CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
Showing posts with label Aksi Bela Islam. Show all posts
Showing posts with label Aksi Bela Islam. Show all posts

03 February 2017

Aksi Bela Ulama 302 di Palembang






SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Ribuan umat muslim memadati kawasan Bundaran Air Mancur (BAM) Palembang, Jumat (3/2/2017).

Sambil mengumandangkan kalimat takbir, shalawat serta ‎lafaz-lafaz Allah lainnya, para umat muslim di Palembang nampak antusias mengikuti aksi damai bela ulama atas kasus penistaan ulama yang dilakukan Gubernur Non Aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.

Mengenakan pakaian serba putih, umat muslim baik laki-laki, perempuan, anak-anak hingga orang tua berbaur bersama untuk menyerukan bahwa Islam merupakan agama yang cinta damai.

Kendati dalam kondisi panas yang sangat menyengat, para peserta yang membawa spanduk serta bendera bertuliskan arab tetap semangat mengikuti aksi damai.

Hingga saat ini para masa terus menyemuti kawasan Masjid Agung Palembang.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ribuan umat muslim yang menggelar aksi damai bela ulama, menunjukan rasa nasionalismenya pada aksi di Bundaran Air Mancur depan Masjid Agung Palembang, Jumat (3/2/2017).

Para ustad dan kiyai yang berorasi secara bergantian, mengajak umat muslim untuk menjaga keutuhan NKRI.

Para peserta aksi pun secara bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sembari tangan kanan dikepal diangkat ke atas.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Usai melaksanakan salat Jumat berjemaah, ribuan umat muslim menggelar aksi damai yang dipusatkan di Bundaran Air Mancur depan Masjid Agung Palembang, Jumat (3/2/2017).

Gema takbir dikumandangkan dan solawat pun juga dilantunkan.

Tampak di podium aksi, Ketua FPI DPD Sumsel Habib Mahdi, melakukan orasi dan mengajak umat Islam untuk tidak terpecah-belah.

"Allahhuakbar...Allahukbar...Allahuakbar...," teriak ribuan peserta aksi damai.

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Kendati mengikuti aksi damai dengan jumlah ribuan orang, namun suasana aksi damai aksi bela ulama di kawasan Masjid Agung Palembang, Jumat (3/2/2017) berlangsung khidmat dan kondusif.

Tak hanya itu, sampah-sampah yang berserakan menjadi perhatian paling penting oleh peserta aksi.

Dalam kegiatan ini nampak beberapa orang bertugas untuk membersihkan dan memungut sampah.

Sekjen FPI Palembang, Habib Mahdi menyerukan kepada seluruh umat muslim yang ikut aksi damai jangan berlaku anarkis dan ikut dalam barisan untuk menjaga keamanan.

"Semuanya harus tertib, aman dan jangan ada tindakan anarkis. Jangan ada sampah berserakan, jangan buat berantakan Masjid Agung. Kita lakukan aksi ini untuk membela ulama tanpa ada maksud lain," tegasnya.

06 December 2016

Adalah saya akan tak ikut lagi aksi 212 ????



Oleh : Joni A. Koto

Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan.. bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yg dipunya dan sedikit jalan2 menikmati dunia..

Saya anggap orang yg maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatis akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool... Janganlah sesekali dan ikut2an jadi orang norak... ikut kelompok jingkrang2 dan entah apalah itu namanya..

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu kalian jangan usil, jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak!, Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal..Saya bantu orang2, bantu saudara2 saya juga,, jgn kalian tanya2 soal peran saya ke lingkungan, kalian lihat orang2 respek pada saya, temanpun aku banyak...tiap kotak sumbangan aku isi..

Saya masih heran, apa sih salah seorang ahok? Dia sdh bantu banyak orang, dia memang rada kasar tapi hatinya baik kok, saya hargai apa yang sudah dia buat bagi jakarta... Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada,, saya tak mau terbawa2 arus seperti teman2 kantor yg tiba2 juga mau ikut aksi, saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari2 sensasi... paling juga mau selfie2..

