CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
Showing posts with label Telok Abang. Show all posts
Showing posts with label Telok Abang. Show all posts

10 August 2009

Kuliner Khas 17 Agustus-an di Palembang


Telok Ukan

Telok Pindang
Telok Pindang disajikan tanpa cangkang. Dari namanya, Telok Pindang merupakan telur rebus yang diolah dengan bumbu pindang yang dimasak hingga kering. Bumbu pindang merupakan olahan daun jambu biji, daun salam, kulit bawang dan garam. dan dalam memasaknya kulit telurnya di ketok-ketok hingga retak-retak sehingga bumbunya meresap kedalam telur dan warna telurnyapun  akan menjadi kehitaman.

Ketan Sepit
Merupakan ketan biasa yang di tanak dengan santan kemudian di bungkus dengan daun pisan kemudian di bakar di atas api setelah itu baru di jepit dengan menggunakan 2 bilah bambu.

Lampard Pun Suka Telok Abang





Tenyata telok abang bukan hanya di sukai oleh masyarakat kota ini tenyata pesepakbola Lampard pun juga suka......lihat foto di atas...hahahhahah.

Telok Abang Tahun Ini



Seperti tahun-tahun sebelumnya telok abang merupakan benda khas yang hanya ada di setiap bulan Agustus di kota Palembang.

22 August 2008

Telok Abang Model Baru








Agustus tahun membawah berkah bagi penjual telok abang yang bisa di dapati di sepanjang jalan terutama JL Medeka, tetapi yang uniknya kreativitas dari pembuat telok abang ini sekarang banyak bermunculan mainan telok abang yang bukan di buat dari "kayu gabus"/Kaytu pule tetapi di buat dari barang daur ulang seperti kardus, malahan ada juga yang di buat dari balon plastik tiup yang di beri tali...kreatif juga.

05 August 2008

Telok Ukan

Telok Ukan



Makanan yang ada saat Agustusan di palembang ini selalu setia menemani "Telok Abang" walaupun namanya tidak sepopuler telok abang tetapi rasa makanan ini sangat menarik, seperti serikayo tetapi rasanya tidak manis.

Konon, Telok Ukan adalah makanan asli yang sudah ada sejak lama. Orang palembang lainya ada yang menyebut nya Telok atau Bukan,  jenis makanan ini bisa dikatakan hampir “punah” karena sudah jarang orang yang menjual/membuat makanan ini, yang biasanya mulai ramai di jual saat 17 Agustus-an saja di sepanjang jalan Merdeka.

Proses pembuatannya sama seperti pembuatan srikaya, yang sebagaian informasi yang di dapat adalah cikal bakal perubahan pembuatan kue srikaya yang manis. Telur bebek di lubangi cankangnya dan di keluarkan isinya dlalu dicampur atau di kocok dengan aneka bumbu seperti pandan dan santan dan di tambah sedikit kapur sirih. Setelah itu dimasukkan kembali ke cangkang telur melalui lubang kecil tadi lalu di tutup dengan gabus lalu dikukus dengan api kecil kurang lebih 30 menut, jika sudah selesai telok ukan ini bisa langsung di santap atau dimakan dengan ketan sepit, 

Untuk mencari telok ukan ini tidak setiap tempat, hanya di hari-hari tertentu saja seperti 17 Agustusan saja, kecuali di kawasan pasar 10 ulu setiap sore ada satu tempat yang menjual telok ukan, telok pindang ini ataupun ketan sepit setiap harinya.

04 August 2008

Telok Abang Palembang

Telok Abang dan Agustus di Palembang memang tidak bisa lepas dari tradisi di kota ini, mainan yang sudah ada sejak sebelum zaman kemerdekaan  memang sangat menarik dan hanya ada di kota ini dan hanya saat menjelang Agustusan, Telok abang yang awalnya hanya berbentuk pesawat terbang sekarang ini sudah banyak modifikasi ada jenis scooter, becak, bus, helikopter, tank dan lain sebahagainya.

Jalan merdeka merupakan pusat dari penjualan telok abang di mana dari depan eks hotel musi, simpang istiqomah sampai ke simpang 26. walaupun di tahun 2008 ini masih banyak penjual telok abang melihat kondisi ini mungkin tradisi ini akan bisa bertahan lama.

Ada juga yang lain yang berkaitan dengan Agustusan di Palembang selain Telok Abang yaitu "Telok Ukan" dan "Ketan Sepit", di manana dua benda ini juga mengiringi setiap adanya telok abang tetapi tidak "sepopuler" telok abang.

Dalam bahasa Palembang, Telok berarti telur dan Abang berarti Merah. Telok Abang awalnya adalah telur ituk telur yang dei beri perwana "kesumbo" yang berwarna merah. Kesumbo sendiri merupakan pewarna yang di gunakan untuk mewarnai karung goni untuk beras ataupun gula. Karena bahan yang tidak aman untuk dikonsumsi, saat ini para penjual mengganti pewarna kesumbo dengan pewarna kue atau yang biasa dikenal dengan abang kue. karena kalau di lihat warna merah dari perwarna tersebut meresap sampai warna putih telur tersebut berubah.

Sejak peringatan Ulang Tahun Ratu Belanda Wilhelmina II masyarakat Kota Palembang telok abang ini untuk meriahkan acara ulang tahun tersebut, yang saat itu banyak di jual di acara pasar malam di sepanjang bekangdam (Boom Sekanak) sampai ke arah benteng kuto besak.

Setelah era kemerdekaan telok abang ini mengalami banyak walaupun "brandmark" utamanya adalah kapal terbang yang terbuat dari gabus yang di atasnya di tancapkan telok abang ini, semakin tahun jenis nya semakin bertambah seperti bentuk kapal laut, becak, vespa, tank dan lain sebagainya, dengan bahan pembuatannya pun dari mulai kardus, styrofoam, ataupun plastik.