kita di bawa ke konsep tempo dulu dalam menyelami filosofi kopi sumsel. 

Acara yang juga di dukung oleh pihak terakit seperti Badan ekonomi kreatif (bekraft), Dinas Pariwisata dan kebudayaan Sumatera Selatan, SCAI Pusat dan beberapa pihak terkait lainnya.

Lomba  Barista Tubruk Coffee Competition 
Foto-Foto peserta lom yang bertema kopi
Di balik stand Musi Coffee Cuture 2019

05 April 2019

Pasar Kaget Masjid Agung Palembang





Pasar Kaget di halaman masjid Agung Palembang 05 April 2019 , yang hanya ada pada saat selesai sholat Jumat saja, lumayan membantu terutama bagi jemaah yang sedang lapar, banyak makanan khas dari Palembang  yang bisa di beli di sini.

Masjid Agung On Fisheye Camera





Kegiatan setelelah sholat Juma'at 05 April 2019

02 April 2019

Gado-Gado Palembang


Gado-gado (saladnya Indonesia), mungkin untuk kawasan dari 9 ilir sampai ke Dempo merupakan tempat terbanyak untuk penjual gado-gado yang admin rasa lumayan enak. Di dekat parkiran pasar kuto ada yg jual, di dekat lr. Jambu (tempat penjual durian) juga ada (Gado-Gado Tata satu group dengan yg di simpang dempo), di dekat simpang 3 Jl. Alygatmir ( Gado-Gado kang Husen), Di 9 ilir depan penggadaian juga ada (Gado-Gado Salim) dan terakhir di simpang dempo tepat di depan hotel Rio (Gado-Gado Tata). Ada 5 orang yang jualan dengan konsep yang sama.

Gado-Gado Salim 
Entah siapa yang terlebih dahulu menjual gado-gado di kawasan ini, dengan sayuran segarnya, kentalnya bumbu kacang yg menjadi "sauce" nya di tambah dengan lontong yang lumayan mengenyangkan untuk di santap. 

Dengan harga 13 ribu per porsi dan di tambah 1 porsi jika saus kacangnya di pisah, untuk gado-gado ini lumayan bisa bertahan lama jika yang tercampur kuahnya saja bisa tetap enak sampai sore, sedangkan kalau kuah yang di pisah bisa bertahan sampai keesokan hari nya.

Berbeda dengan pecal atau lotek, bahwa gado-gado ini lebih berwarna karena juga ada tahu, kentang dan juga tomat, sedangkan untuk rasa juga pas tidak berlebihan kencur seperti rasa khas pada lotek.

Jika ingin mencoba gado-gado ini lebih baik datang agak awal karena kalau sudah di jam makan siang antrinya lumayan lama, sedangkan sudah agak siang sedikit sudah kehabisan.