CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

10 Maret 2013

Resep Membuat Burgo Palembang.


Bahan burgo :
  • 100 gr tepung beras, ayak
  • 2 sendok makan tepung sagu
  • 1/2 sendok teh garam
  • 150 ml air mendidih
  • 1 sendok teh air kapur sirih
  • 300 ml air
Bahan untuk kuah :
  • 2 sendok makan minyak goreng
  • 2 batang sereh, ambil putihnya
  • 2 lembar daun salam 
  • 1000 ml air
  • 750 ml santan dari 1/2 butir kelapa
  • 1 1/2 sendok teh garam
  • 500 gr ikan gabus, rebus dan ambil dagingnya
 Bahan bumbu haluskan :
  • 5 siung bawang putih
  • 8 butir bawang merah
  • 2 cm kunyit
  • 2 cm jahe
  • 3 butir kemiri, sangrai
  • 1/2 sendok makn ketumbar, sangrai
  • 2 cm lengkuas
Bahan untuk pelengkap :
  • Telur rebus
  • Bawang goreng
 Cara membuat burgo :
  1. Untuk membuat burgo : Ambil 50 gr tepung beras yang telah di ayak, lalu seduh dengan air mendidih sedikit demi sedikit lalu aduk hingga rata
  2. Setelah rata, tambahakn tepung sagu, sisa dari tepung beras, air, air kapur sirih dan garam, aduk hingga rata
  3. Siapkan wajan anti lengket, lalu tambahkan dengan sedikit minyak, buatlah dadar tipis, lalu gulung dan angkat. Lakukan hingga semua adonan burgo habis
  4. Untuk membuat kuah :  Panaskan minyak, lalu tumis bumbu halus bersama dengan serai dan daun salam, tumis hingga harum
  5. Tambahakn gula, garam, air dan santan, aduk rata. Masukkan ikan gabus lalu masak hingga mendidih lalu masak dan segera angkat
  6. Sajikan burgo dengan cara di potong potong kecil, lalu siram dengan kuah dan di tambah dengan pelengkap
Sumber : http://kumpulan-resep-lengkap.blogspot.com

06 Februari 2013

Pelukis Arifin Menemukan SMB II


Pelukis Arifin Menemukan SMB II
Oleh : Djoko Poernomo

Melukis wajah seseorang hanya berdasarkan data minim bukan merupakan pekerjaan gampang. Namun, hal itu mampu dilakoni Eden bin Nur Arifin (61) alias Eden Arifin, pelukis senior asal Palembang, Sumatera Selatan.

Eden dalam waktu 22 hari bisa menciptakan wajah penguasa Kesultanan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II memerintah tahun 1774-1803 ke atas kanvas secara pas. Lukisan wajah SMB II karya Eden itulah yang kini diakui banyak pihak.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sebagai pemesan lukisan, cuma menyertakan data SMB II menyangkut usia, bijaksana, tampan, dan gagah berani.

”Enam hari pertama saya habiskan untuk membuat sketsa di atas kertas,” tutur Eden, bapak enam anak dan kakek enam cucu itu. Di sela-sela pencarian wajah SMB II itu ia sempat membaca buku sejarah tentang sepak terjang SMB II melawan Inggris dan Belanda pada abad ke-17. Hingga hari ketujuh pun apa yang ia cari belum juga ketemu.

Pada hari ke-12 Eden mencoba membuat sketsa lagi berdasarkan keterangan kerabat dekat SMB II. ”Sejak itu tangan saya merasa ringan saat menggoreskan kuas. Seolah ada yang membimbing perasaan dan pikiran untuk segera menyelesaikan lukisan yang hanya tersisa 10 hari...,” katanya.

Permukaan kanvas tertutup cat pada hari ke-13. Namun, sosok SMB II baru muncul pada hari ke-17 dengan rambut gondrong sebatas bahu. Sehari kemudian Eden melengkapi dengan pernik-pernik, semisal tanjak kepudang (tutup kepala), baju jubah kelamkari, keris kepala burung dari gading, badong, serta baju tekep dado (baju dalam) yang berhiaskan dua kalimat syahadat dalam huruf Arab.

Setelah pekerjaan ini dirasakan cukup, Eden melangkah ke pekerjaan berikut, yakni melengkapi latar gambar yang terinspirasi dari peperangan loji (kantor dagang) di Sungai Aur, Palembang, ketika SMB II berperang melawan Belanda, 1811.

Akan tetapi, kata Eden lirih, sosok SMB II yang berambut gondrong memperoleh banyak kritik dari seniman setempat yang sengaja ia undang untuk memberikan penilaian akhir sebelum gambar itu diserahkan kepada pihak pemesan.

Rambut gondrong memberi kesan SMB II garang dan kejam, padahal tidak demikian. Dalam waktu singkat Eden mengubah rambut gondrong SMB II menjadi pendek, seperti terlihat dalam gambar sekarang ini.

SMB II sendiri naik takhta menggantikan ayahnya, Sultan Muhammad Bahauddin. Ketika naik takhta, ia sudah siap memerintah Kesultanan Palembang Darussalam dengan segala permasalahan menghadapi Inggris dan Belanda.