Sampai satu saat........

sore ini dalam gerimis saat saya ada di jalan, dalam mobil menuju tempat miting, dalam alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki, saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih2, rompi hitam dan hanya beralas sendal,, muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tidak ada paksaan sama sekali di wajah2 itu.. mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yg mau melintas, tidak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh2 atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal2an.... Ini aneh, biasanya kalau sdh bertemu orang ramai2 di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana panas dan penuh tanda tanya negatif.... Sore ini, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah2 dan baju putih mereka yg basah terkena gerimis,...

Papasan berlalu, aku setel radio lain...ada berita,, rombongan peserta aksi jalan kaki dari ciamis dan kota2 lain sudah memasuki kota, ada nama jalan yg mrk lalui... Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi adalah rombongan itu... Aku tertegun...

Lama aku diam ,, otakku serasa terkunci, analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali mencari alasan, tak kutemukan apa pun yg sesuai dengan pemikiranku, apa yg membuat mereka rela melakukan itu semua?? Apa kira2?.. aku makin sibuk berfikir.... Apa menurutku mereka itu berlebihan? Rasanya tidak, aku melihat sendiri muka2 ikhlas itu.... Apa mereka ada tujuan2 politik? Aku rasa tidak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu.... Apakah orang2 dgn tujuan politik yang gerakkan mereka itu?.. aku hitung2, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi,, berapa biaya yg harus dikeluarkan untuk itu kalau ini tujuan kelompok tertentu... Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi krn nilainya sangatlah besar....

Aku dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga... Terlihat di pinggir2 jalan anak2 sekolah membagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue2 warung ke mereka, sepertinya itu dr uang jajan mereka yg tak seberapa.... Aku terdiam makin dalam... Ya Allah....kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini??? Kenapa hanya hal2jelek yang mau aku lihat tentang agamaku... Kenapa dengan cara pandangku soal agamaku??

Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar...aku lihat sendal2 jepit lusuh banyak sekali berbaris...aku ambil wudhu...

Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer,, muka mereka lelah sekali, mereka duduk,, ada yg minum, ada yg rebahan, dan lebih banyak yg lagi baca Quran...  Hmmm

Aku sholat sendiri,, tak lama punggungku dicolek dr belakang, tanda minta aku jd imam, aku cium aroma tubuh2 dan baju basah dari belakang.... Aku takbir sujud,, ada lagi yang mencolek,. Nahh....Kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa... hatiku bergetar sekali, aku sujud cukup lama, mereka juga diam... Aku bangkit duduk,, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku.... Ya Allah... Aku tak pantas jadi imam mereka,. Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka.... Bagiku agama hanya hal2 manis, tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya , in style ..bla bla bla,... Walau ada hinaan ke agamaku aku harus ttp elegan, berfikiran terbuka...  Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah, kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka?? Apa yang hendak Kau sampaikan secara pribadi ke aku??....

Hanya 3 rakaat aku imami mereka,, hatiku luluh ya Allah.... mataku merah nahan haru... Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu tapi tetap senyum.. agak malu2 aku peluk dia, dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau sama sekali... Ini bisa jadi dia anakku juga,. Apa yg telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini?? Gerimis saja aku suruh anakku berteduh... dia demam sedikit aku panik... Aku nangis dalam hati.... di baju putihnya ada tulisan nama sekolah,. smp ciamis... Ratusan kilo dari sini.... kakinnya bengkak karena berjalan sejak dari rumah, dia cerita bapaknya tak bs ikut krn sakit dan hanya hidup dr membecak, bapaknya mau bawa becak ke jakarta bantu nanti kalau ada yg capek, tapi dia larang... Aku dipermalukan berulang2 di masjid ini... Aku sudah tak kuat ya Allah... Mereka bangkit, ambil tas2 dan kresek putih dr sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid,, rasa2nya melihat punggung2 putih itu hilang dr pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yg menuju syurga... Kali ini aku yg norak,, aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat,, air mataku keluar lagi.... kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian..

Sudah jam 5-an,, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini...miting dgn klien sptnya batal... aku mikir lagi soal ke islamanku, soal komitmenku ke Allah, Allah yg telah ciptakan aku, yg memberi ibu bapakku rejeki, sampai aku dewasa dan bangga seperti hari ini.... dimana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini??? Ada dimana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?...

