CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

04 August 2008

Telok Abang Palembang

Telok Abang dan Agustus di Palembang memang tidak bisa lepas dari tradisi di kota ini, mainan yang sudah ada sejak sebelum zaman kemerdekaan  memang sangat menarik dan hanya ada di kota ini dan hanya saat menjelang Agustusan, Telok abang yang awalnya hanya berbentuk pesawat terbang sekarang ini sudah banyak modifikasi ada jenis scooter, becak, bus, helikopter, tank dan lain sebahagainya.

Jalan merdeka merupakan pusat dari penjualan telok abang di mana dari depan eks hotel musi, simpang istiqomah sampai ke simpang 26. walaupun di tahun 2008 ini masih banyak penjual telok abang melihat kondisi ini mungkin tradisi ini akan bisa bertahan lama.

Ada juga yang lain yang berkaitan dengan Agustusan di Palembang selain Telok Abang yaitu "Telok Ukan" dan "Ketan Sepit", di manana dua benda ini juga mengiringi setiap adanya telok abang tetapi tidak "sepopuler" telok abang.

Dalam bahasa Palembang, Telok berarti telur dan Abang berarti Merah. Telok Abang awalnya adalah telur ituk telur yang dei beri perwana "kesumbo" yang berwarna merah. Kesumbo sendiri merupakan pewarna yang di gunakan untuk mewarnai karung goni untuk beras ataupun gula. Karena bahan yang tidak aman untuk dikonsumsi, saat ini para penjual mengganti pewarna kesumbo dengan pewarna kue atau yang biasa dikenal dengan abang kue. karena kalau di lihat warna merah dari perwarna tersebut meresap sampai warna putih telur tersebut berubah.

Sejak peringatan Ulang Tahun Ratu Belanda Wilhelmina II masyarakat Kota Palembang telok abang ini untuk meriahkan acara ulang tahun tersebut, yang saat itu banyak di jual di acara pasar malam di sepanjang bekangdam (Boom Sekanak) sampai ke arah benteng kuto besak.

Setelah era kemerdekaan telok abang ini mengalami banyak walaupun "brandmark" utamanya adalah kapal terbang yang terbuat dari gabus yang di atasnya di tancapkan telok abang ini, semakin tahun jenis nya semakin bertambah seperti bentuk kapal laut, becak, vespa, tank dan lain sebagainya, dengan bahan pembuatannya pun dari mulai kardus, styrofoam, ataupun plastik.

01 August 2008

Musi River





Musi river is main stream of southern Sumatra, Indonesia, about 325 mi (525 km) long and draining an area of 24,500 sq mi (63,500 sq km). It rises near Gunung (mount) Kaba (6,355 ft [1,937 m]) in the Pegunungan (mountains) Barisan and flows first south-southeast, then northeast, breaking through the mountains in the upper Palembang district to enter the Tertiary hill zone at Tebingtinggi. In the rainy season the river is navigable upstream as far as the Air (river) Rawas, some 200 mi from the sea. The Musi joins the Ogan and Komering rivers near Palembang, 50 mi downstream from which it passes through a large delta before entering the Selat (strait) Bangka. It has depth enough for ocean vessels below Palembang.

Jembatan Pusri





Tidak jauh dari emperan sudirman ada jembatan penyebrangan yang sering di sebut dengan jembatan pusri, ini memang beralasan karena ada logo pusri yang besar di depan dan belakan jembatan tersebut, ternyata setelah di telusuri pembangunan jematan ini di biayai oleh PT Pusri pada era 1970-80an.

Emperan Jalan Sudirman





Emperan yang selalu ramai di lewati oleh pejalan kaki, karena letaknya di pusat kota dan di sampingnya banyak teradapat toko-toko yang menjadi sasaran orang untuk belanja ataupun hanya sekedar cuci mata.