CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

16 June 2012

Resep Kelempang Panggang

Ada lagi nih resep kemplang panggang, atau biasa di sebut dalam bahasa palembangnnya kemplang tunu. Bahkan ada juga kemplang panggang / tunu yang besar dan tebal di sebut kemplang badak. Pengembangan jenis kemplang sama dengan pempek, karena ada juga pempek panggang. Lengkap sudah, kalau pempek ada yang di rebus, digoreng, dan di panggang saat disajikan. Tapi kalau kemplang siap disantap hanya ada yang di goreng dan di panggang. Begini nih resepnya :
kemplang panggang mentah Ce' Dung  
Bahan
  • 1 kg ikan segar (tenggiri/gabus/kakap)
  • 2 kg Sagu
  • Air 750 ml
  • Garam 4/5 Ons
  • Bumbu penyedap 1/5 ons
adonan dasar pempek cek dung  kemplang pempek cek dung
Cara pembuatan :
  • Campur ikan segar yang sudah digiling halus dengan air, garam, dan bumbu penyedap. Aduk sampai rata
  • Adonan tersebut dicampur dengan sagu lalu di uleni
  • Timbang adonan per 1 kilogram dan dibuat lenjeran.
  • Lenjeran yang sudah jadi langsung di rebus selama kurang lebih 1 jam dan langsung dijemur.
  • Lalu diiris dan dijemur sampai kering.
  • Setelah kering siap untuk dipangang
Tips :
  • Berbeda dengan pembuatan pempek, adonan sebaiknya diuleni sedikit lebih keras.
Selaian pembuatan kemplang panggangyang mebutuhkan keahlian khusus, untuk proses pemanggangnya butuh keahlian khusus juga, biar kemplang yang dihasilkan mengembang baik, renyah dan rata. Wah, maaf belum bisa cerita soal cara memanggang ya, semoga di kesempatan lain. Tapi kalau resep sambal kemplang panggang/tunu sudah ada tuh.
Semoga bermanfaat, selamat mencoba dan menikmati.

15 June 2012

Fender Jembatan Ampera yang Baru

Saat tug boat yang membawa tongkang batu bara melintasi fender jembatan ampera
INILAH.COM, Palembang - Mulai hari ini, Selasa (10/1) angkutan batubara akan melewati jalur khusus di areal perkebunan diteruskan melalui sungai.

DPRD Sumsel mengingatkan agar hal ini diantisipasi supaya tugboat dan tongkang pengangkut batubara yang melintasi Sungai Musi tidak menabrak Jembatan Ampera. Ketua Komisi IV DPRD Sumsel Rozak Amin, Senin (9/1), mengatakan, perlu diantisipasi dengan harus ada aturan tegas mengenai hal tersebut.

Menurut dia, rencana pemindahan jalur angkutan batubara sudah tepat, namun harus juga diperhatikan karena tongkang pengangkut batubara itu nantinya juga akan melewati Jembatan Ampera. "Rencana ini perlu mendapat perhatian, dan pihak terkait juga harus segera mengantisipasi, jangan sampai tongkang-tongkang tersebut menabrak tiang atau fender Jembatan Ampera, kalau itu terjadi, permasalahan akan semakin besar dan berat," katanya.

saat pengecoran fender  jembatan ampera Foto : Sumeks
Menurut Rozak Amin, tongkang-tongkang pengangkut batubara nanti, harus dikawal oleh kapal pemandu di depan dan belakang tongkang. Hal ini, untuk mengamankan tiang Jembatan Ampera. "Yang penting rencana pemindahan jalur angkutan batubara ini harus mendapat perhatian, jangan sampai satu masalah selesai, malah menimbulkan masalah baru yang lebih rumit," katanya. Anggota Komisi IV DPRD Sumsel Najib Matjan menambahkan, angkutan batubara melalui sungai sangat dilematis, di satu sisi mengancam tiang Jembatan Ampera, namun di sisi lain, penambangan batubara harus terus jalan.

“Karena itu pemerintah daerah harus mengantisipasi dan kita akan mengawasinya,” kata Rozak. Pada kesempatan ini Najib mengaku kecewa dengan pengusaha batubara yang tidak membantu mengatasi kerusakan jalan menuju Pelabuhan Tanjung Api-api (TAA). Padahal kerusakan itu akibat truk batubara. Sebelumnya, Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Sumsel Robert Heri mengatakan, pembangunan jalan khusus batubara sepanjang kurang lebih 200km, mulai dari Lahat dan bermuara di Sungai Musi yang berlokasi di Muara Lematang. Jalan itu melintasi jalan-jalan milik perusahaan perkebunan, perusahaan minyak, dan hutan. 