Bambang Budi Utomo dari Puslitbang Arkeologi Nasional mencatat, SMB II wafat dalam pengasingan di Ternate pada akhir September 1852 (Kompas 21/11).

Ekspresi

Ada empat pelukis lain yang diminta menggambar SMB II. Namun, berdasarkan pemenuhan semua persyaratan, semisal ekspresi, ciri khas muka, watak dan mental, kemudian usia, serta aksesori yang dikenakan SMB II, karya Eden dinyatakan sebagai peraih nilai tertinggi. Atas karyanya ini Eden memperoleh penghargaan uang yang besarnya sangat relatif.

”Yang memotivasi bukan uang, tetapi pengakuan dari masyarakat luas bahwa gambar SMB II lahir dari tangan saya,” tutur Eden yang sebulan terakhir banyak berada di Jakarta.

Lukisan karya Eden pun berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sumatera Selatan 5 November 1982 ditetapkan sebagai gambar resmi SMB II. Dua tahun berikutnya, tepatnya 29 Oktober 1984, SMB II diputuskan menjadi pahlawan nasional. Sejak itulah Eden Arifin, pelukis yang mewarisi bakat seni dari almarhum ayahnya, Nur Arifin, dikenal sebagai pencipta gambar pahlawan nasional SMB II.

Wajah SMB II yang dibuat Eden kini dipasang di Kantor Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, sementara gambar duplikasi dipajang di gedung-gedung di provinsi yang sama, termasuk di bandar udara internasional di Palembang. Di dunia cuma ada satu lukisan SMB II, kata Eden menegaskan.

Band

Eden Arifin remaja menyukai berbagai bentuk kesenian. Bidang fotografi pernah dia geluti, demikian pula bermusik di bawah bendera The Little Poor Brothers Band di Kota Palembang.

Pada tahun 1966 Eden yang menikahi gadis asli Palembang, Murniati, mulai menekuni seni lukis, diawali kumpul bersama para seniman di sebuah sanggar di kawasan Pasar Tengkuruk 16 Ilir, Palembang. Beberapa sanggar pernah ia masuki sampai akhirnya mendirikan sanggar sendiri di kawasan Kebon Gede, Palembang, yang diberi nama Violet pada tahun 1973. Gaya lukisan Eden Arifin adalah realis.

Dia antara lain pernah menjadi karyawan Departemen Agama, Departemen Penerangan, guru empu di SMSR Palembang, serta mengajar di beberapa sekolah swasta.

Tahun 2001 Eden memperoleh penghargaan seni dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan atas kreativitas, produktivitas, dan dedikasi terhadap karya seni lukis.

”Untuk profesi seperti saya tidak ada kamus pensiun, ujar Eden mantap. Ia melukis selama 39 tahun dan ribuan lembar lukisan potret diri telah ia hasilkan. Ia pun akan terus berkarya.

Sumber : Kompas, Kamis, 12 Januari 2006

03 Januari 2013

RESEP RAGIT MAKANAN KHAS PALEMBANG



Bahan Ragit :

  • 150 gram tepung terigu
  • 2 butir telur
  • ½ st garam
  • 400 ml air
Bahan dan Bumbu Kare Daging :
  • 500 gram daging terderloin/ has dalam, potong dadu 2 x 2 cm
  • 30 ml minyak sayur untuk menumis
  • 20 gram lengkuas, iris-iris
  • 2 batang serai, memarkan
  • 2 lembar daun salam
  • 3 lembar daun jeruk
  • 4 lembar daun kare
  • 1 liter santan sedang
  • 2 sdm bumbu kare bubuk
  • 1 sdt kaldu bubuk instan rasa daging
  • ¼ sdt garam
  • 1 sdt penyedap rasa
  • 2 sdm gula pasir
  • 10 buah cabe rawit
Haluskan :
  • ¼ sdt merica
  • 50 gr kemiri goreng
  • 3 bh cabe merah
  • 1 sdt ketumbar
  • ½ sdt jinten
CARA MEMBUAT RAGIT KHAS PALEMBANG :
  1. Campurkan semua bahan ragit menjadi satu. Aduk sehingga tercampur rata dan menjadi adonan yang licin, lalu saring..
  2. Tuang adonan kedalam cetakan bercorong atau plastik segitiga, dadar diatas pendadar seperti sarang laba-laba hingga matang. Angkat, lakukan hal yang sama hingga adonan habis. Sisihkan.
  3. Membuat Kare. Tumis bumbu halus, lengkuas, serai, daun salam, daun jeruk, dan daun kare hingga harum. Masukkan daging, aduk sampai berubah warna. Tuang santan, bubuhi bubuk kare, kaldu bubuk, garam, penyedap rasa, dan gula pasir. Masak sambil sekali-kali diaduk hingga matang dan bumbu meresap. Sesaat akan diangkat masukkan cabe rawit, aduk.
  4. Sajikan ragit bersama kare daging selagi hangat.
Sumber Tulisan : resepmasakankreatif.blogspot.com
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...