CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
Showing posts with label Kerajinan Palembang. Show all posts
Showing posts with label Kerajinan Palembang. Show all posts

30 June 2008

Lihab Palembang


Lihab yang di sebut juga "Kasur Palembang" banyak di jumpai di pasar-pasar di palembang tetapi untuk pusatnya bisa mampir di pasar 26 ilir Palembang.

Kasur Lihab pertama kali diperkenalkan dan diproduksi oleh pengrajin dari kota Palembang - Sumatera Selatan. Karena pertama kali berasal dari kota Palembang maka sebagian masyarakat / konsumen lebih familiar menyebut kasur Lihab dengan sebutan Kasur Palembang. Tapi ada juga yang menyebut dengan Kasur Santai, Kasur Lantai ( Karena sifat dan fungsinya memang efektif dan efisien digunakan dalam segala kondisi) dengan berbagai ukuran. Baik untuk dirumah maupun dibawa untuk berpergian/Piknik bahkan sebagai sajadah untuk shalat.

Pada Tahun 1999 Kasur Lihab mulai membanjiri Kota Palembang - Sumatera Selatan sebagai Kota cikal - bakal lahirnya produk Kasur Lihab. Disetiap sudut banyak terdapat industri rumah tangga yang memproduksi kasur Lihab. Para pekerjanya adalah ibu-ibu rumah tangga yang berkerja sambilan dan anak-anak remaja yang sekedar mencari tambahan uang jajan. Usaha ini terbilang turut membantu program pemerintah dalam rangka menciptakan lapangan kerja dan mengurangi angka pengangguran serta menggalakkan program Usaha Kecil Menengah (UKM).

03 June 2008

Pembuat Atap Daun




Pembuat atap daun di kawasan karang anyar ini dalam 1 hari bisa menghasilkan 50 lembar dalam 1 hari, dengan harga jual 1.300 perlembar anyaman daun nipah ini di rangkai satu persatu hingga menjadi atap daun. Selain di kawasan ini di kawsan 1 ulu Lr. Yucing juga merupakan sentra pembuatan atap daun dan kerajinan lainnya dari daun nipah.

13 February 2008

Pengerajin Lakuer (Leker) Palembang



Ada kerajinan Lakuer/Leker diadopsi dari istilah bahasa inggris lacquer yaitu bahan damar yang dihasilkan oleh sejenis serangga bernama laccifer lacca . Tumbuhan tempat bertenggernya serangga ini banyak ditemukan di Jepang, Tiongkok dan daerah pegunungan Himalaya. Orang Jepang menyadapnya dari pohon tersebut sekali dalam 10 tahun. Di Sumatera Selatan pohon tersebut dikenal dengan nama pohon kemalo.

Dalam proses pembuatan Lakuer/Leker Palembang ini, pengrajin mengoperasikan bubut untuk membentuk sebongkah kayu menjadi bulat atau silindris. Sedang bentuk kotak atau dinding pemisah (sketsel dak perlu pembubutan, cukup dengan membentuknya dari bilah-bilah papan kayu yang terbaik untuk bahan baku sesungguhnya mahoni. Tapi untuk saat ini perajin mulai beralih ke tambesu sebab mahoni sulit didapat.

Selanjutnya permukaan lakuer dihaluskan dengan ampelas diberikan warna dasar dengan oker, lantas dijemur sampai kering. Lubang-lubang didempul kembali diampelas barulah mereka membubuhkan lukisan dengan tinta china. Motif hiasannya biasa terinspirasi oleh lekuk-lekuk di alam seperti tumbuhan bunga dan sebagainya.

Ragam hias yang telah dilukis biasanya diwarnai merah kesumba, merah darah hitam dan emas (prada). Warna dasar yang digunakan hitam dan merah kesumba. Terakhir dilakukan bal yaitu dipoles agar permukaannya berkilauan supaya cat tahan lama dan kelihatan cemerlang perajin melapisinya lagi dengan cairan serlak vernis lalu dijemur kembali.



Tulisan di rangkum dari berbagai sumber