CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

01 May 2012

Wajah International Plaza (IP) Tempo Doeloe

Bekas Bioskop Yang Disulap Jadi Mall Pertama di Metropolis Sumber : Sumeks Minggu
Gedung International Plaza (IP) di kawasan Jl Jendral Sudirman berdiri megah sejak Februari 1991. Namun, anak-anak muda asli Plembang mungkin tak banyak mengetahui, mall pertama di metropolis tersebut merupakan bekas sebuah bioskop bernama International. Apa pula yang melatarbelakangi para pemilik bioskop, terdiri dari berbagai etnis, menyulapnya menjadi sebuah mall?
----------------------------------------------------------------------------
Sejak berabad-abad lamanya, pasar 16 Ilir diyakini sudah menjadi pusat perdagangan. Mempertemukan para pedagang luar hingga lokal. Nah, usai kemerdekaan tahun 1945 lalu, pusat perdagangan tersebut diyakini terus berkembang ke jalan Jendral Sudirman.

Dari pasar 16 Ilir, hingga Sudirman terus dibangun pertokoan serta tempat hiburan. Salah satunya di kawasan simpang empat International Plaza (IP) saat ini. Ditempat ini dulunya ternyata terdapat sebuah bioskop. Namanya bioskop International Palembang. Bioskop dibawah naungan NV (semacam PT,red) dibangun sejak Februari 1952. Para pemilik saham atau ownernya terdiri dari berbagai etnis. HM Amin serta H Hasanuddin (wong Plembang,red), Said Abdurahman bin Alwi Assegaf (keturunan Arab,red) serta Tan Kak, Liau Lee dan Jap Sung Sing (keturunan Chinese,red). Nama bioskop International pun diyakininya dengan alasan perpaduan etnis para pemilik bioskop tersebut. 

“Zaman dulu, bisnis bioskop memang berkembang. Bisa dikatakan hiburan utama masyarakat,” ungkap M Nasir Amin, anak kelima almarhum HM Amin kepada Sumeks Minggu, ditemui dikediamanya, Jl KA Dahlan, Lrg Soak Bato No 2 Kelurahan Talang Semut Kecamatan Bukit Kecil Palembang, Kamis (6/10) lalu. 

Pada tahun 1950 an saja, seingat Nasir terdapat beberapa bioskop. Seperti bioskop Mahkota yang sekarang menjadi JM, Jl Letkol Iskandar. Kemudian bioskop Saga yang sekarang menjadi kantor Dinas Pendapatan (Dispenda)Palembang, Panca warna di kawasan Cinde yang menjadi eks bioskop Cineplex, Intium/Mustika yang sekarang menjadi balai Prajurit di kawasan Pasar Sekanak, bioskop Raya depan Majid Agung serta bioskop Rosida di pasar Sekanak. 

Hanya saja, dari beberapa bioskop tersebut, Amin menyatakan bioskop International merupakan bioskop terbesar. Karena daya tampungnya yang cukup besar. Hanya saja, akhir tahun 1980 an, para pengunjung bioskop secara global mengalami penurunan. Dampak keluarnya kaset video serta didominasinya film lokal serta luar negeri membuat penggelola bioskop kesulitan berkembang.

Internasional Plasa Saat kini 2008
Alasan ini pula yang membuat generasi kedua dari pemilik bioskop International putar otak. Yang ujung-ujungnya mengeluarkan ide brilliant dengan memberanikan diri membangun pusat perbelanjaan skala besar yang sekarang disebut mall. 

Ubah Mindset Perwajahan Palembang  dibawah naungan PT Indah PlazaInternational, gedung berlantai lima dibangun dengan nama International Plaza akrab disebut IP, mulai dibangun tahun 1989. Gedung bioskop yang dulunya menghadap ke jalan Jendral Sudirman sedikit bergeser dan mengarah kedua sudut jalan. Jendral Sudirman serta Jl Letkol Iskandar. IP sendiri mulai beroperasi sejak Februari 1991, dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumsel kala itu, H RamliHasan Basri. 