Aku naik ke mobil, aku mikir lagi,. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yg telah lepas dalam benakku selama ini... Ada satu kata,. Sederhana sekali tanpa bumbu2... Ikhlas dalam bela agama itu memamg nyata ada...

Aku mampir di minimarket,, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap... Aku beli beberapa dus air mineral, makanan kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional.... Ini kebangganku yg pertama dalam hidup saat beramal, aku bahagia sekali... Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalanMu yang lurus, yg lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati....

Ya Allah ijinkan aku besok ikut Shalat jumat dan berdoa bersama saudara2ku yang sebenarnya,. Orang2 yang sangat ikhlas membela Mu... Besok, tak ada jarak mereka denganMu ya Allah... Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yg basah kuyup hari ini....tak ada penggargaan dr manusia yg kuharap, hanya ingin Kau terima sujudku... Mohon Kau terima dengan sangat... Bismilahirahmanirahiim....

(1 Desember 2016 , Diceritakan oleh Joni A Koto, Arsitek, Urban planner.. alumni ITB 93)

***

*"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah*"
(Qs. As-Shaff 61 : 10)

 " *Hai orang-orang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu*
(Qs. Muhammad 47 : 7)

*"Jika Allah menolongmu maka tak ada yang dapat mengalahkanmu"*
(Qs. Ali Imran 3 : 60)

01 December 2016

20 Ribu Warga Sumsel Siap Ikuti 212

20 Ribu Warga Sumsel Siap Ikuti 212
Sekretaris Jendral Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi Muhammad Syahab. 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Sekretaris Jendral Front Pembela Islam (FPI) Sumsel, Habib Mahdi Muhammad Syahab, mengatakan, setidaknya sebanyak 20 ribu warga yang tergabung dalam FPI Sumsel siap berangkat untuk mengikuti aksi damai 212 di Jakarta.
"Massa dari Sumsel totalnya ada sekitar 20 orang dan itu dari Palembang sendiri ada sekitar 10 ribu sedangkan, sisanya dari daerah-daerah lain yang ada di wilayah Sumsel," jelasnya saat ditemui kemarin.
Dari total tersebut, dikatakannya, sebanyak 3 ribu warga telah berangkat dan berada di Jakarta sedangkan, sisanya akan menyusul kemudian.
"Untuk yang lain akan menyusul dan teknisnya akan dilakukan secara estafet menuju ke sana," terangnya.
Agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan saat perjalanan menuju ke Jakarta, dikatakannya, pihaknya pun sudah berkoordinasi dengan beberapa Polda di antaranya Polda Sumsel, Polda Lampung, Polda Banten dan Polda Metro Jaya.
"Isya Allah aksi ini dapat berjalan dengan lancar, tertib, serta membawa kedamaian bagi Indonesia," ungkapnya.

Sebelum Bertolak ke Jakarta Peserta Aksi Bela Islam Asal Sumsel Salat Zuhur Berjemaah

Sebelum Bertolak ke Jakarta Peserta Aksi Bela Islam Asal Sumsel Salat Zuhur Berjemaah
Ratusan peserta aksi bela Islam Jilid III salat dzuhur berjemaah sebelum bertolak ke Jakarta dari Markas FPI Sumsel di Jalan Dr M Isa Lorong Gubah Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT II Palembang, Rabu (30/11/2016). 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -  Setelah diberikan pengarahan dari para ulama, ratusan peserta aksi bela Islam jilid III melaksanakan salat zuhur berjemaah di Markas FPI Sumsel Jalan Dr M Isa Lorong Gubah Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT II Palembang, Rabu (30/11/2016).
Tampak ratusan peserta memenuhi area markas FPI.
Setelah salat berjemaah, dilanjutkan doa bersama agar perjalanan menuju ke Jakarta berjalan aman dan tertib.

