CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
Showing posts with label Pemerintahaan. Show all posts
Showing posts with label Pemerintahaan. Show all posts

06 February 2017

Eks Hotel Musi Palembang Di waktu malam


Eks hotel musi Palembang yang terletak di Jl. Merdeka bersebelahan dengan Eks Bioskop Oriental/Saga yang menjadi kantor Dispenda Kota Palembang, dan eks hotel musi saat ini di fungsikan sebagai kantor Badan Kepegawaian Daerah Dan Diklat Kota Palembang

Lokasi                            : Jl. Merdeka
Waktu Pengambilan      : Selasa, 31 Januari 2017
Jam                                : 20:35 WIB
                                         Lenovo Vibe K4 Note

Lengkap lihat : Sejarah Hotel Musi

05 January 2017

Gubernur Sumatera Selatan dari Masa ke Masa

Gubernur Sumatera Selatan dari masa ke masa

Mereka yang Pernah Menakhodai Sumatera Selatan

Sampai tahun 2008, sebanyak 13 tokoh telah memimpin Sumatera Selatan. Setiap pemimpin punya catatan perjalanan tersendiri sesuai dengan zaman mereka.

Masa pemerintahan peralihan dari penjajahan Jepang ke masa kemerdekaan Republik Indonesia ditandai oleh pengangkatan Adnan Kapau Gani—yang sering disingkat AK Gani—sebagai Residen Palembang pada 24 Agustus 1945. Pengangkatan tokoh yang terlibat pergerakan kemerdekaan itu dilakukan Menteri Negara M Amin dan Gubernur Provinsi Sumatera Mr Teuku Mohd Hassan.
Setelah pengangkatan ini, Gani dipercaya pemerintah pusat menjadi gubernur muda untuk Sumsel. Sebagai gubernur militer, AK Gani mendapatkan wilayah kerja Sumatera Selatan, Bengkulu, Jambi, dan Lampung.
Sebagai pemegang tongkat kepemimpinan, AK Gani menjalin hubungan dagang antara Palembang dan Singapura, bahkan dengan penyelundup senjata api.
Pada 1945 Gani dipercaya menjadi koordinator pertahanan untuk wilayah Sumatera. Pada tahun yang sama, Tentara Keamanan Rakyat terbentuk di Palembang. Setahun berikutnya Angkatan Laut RI dan Angkatan Udara RI. Pada Februari 1946 Palembang memiliki sekolah kader untuk calon perwira.
AK Gani yang memiliki latar belakang sebagai seorang dokter dan berpengalaman sebagai seorang aktor rupanya juga mempunyai keterampilan berdiplomasi. Kemampuan inilah yang mampu meredam aneka insiden yang hampir meletus di Sumsel. Faktor keamanan yang kuat juga turut mengambil peran dalam perkembangan ekonomi Sumsel.
Perekonomian di Sumsel tahun 1946 lebih baik dibandingkan dengan daerah lain di Indonesia. Pada akhir 1946 Palembang menjadi kota bandar yang ramai dikunjungi dengan pemasukan Rp 1 juta-Rp 2 juta per hari dari kegiatan pelabuhan.
AK Gani diberhentikan dengan hormat dari jabatannya mulai 1 Januari 1950 seiring dengan lahirnya keputusan hasil Konferensi Meja Bundar yang menyelesaikan konflik Republik Indonesia dan Belanda. AK Gani juga menerima kalung emas 24 karat dari masyarakat Sumatera dan mendapatkan julukan ”Pemimpin Gerilya Agung”.
Penghentian jabatan Gani itu sekaligus mengangkat kembali drg M Isa sebagai Gubernur Sumatera Selatan. Sebelumnya, M Isa diserahi tanggung jawab sebagai Residen Sumsel menggantikan Gani, November 1946.
Pada awal kepemimpinan AK Gani, M Isa sudah jadi tokoh terkemuka di pemerintah Palembang. Bersama AK Gani yang menjabat sebagai Gubernur Militer Istimewa Sumsel dan sejumlah petinggi di Sumsel, Gubernur Muda Sumsel M Isa ikut serta dalam perundingan Indonesia-Belanda yang membahas penghentian tembak-menembak, 24 Agustus 1949.
Masa kepemimpinan M Isa juga melewati perjuangan. Kondisi negara pada waktu itu belum stabil karena Belanda masih ”mengganggu” kemerdekaan Indonesia. Kekacauan di Indonesia, termasuk di Sumsel, membuat kepemimpinannya penting dalam kerangka perjuangan.