Dampak pembangunan IP dikatakan Nasir Amin yang kini duduk sebagai Komisaris IP, cukup besar. Pertama, mindset perwajahan Palembang berubah menjadi lebih maju dengan berdirinya sebuah plaza atau mall.  “Temen saya dari Jawa yang sempat gak mau datang ke Palembang karena dulu masih dianggapnya seperti dusun terkejut dengan pembangunan plaza tersebut,” ungkap Nasir tersenyum. 

Didukung berbagai tenant terkenal, sebut saja Matahari DepartemenStore yang menyewa 3,5 lantai IP, KFC, food court, 21 dan lainnya pengunjung IP pun membludak. Bahkan, saat awal dibuka, IP seperti menjadi Ikon Palembang. Masyarakat luar Palembang asal Sumsel, saat plesiran berusaha menyempatkan diri datang ke mall ini. (wwn)

Sumber Tulisan dan Foto Lama : http://www.sumeksminggu.com/ 

30 April 2012

Amanzi Waterpark Palembang


Sejak beroperasi akhir tahun lalu, Amanzi Waterpark telah menjadi salah satu icon wisata di Kota Palembang.Tentu ini membanggakan masyarakat  Kota Palembang. Bagi wisatawan yang datang ke Kota Palembang,  tidak sempurna jika belum merasakan sensasi yang luar biasa dengan bermain air di Amanzi Waterpark yang berada di kawasan perumahan CitraGrand City. Jika sudah begitu, tentu masyarakat Kota Palembang  akan lebih menyesal lagi jika belum menikmati Amanzi Waterpark yang memiliki wahana permainan komplit berikut fasilitas pendukungnya yang dapat membuat enjoy dan rileks.

Program yang sudah berjalan di Amanzi Waterpark antara lain : Student Rate  (rate khusus untuk pelajar/mahasiwa), Birthday Package  (paket khusus yang akan merayakan ulang tahun), Friends & Family Package, dan Voucher Ticket (bisa digunakan untuk souvenir atau program promosi).

Bermain air bersama keluarga atau teman di Amanzi Waterpark memang sangat menyenangkan. Bagaimana tidak, sarana rekreasi dan olahraga air yang bisa dinikmati semua  level usia, dari balita sampai dewasa ini memiliki berbagai wahana yang mengasyikan dan menegangkan sehingga membuat pengunjung betah bermain air berjam-jam. Wahana permainan di Amanzi Waterpark terintegrasi antara satu dan yang lainnya. Sehingga pengunjung tak perlu berjalan jauh menikmati berbagai permainan air yang ada di  Amanzi Waterpark.
Faktor keamanan mendapat perhatian penuh di Amanzi Waterpark. Hampir di setiap arena permainan, seorang penjaga keselamatan atau life guard berdiri mengawasi dan siap memberi pertolongan. Setelah lelah bermain air, pengunjung bisa istirahat melepas penat dengan mengisi perut yang kosong di Amanzi Cafe yang lokasinya tak jauh dari arena permainan. Bagi pengunjung yang ingin membeli cinderamata Amanzi Waterpark atau ingin berfoto bersama bisa datang ke Amanzi Store. Pengunjung semakin nyaman karena Amanzi Waterpark juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti Free WiFi, Locker Room, Cabana Rental, Medical Room, Prayer Room, dan ATM Center.  

Dan kini masyarakat semakin mudah jika ingin ke Amanzi Waterpark. Pasalnya, taksi Blue Bird akan membuka pangkalannya di Amanzi Waterpark. Selain itu akan segera dibuka jalur Transmusi Bandara – Terminal Alang-alang Lebar via Amanzi Waterpark. Jadi tunggu apalagi, datanglah ke Amanzi Waterpark dan rasakan serunya bermain air bersama keluarga dan teman.  Waktu operasional Amanzi Waterpark setiap hari mulai dari pukul 10.00 - 18.00 WIB.

