
Seperti di Palembang sendiri untuk makanan tradisional sendiri dari Pemrintah Kota Palembang secara persis jumlah belum terdata, tapi ada puluhan jenis yang nyaris punah dan jarang di temui seperti mentu, dadar jiwo, gandus, putu embun, bangkit, tapel, pare, lumpang, manam sahmin, kumbu kacang dan puluhan jenis lain. Makanan tersebut terkadang hanya disajikan saat acara formal, walaupun terkadang makanan tradisional ini ada tersaji saat bulan Romadhon di pasar-pasar bedug di kota Palembang.
Sungai musi yang banyak mengandung sumber makanan seperti ikan, dan dari sinilah mulai banyak tercipta olahan makanan khas Palembang yang berbahan ikan. Pada masa Kesultanan Palembang, pempek disebut kelesan. Kelesan adalah panganan adat di dalam Rumah Limas yang mengandung sifat dan kegunaan tertentu. Dinamakan kelesan juga karena makanan ini dikeles atau tahan disimpan lama," ucap pemerhati sejarah Palembang, KMS H Andi Syarifuddin, dilansir dari KompasTravel pada Rabu (13/2/2019).

Lantas dari mana nama pempek berasal, jika nama aslinya asalah kelesan? Ternyata, nama pempek berasal dari sebutan pembeli kepada penjual kelesan. "Empek adalah sebutan bagi orang China yang menjajakan kelesan. Para pembeli yang biasa membeli kelesan, dan rata-rata anak muda. sering memanggil penjual kelesan dengan kalimat, 'Pek, empek, mampir sini!'," cerita Andi. Akhirnya panggilan pempek lebih populer dari kelesan dan nama pempek bertahan sampai saat ini.
Penamaan makana tradisional seperti pempek, lakso, laksan, tekwan, burgo, celimpungan dan lain sebagainya tidak terkait dengan sejarah yang ada di kota Palembang ini, seperti penamaan "nasi minyak" yang lebih di kenal di kota ini ketimbang dengan nasi kebuli, nasi briyani, atau jenis nasi dari timur tengah lainnya.
Nasi minyak adalah masakan khas Sumatra Selatan berupa olahan nasi yang dimasak dengan minyak samin dan rempah-rempah khas Nusantara dan Timur-Tengah. Sekilas nasi minyak terlihat seperti nasi kebuli, hal ini dikarenakan nasi minyak merupakan masakan Palembang yang memang mendapat pengaruh dari Timur-Tengah tempat nasi kebuli itu berasal. Nasi minyak biasanya disajikan bersama pelbagai pelengkap, seperti daging malbi, sate pentol, ayam goreng, acar ketimun, kismis dan sambal nanas.
Begitu juga ragit yang merupakan asimilasi dari masakan timur tengah dan melayu, makanan seperti jala yang di kasih dengan kuah kari
Begitu juga ragit yang merupakan asimilasi dari masakan timur tengah dan melayu, makanan seperti jala yang di kasih dengan kuah kari

Lalu kemudian diadopsi oleh masyarakat kota Palembang untuk membuat makanan tersebut sesuai dengan cita rasa dan lidah masyarakat kota Palembang. Mereka mendambahkan kuah kaldu serupa dengan sup dan menambahkan bumbu khas daerah tersebut. Mengapa sampai dinamakan Tekwan?, ternyata hal ini masih rancu.
Ada yang bilang tekwan itu “berkotek samo kawan”, artinya makan tekwan sambil ngobrol sama teman-teman (seperti yang dikatakan Wikipedia). Lalu ada juga yang mengatakan , “Take One", yang berasal dari bahasa Inggris yang artinya ambil satu, yang maksudnya di makan satu-satu jangan sekaligus, sama seperti makanan Laksan yang sebagian ada yang menginformasikan asal mula katanya sebagai "Lukcy-Son" atau anak laki-laki yang beruntung. Hal ini justru di rasa tidak benar di karenakan :
Ada yang bilang tekwan itu “berkotek samo kawan”, artinya makan tekwan sambil ngobrol sama teman-teman (seperti yang dikatakan Wikipedia). Lalu ada juga yang mengatakan , “Take One", yang berasal dari bahasa Inggris yang artinya ambil satu, yang maksudnya di makan satu-satu jangan sekaligus, sama seperti makanan Laksan yang sebagian ada yang menginformasikan asal mula katanya sebagai "Lukcy-Son" atau anak laki-laki yang beruntung. Hal ini justru di rasa tidak benar di karenakan :
- Inggris hanya 3 tahun bercokol di Palembang dan berakhir pada tahun 1816 kekuasaan Inggris di kembalikan kepada hindia Belanda, sedangkan makanan ini sudah ada melebih dari tahun kekuasaan Inggris.
- dan mungkin juga kata-kata ini hanya kata-kata "Guyonan" masyarakat Palembang pada masa kini.
- Dasar sejarah yang tidak ada menyatakan atas penamaan tersebut.
Sebenarnya masih sangat banyak sejarah yang perluh di ungkap atas berpengaruh dari penyerapan kosa kata-kata asing yang saat ini ada di Nusantara khususnya kota Palembang ini, tinggal mau atau tidaknya kita demi pelurusan sejarah di kota ini.
Refrensi :
https://entrepreneur.bisnis.com/
https://www.kompasiana.com/
https://travel.kompas.com/
http://poestahadepok.blogspot.com/
http://poestahadepok.blogspot.com/
No comments:
Post a Comment