'Alllahu Akbar . . . Alllahu Akbar . . . Allahu Akbar . . .! Kita Ini Aksi Suci dan Aksi Damai'

'Alllahu Akbar . . . Alllahu Akbar . . . Allahu Akbar . . .! Kita Ini Aksi Suci dan Aksi Damai'
Ratusan peserta Jilid III yang siap berangkat ke Jakarta menerima arahan di Sekretariat DPD FPI Sumsel di Jalan Dr M Isa Lorong Gubah Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT II Palembang, Rabu (30/11/2016). 
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Ratusan umat Islam sejak pagi tadi berkumpul di Sekretariat DPD Front Pembela Islam (FPI) Sumsel di Jalan Jalan Dr M Isa Lorong Gubah Kelurahan Kuto Batu Kecamatan IT II Palembang, Rabu (30/11/2016).
Berkumpulnya umat Islam ini sebagai persiapan untuk bertolak ke Jakarta sebagai peserta aksi bela Islam jilid III.
Tampak sejumlah peserta membawa menyiapkan berbagai bekal.
"Takbir... Alllahu Akbar... Alllahu Akbar... Allahu Akbar... kita ini aksi suci dan aksi damai," teriak Habib Mahdi, Ketua DPD FPISumsel yang memberikan arahannya kepada ratusan peserta.

05 November 2016

Aksi Bela Islam 04 November 2016 Part#2












Di himpun dari beragam sumber ( Biarkan foto berbicara menjadi saksi sejarah )

Aksi Bela Islam 04 November 2016 Part#1

Biarkan foto berbicara menjadi saksi sejarah ( Foto di rangkum dari berbagai sumber)
Ulama Palembang : Para Habaib, Kiyai, Ustad , Guru-Guru dan rombongan










Dukungan dari pihak luar :
Dukungan dari Duta Besar Turki

Dukungan dari Masyarakat Indonesia Di Amerika

Dukungan masyarakat di Australia

04 November 2016

Demo Penistaan Agama di Air Mancur Palembang

Sebelum Demo Massa Bacakan Sari Tilawah dan Doa Bersama
Massa mengatasnamakan Barisan Pemuda Indonesia yang menggelar aksi di Bundaran Air Mancur Palembang, Jumat (4/11/2016). 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG- Massa yang mengatasnamakan Barisa Pemuda Indonesia berkumpul di Bundaran Air Mancur Palembang untuk menggelar aksi demo terkait dugaan penistaan yang dilakukan Ahok, Jumat (4/11/2016).
Dengan membawa spanduk dan bendera bertuliskan arab, para pemuda ini berkumpul.
Sebelum melakukan aksi demo, pembacaan tilawah dan doa bersama mereka lakukan dengan tujuan agar unjuk rasa dapat berjalan dengan lancar.
Disisi lain, polisi dan tim gabungan telah melakukan pengamanan di sekeliling lokasi aksi.
Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Kharisma Tri Saputra
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pendemo: Ahok Harus Dipenjara Jangan Sampai Alquran Diinjak-injak
Para peserta aksi dari kaum hawa yang mengenakan hijan putih dan merah saat menggelar aksi di bundaran air mancur Palembang, Jumat (4/11/2016). 
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Tak hanya pemuda yang melakukan aksi untuk menuntut agar Ahok dipenjarakan, akan tetapi kau hawa juga ikut menggelar aksi unjuk rasa di bundaran air mancur Palembang, Jumat (4/11/2016).
Kaum hawa yang menggelar aksi terlihat sengaja mengenakan hijab berwarna merah dan putih.Sambil memegang bendera bertuliskan arab.
Seorang peserta aksi dari kaum hawa menuturkan, ia mengikuti aksi menuntut Ahok dipenjara agar semua rakyat tahu jangan sampai Al-Quran diinjak-injak.
"Kami disini memperjuangkan Islam dan jangan sampai Islam diinjak-injak orang kafir," ujar seorang hawa saat ditemui di lokasi aksi.
Penulis: M. Ardiansyah ,Editor: Kharisma Tri Saputra
Foto lainya : 
Massa Minta Ahok Tetap Diadili Meski Sudah Minta Maaf
Peserta aksi yang mengatasnamakan Barisan Pemuda Indonesia yang menggelar aksi di bundaran air mancur Palembang, Jumat (4/11/2016).

Maaf Ahok Diterima tapi Proses Hukum Harus Terus Berlanjut