Dan berikut ini adalah Informasi Harga
  • Harga Tiket Masuk Umum
    Senin – Jumat : Rp. 50000/orang
    Sabtu : Rp. 75000/orang
    Minggu atau hari libur : Rp. 100000/orang
  • Harga Tiket Masuk Khusus
    Usia>60 tahun senin-jumat : Rp. 30000/orang (tunjukkan KTP)
    Usia>60 tahun sabtu : Rp. 50000/orang (tunjukkan KTP)
    Usia>60 tahun minggu : Rp. 65000/orang (tunjukkan KTP)
  • Harga Sewa Ban
    Single : Rp. 10000/unit
    Double : Rp. 15000/unit
    Deposit ban single : Rp. 10000/unit
    Deposit ban double : Rp. 15000/unit
  • Harga Sewa Loker
    Personal (kecil) : Rp. 5000/@ 1 coin
    Family (sedang) : Rp. 5000/@ 2 coin
  • Deposit Smart Card : Rp. 20000/buah (berlaku 1 bulan)
  • Harga Sewa Cabana
    Senin – Jumat : Rp. 100000/unit/check in
    Sabtu & minggu/libur : Rp. 200000/unit/check in
    Deposit Cabana (setiap hari) : Rp. 50000/unit/check in
Sumber Tulisan : Grand City 

Palembang, Citra Grand City , 0512, Dodi NP

28 April 2012

Bus Rapit Transit (BRT) Trans Musi Palembang

Bus Trans Musi sedang menunggu penumpang di terminal Karya Jaya
Keberadaan Bus Rapit Transit (BRT) Transmusi bagi masyarakat Kota Palembang merupakan bentuk upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang mewujudkan pelayanan terbaik di bidang transportasi.

Bidang angkutan umum yang satu ini merupakan salah satu program Pemkot Palembang dalam penyelenggaraan green transportation atau transportasi hijau karena Transmusi merupakan moda angkutan berbahan bakar gas. Sistem transportasi hijau dari Transmusi ini sesuai dengan keputusan wali kota untuk menjadikan Palembang sebagai kota yang bermoto Green,Clean, and Blue.

Kondisi di dalam Bus Trans Musi
Selain memberi pelayanan terbaik berupa kenyamanan dan keramahan lingkungan, dasar program pengadaan transportasi massal Transmusi juga untuk meredam sekaligus menghilangkan kesan ketidakaturan angkutan jenis bus kota yang terkadang tanpa memperhatikan aspek keselamatan.

Untuk itu, Pemkot Palembang menargetkan keberadaan angkutan bus kota tidak boleh beroperasi lagi di ruas jalan protokol kota paling lambat akhir tahun 2013 mendatang. Salah satu strateginya tidak memperpanjang lagi trayek bus kota tapi memperbanyak jumlah unit Transmusi.

Pemkot Palembang juga menambah sekitar 80 unit armada bus Transmusi yang dananya diserap melalui APBD sebesar Rp15 miliar ditambah APBD Perubahan sebesar Rp25 miliar. Estimasi satu unit Transmusi besar sekitar Rp1,3 miliar.Di samping armada,Pemkot juga menyiapkan SDM terbaik.

Para awak dan pramugara Transmusi diberikan pendidikan dan latihan khusus yang bertujuan memberikan pelayanan maksimal terhadap masyarakat pengguna jasa transportasi massal.Adapun operasional Transmusi dimulai sekitar pukul 06.00-18.00 WIB dengan tarif penumpang sekitar Rp3.000 (Per Desember 2011 berubah menjadi Rp.4.000,-) untuk Route Indralaya atau Pangkalan Balai Rp.7.000,-. Roundtrip per hari sekitar 6 kali dengan headway sekitar 10-15 menit.

Load factor Transmusi pun cukup tinggi diangka 75% dengan jumlah penumpang 7.500 orang/hari dan rata-rata penumpang per bulan mencapai 225.000 orang Sistem tiket Transmusi juga dikembangkan dengan menerapkan smart card atau kartu pintar.