"Jadi, dengan adanya jalan khusus batubara ini, truk-truk dapat mengangkut batubara dari lokasi tambang di Lahat ataupun Muaraenim langsung ke dermaga yang ada di Muara Lematang, tanpa harus melewati jalan umum lagi," katanya.

Selama masa uji coba hingga April mendatang, sesuai Pergub Sumsel, hanya truk batubara bermuatan 8 ton saja yang boleh melintasi jalan umum, sementara untuk truk bermuatan 12 ton atau lebih seperti jenis fuso dan trailer, dilarang beroperasi.

"Masa uji coba jalan khusus batubara ini selama tiga bulan, dari uji coba ini kita dapat mengetahui apa yang menjadi kekurangan dari jalan tersebut. Setelah tiga bulan masa uji coba seluruh truk batubara kita stop total untuk melintasi jalan umum, tanpa terkecuali, semua truk harus melewati jalan khusus batubara," kata Robert. [mor]

Sumber tulisan :  sindikasi.inilah.com

Palembang, Ampera, 0612, Dodi NP

14 June 2012

Program Sumsel Free Wifi

Program sumsel Wifi Area yang baru di launcing 1 Juni 2012 di Griya Agung Palembang
Palembang, Sumatera Selatan Cyber City merupakan konsep kota modern yang berbasis teknologi. Konsep kota masa depan yang memudahkan masyarakat mengakses layanan informasi tanpa batas melalui internet. Sebab internet saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Demikian semangat yang dicanangkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, yang akan melaunching program cyber city (kota modern berbasis teknologi informasi) di Palembang pada Kamis (01/06/2012) mendatang.

“Sebuah kota dengan konsep Cyber City yang telah mapan akan menjadi sebuah kota yang terkoneksi di seluruh bidang. Berbagai kebutuhan masyarakat kota dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, politik, pendidikan dan lain-lain tersaji dalam satu konsep yang saling berhubungan. Sehingga pada akhirnya konsep Cyber City akan dapat meningkatkan kualitas masyarakat Sumsel,” kata Alex Noerdin di Palembang, Selasa (29/05/2012).

“Jika saya dipercaya masyarakat memimpin DKI Jakarta, tentu saja ini juga akan dilakukan di Jakarta,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel, Ir Sarimuda MT, kepada pers, menjelaskan tujuan program ini merupakan salah satu cara Pemprov Sumsel untuk mencerdaskan masyarakat agar melek teknologi.

“Ini juga merupakan konsep logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses internet secara luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. Konsep ini juga sudah diterapkan di sejumlah kota besar di dunia,” jelasnya.

Menurutnya, pemasangan hot spot Wi-Fi (wireless fidelity) di sejumlah tempat terbuka seperti taman kota, tempat olahraga, bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan modern dan tempat wisata akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu yang bersamaan.

"Pemasangan hot spot Wi-Fi (wireless fidelity) di 14 titik  sejumlah tempat terbuka seperti Kambang Iwak, Jakabaring Sport City, Taman Fly Over Polda, PIM,  halaman kantor gubernur, Dishubkominfo, Griya Agung, Palembang Square, PTC, PIM, Bandara, IAIN Raden Fattah, Kampus Unsri, dan Stasiun Kereta Api Kertapati." (kutipan trijayafmplg.co.id)

Di samping itu, keberadaan layanan akses internet akan memancing minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik untuk berdatangan ke lokasi hot spot layanan internet . Demikian juga para pebisnis dapat memanfaatkan internet di ruang publik sehingga Palembang dan Sumsel akan menjadi salah satu daerah tujuan bisnis dan objek wisata yang diharapkan bisa semakin terkenal dalam skala nasional maupun
internasional.

