CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
Showing posts with label Idul Adha. Show all posts
Showing posts with label Idul Adha. Show all posts

31 May 2019

Tradisi Ketupat Palembang

Foto : Google

Ketupat makanan atau hidangan berbahan dasar beras yang dibungkus dengan pembungkus terbuat dari anyaman daun kelapa muda (janur), atau kadang-kadang dari daun nipa ataupun daun yang lainnya. ( Wikipedia)

Di Palembang sendiri pada saat Lebaran Idul Fitri & Idul Adha banyak mulai di temui masakan ketupat, biasanya ketupat yang di masak 2 hari atau 1 hari sebelum lebaran  juga dalam jumlah yang tidak sedikit dengan tujuan ketupat dan lauk pauknya ini akan di bagikan ke keluarga terdekat dan juga di tetangga sekitar rumah kita pada malam hari raya dengan menggunakan rantang atau sangkek yang istlah di Palembang adalah "Nyicipi".

Sama seperti di daerah lain di Palembang ketupat juga menjadi makanan wajib selain pempek yang di sajikan dengan opor ayam, rendang daging sapi atau malbi di mana makanan ini bukan hanya untuk sajian keluarga tetapi juga untuk para tamu yang datang berkunjung ke kediaman kita.

Warga yang tengah menjemur ketupat di Kampung Yu Cing. Foto: abp/Urban Id.
Salah satu sentra tempat pembuatan ketupat yang ada di Palembang adalah di kawasan 3 Ulu, tepatnya lorong Saudagar Yu Ching yang berada di Kecamatan Seberang Ulu I Palembang, dikenal sebagai pusat kerajinan daun nipah. Hampir sebagian warga yang tinggal di kawasan ini memanfaatkan daun nipah sebagai mata pencahariannya, di mana pada saat bulan Romadhon ini banyak pengerajin daun nipah di kampung ini membuat juga ketupat selain kerajian dari daun nipah lainya.

Walaupun saat ini di Palembang ada juga ketupat yang di buat dari daun pandan yang banyak di minati masyarakat karena aroma harum nasi yang khas karena bungkus daun pandan  tersebut, walaupun  sedikit mahal yaitu berkisar di 10 ribu - 15 ribu per ikat isi 10 buah tergantung isi dan besar kecil ukuran.

Foto : google

Ternyata setelah di telusuri berdasarkan sejarah tradisi ketupat diperkirakan berasal saat Islam masuk ke tanah Jawa. Dalam sejarah, Sunan Kalijaga adalah orang yang pertama kali memperkenalkannya pada masyarakat Jawa.

Beliau membudayakan dua kali Bakda, yaitu Bakda Lebaran dan Bakda Kupat. Bakda Kupat dimulai seminggu sesudah Lebaran.

Pada hari yang disebut Bakda Kupat tersebut, di tanah Jawa waktu itu hampir setiap rumah terlihat menganyam ketupat dari daun kelapa muda. Setelah sudah selesai dimasak, kupat tersebut diantarkan ke kerabat yang lebih tua, menjadi sebuah lambang kebersamaan.

Ketupat sendiri menurut para ahli memiliki beberapa arti, diantaranya adalah mencerminkan berbagai macam kesalahan manusia, dilihat dari rumitnya anyaman bungkus ketupat. Yang kedua, mencerminkan kebersihan dan kesucian hati setelah mohon ampun dari segala kesalahan, dilihat dari warna putih ketupat jika dibelah dua. Yang ketiga mencerminkan kesempurnaan, jika dilihat dari bentuk ketupat. Semua itu dihubungkan dengan kemenangan umat Muslim setelah sebulan lamanya berpuasa dan akhirnya menginjak hari yang fitri.

02 December 2009

Idul Adha 1430 H di WTP PT. Adhya Tirta Sriwijaya




Acara potong kurban bersama teman-teman di kantor saat Idul Adha 1430 H / 27 November 2009, beberapa hari yang lalu.

09 December 2008

Penyembelihan Hewan Kurban #2





Semangat dari berkurban salah satunya keiklasan dan kebersamaan, semoga semangat ini bisa terus di pupuk setelah selesai hari raya kurban karena sepertinya semangat inilah yang salah satu di perlukan oleh bangsa ini.

Penyembelihan Hewan Kurban





Allah maha kuasa dan maha perencana, hewan kurban yang umumnya di sembelih di Indonesia adalah Sapi, kerbau dan Kambing, Saya pernah berkhayal kalau pengganti hewan kurban pada saat zaman nabi Ismail di ganti dengan gajah atau badak, mungkin hewan kurban sekarang tidak akan sebanyak saat ini, karena selain mahal juga merupakan binatang langka, Allah maha besar dan maha mengetahui hari depan.

Penjual Hewan Kurban




Para pedagang hewan kurban saat H-1 saya temui banyak yang mengeluh dikarenakan rendahnya penjualan hewan kurban, mungkin karena krisis global kata mereka sehingga penjualan mereka turun, dari beberapa penjual yang saya temui di Jalan Demang Lebar Daun kebanyakan mengatakan kerugian untuk tahun ini.

07 October 2008