Selain itu, dikembangkan Intelligent Transport System (ITS) melalui pembuatan traffic control room yang dapat melakukan kontrol terhadap operasional Bus Trans Musi maupun kondisi lalu lintas di Kota Palembang. Sarana pendukung lainnya seperti halte juga terus dipersiapkan dengan rincian halte dibangun menggunakan APBD Kota Palembang dan sisanya dibangun pihak ketiga.

Sebanyak 60 halte yang dibangun berada di kawasan Seberang Ulu dan sebagian lagi berada di daerah Seberang Ilir dengan rincian 20 halte dibangun di koridor Plaju-Kertapati, 20 halte di koridor Jakabaring-PS Malldansisanya diSeberangIlir. Program angkutan massal ini sesuai dengan apa yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan.

Pembangunan halte busnya sendiri tergolong prosesnya cepat. Walaupun konsepnya seperti busway di ibu kota tapi nggak sepenuhnya dibuat sama persis. Jalur jalan Trans Musi ini sama seperti jalur kendaraan umum lainnya, dia nggak punya jalur khusus. Bedanya Trans Musi ini memberikan kenyamanan menggunakan jasa angkutan umum. Sebenarnya proyek ini untuk menghilangkan bus kota yang ada di Palembang. Secara berkala setiap tahun bus yang habis masa trayeknya maka nggak boleh diperpanjang lagi.

Ini merupakan kewajiban pemerintah untuk menyediakan angkutan umum dengan penerapan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Tujuan pengembangan angkutan perkotaan adalah bagaimana angkutan umum menjadi pilihan dan idola masyarakat dalam bertransportasi.

Sumber Tulisan : Sindo

Koridor Reguler
Harga: Rp 4000

1. Koridor 1: Ampera – Alang-Alang Lebar
2. Koridor 2: Sako Kenten – Palembang Indah Mall (PIM)
3. Koridor 3: Jakabaring – Palembang Square (PS) Mall
4. Koridor 4: Plaju – Terminal Karya Jaya
5. Koridor 5: Bandara SMB II – Alang-Alang Lebar
6. Koridor 6: Pusri - Palembang Square (PS) Mall
Next : Koridor 7 Bandara SMB II - Bukit

Koridor Khusus
Harga: Rp 7000

1. Koridor Pangkalan Balai: Alang-Alang Lebar – Pangkalan Balai
2. Koridor Indralaya: Terminal Karya Jaya - Indralaya

Next : Koridor khusus CBD (Central Business District)
Airport Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II - Masjid Agung - IP - PIM - PS dan CBD lainnya



Trans Musi, Terminal Karya Jaya, 0412, Dodi NP

22 April 2012

Bentor Baturaja

Bentor yang menjadi salah satu transportasi alternatif di kota Baturaja.

Bentor merupakan singkatan dari 'Becak Bermotor'.seperti di kota-kota lainnya yang merupakan angkutan alternatif pengganti becak atau bendi yang sudah tidak beroperasi lagi, dengan menggabungkan kereta penumpang yang digabungkan dengan sepeda motor. Bentuk keretanya beroda dua mirip becak. Kereta itu kemudian digabungkan dengan sepeda motor dan menjadi alat angkut beroda tiga yang populer di masyarakat.

Seperti di daerah Baturaja juga dapat kita lihat sejumlah bentor berkeliling mengitari kota untuk mencari penumpang dengan tarif di kisaran 10 - 20 rb. Bentor di Baturaja sendiri ada 2 jenis ada yang seperti Bentornya Gorontalo dimana  kereta penumpangnya ada di depan dan ada juga seperti Bentor Siantar yang menyamping. Di  Sumatera Selatan sendiri hampir di setiap kota kabupaten memiliki bentor dengan ciri khas masing-masing seperti di Palembang, OI, Lahat dan beberapa tempat lainnya.

Baturaja, Pasar Baru, 0412, Dodi NP