Pengguna laptop, "Windows Mobile" atau "Smart Phone" dapat berinternet dari mobil yang melaju di jalan raya, rumah, kantor, kafe, bahkan di pinggiran kota Palembang. “Berwisata sambil mengirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, sekolah atau kuliah adalah contoh aktifitas yang bisa dilakuka secara bersamaan dengan program cyber city ini. Model kerja dinamis ini akan menjadi tren di Palembang, Juni nanti,” pungkasnya. (tw/van)

Sumber tulisan :  news.detik.com

Palembang, Flyover, 0612, Dodi NP

13 June 2012

Piala Adipura ke 6 Kota Palembang

Salah satu baliho ucapan selamat atas di raihnya penghargaan adipura ke 6 kota Palembang tahun 2012

Sebagai wujud kebanggaan dan terima kasih kepada seluruh warga Palembang, kemarin Piala Adipura keenam yang diraih oleh Kota Palembang dan piala Adiwiyata serta piala Wahana Tata Nugraha, diarak keliling kota. Arak-arakan ini disambut meriah oleh warga Palembang. Arak-arakan dimulai dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Rute yang dilewati yakni dari Bandara Internasional SMB II-Jl Tanjung Api-Api (TAA), Jl Kol H barlian, Simpang Polda-Jl Basuki Rahmat-Jl R Soekamto-Simpang Patal-Jl RA Rozak-Simpang Pusri-Jl Perintis Kemerdekaan-Jl Veteran-Simpang Charitas-Jl Kapt A Rivai-Jl Merdeka-Jl Jend Sudirman-Putaran Cinde-Jl Jend Sudirman-BAM-Kantor Pos Merdeka-BKB-Bawah Jembatan Ampera.

Dibawah Jembatan Ampera, piala disambut oleh Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT. Eddy menjanjikan akan memberikan bonus kepada semua yang berpartisipasi atas keberhasilan mendapatkan piala adipura untuk keenam kalinya. 

Direncanakan tahun 2013, sebanyak lima orang perwakilan dari dinas terkait, yakni Dinas Kebersihan Kota (DKK), Dinas Penerangan Jalan dan Pertamanan (PJP), Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Palembang dan dinas yang terkait lainya akan diberangkatkan umroh.

“Mungkin rewardnya akan lebih baik lagi, umroh misalnya untuk mereka yang turut berjuang dalam meraih adipura. Untuk keberangkatan 30 orang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Palembang ini kemungkinan dapat direalisasikan pada tahun 2013 mendatang. Kalau anggarannya sudah ada, tetapi tidak mungkin kita berangkatkan tahun ini, bisa saja tahun depan,” katanya, usai prosesi penyambutan Piala Adipura, Piala Adiwiyata dan Penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk Kota Palembang Tahun 2012, Rabu (6/6) di taman Jembatan Ampera.

Sedangkan bentuk reward, seperti tahun lalu, satu bulan honor tambahan untuk pasukan kuning di lingkungan DKK Palembang, tetap akan diberikan.  “Nanti akan kita bahas lagi bersama wakil walikota dan Sekda untuk mereka petugas kebersihan ini,” tukasnya.

Eddy menambahkan, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat serta SKPD yang ada di Pemkot Palembang. “Saya dan Wawako Pak Romi berupaya yang terbaik untuk Palembang. Keberhasilan Palembang harus terus dilanjutkan oleh orang yang lebih baik dari saya. Ya, saya kira Pak Romi nanti bisa melanjutkan perjuangan ini,” paparnya.

Sementara belum berhasilnya Kota Palembang meraih supremasi piala paling bergengsi Adipura Kencana, tidak membuat pemerintah kota (Pemkot) Palembang berkecil hati. Menurutnya, itu harus menjadi motivasi instansi pemerintah dan masyarakat kota Palembang khususnya. Untuk lebih bersama-sama untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan dari masyarakat itu sendiri.

“Kita harus lebih memperbanyak kader lingkungan, jika dibandingkan dengan kota Surabaya, kita harus lebih memperbanyak kader lingkungan yang ada. Yang ada saat ini hanya berjumlah 400 kader lingkungan jika dibandingakn Surabaya berjumlah 4.000 kader lingkungan yang mereka miliki,” jelas Eddy.

Untuk mewujudkan kader lingkungan akan kebersihan lingkungan tempat tinggal ini, haruslah dimotivasi akan kebersihan. “Harus dimulai dari menjaga kebersihan dari lingkungan rumah,WC, dapur dan harus ada sanitasi yang bagus,” jelasnya.

Kader lingkungan juga masih kata Eddy, tidak lepas juga dari campur tangan pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. “Yang penting itu sosialisasinya, yang harus diprioritaskan untuk menjaga lingkungan, seperti tidak melakukan penyetruman di sungai, mengalakan menjaga kebersihan udara, dan lain-lainya yang berkaitan dengan lingkungan,” tegasnya. (ika)

Sumber tulisan : palembang-pos.com 

Palembang, Kebangkan, 0612, Dodi NP