Sejumlah tokoh merasakan besarnya semangat perjuangan M Isa, seperti yang dituturkan tokoh Tionghoa, Tong Djoe. Pada masa perjuangan itu, masyarakat dari pelbagai kelompok etnis ikut berjuang, termasuk masyarakat Tionghoa lewat berbagai organisasi, seperti Persatuan Kaum Tani Tionghoa. M Isa mengakhiri kepemimpinannya pada tahun 1952.
Winarno memimpin Sumsel pada tahun 1952-1957. Sayangnya, tidak banyak catatan tentang sosok Winarno. Winarno digantikan HM Husein yang menjabat pada 1957-1958. Pada saat yang sama Muchtar Prabu Mangkunegara menjabat Kepala Daerah Sumsel pada 1957-1958. Saat itu muncul wacana penyatuan pimpinan daerah otonom dan pemerintahan umum di tangan satu gubernur kepala daerah.
Tahun 1959 HA Bastari terpilih menjadi Gubernur Kepala Daerah Sumsel lewat sidang pleno DPRD. Dalam masa kepemimpinannya, Bastari banyak menata dan mendisiplinkan pegawainya. Sejumlah mantan pejuang juga menginginkan jabatan di dalam pemerintahan. Urusan inilah yang diatur oleh Bastari.
Selain itu, ia merencanakan penghapusan keresidenan dan kewedanaan. Pembangunan Jembatan Ampera juga dimulai pada masa Bastari, tahun 1962, dan selesai pada kepemimpinan gubernur berikutnya, tahun 1966.
Kepemimpinan Bastari berakhir pada 1963. Masa peralihan kepemimpinan Sumsel dipimpin oleh Sorimuda. Namun, ia tidak lama menjadi caretaker karena Menteri Dalam Negeri menunjuk Pembantu Utama Mendagri Bidang Pelaksanaan Brigadir Jenderal HA Abuyasid Bustomi sebagai penjabat gubernur.
Abuyasid menjabat tahun 1964-1967. Masa jabatan itu cukup singkat karena tahun 1967 Abuyasid ditarik ke Jakarta. Ia digantikan Ali Amin tahun 1967. Nama Ali Amin sebenarnya sudah pernah disebut-sebut ketika pemilihan calon gubernur pada tahun 1964. Dalam pemilihan kali itu, Ali Amin akhirnya menjadi Wakil Gubernur Sumsel.
Ali Amin pernah menjabat Local Joint Committee pada 1949 yang antara lain bertugas mengurusi penghentian tembak-menembak antara pejuang Indonesia dan tentara Belanda. Ali Amin pernah ditangkap Belanda sewaktu mengenakan emblem Merah Putih di pundak baju dalam perayaan ulang tahun negara Sumatera Selatan.
Sebagai gubernur, Ali Amin mendapatkan tugas yang berat karena harus menata daerah pascakerusuhan tahun 1966. Sejumlah kesatuan aksi, seperti KAMI, KAPPI, dan KAGI, masih aktif beraktivitas melanjutkan Tiga Tuntutan Rakyat atau Tritura, 10 Januari 1966. Ali Amin menyelesaikan masa tugas sebagai gubernur pada 1968.
Asnawi Mangku Alam dari Kodam dipilih sebagai gubernur dan dilantik pada 10 Januari 1968. Putra Ulak Baru, Tepi Sungai Komering, ini menjalani sekolah rakyat sampai sekolah dagang menengah pada zaman penjajahan Belanda. Berlanjut semasa pemerintahan Jepang, yakni sekolah dokter hewan dan sekolah pegawai tinggi.
Asnawi kemudian menempuh karier militer dengan bergabung dalam Tentara Republik Indonesia, pertama dengan pangkat kapten. Asnawi ikut membantu Perang Kota. Jabatannya ketika itu adalah kepala intendans berpangkat letnan satu. Pangkat ini lebih rendah daripada pangkat awal kariernya karena ada penyesuaian gelar kepangkatan.
Pada awal kemerdekaan, Asnawi aktif di Barisan Pemberontakan Rakyat Indonesia. Pada akhir karier militernya, Asnawi berhasil meraih pangkat brigadir jenderal purnawirawan.
Seusai di militer, Asnawi diangkat menjadi Gubernur Sumatera Selatan. Pada Januari 1968 Asnawi dilantik menjadi gubernur oleh Mendagri Basuki Rachmat. Jabatan gubernur dipegangnya selama dua kali masa pemerintahan, tahun 1968-1978.
Pertanian dikembangkan
”Destiny is yours,” tutur pria kelahiran 27 April 1921 saat ditanya tentang nasib yang membawa seorang putra petani menjadi gubernur. Kekayaan hasil perkebunan Sumsel semakin dikembangkan pada zaman Asnawi. Pada Agustus 1968 tercatat luas perkebunan yang digarap di Sumsel mencapai 500.000 hektar. Asnawi juga membuka perkebunan tebu 18.000 hektar.
Asnawi menyerahkan jabatan Kepala Daerah Sumsel kepada HA Sainan Sagiman. Sainan diangkat sebagai gubernur lewat surat keputusan presiden tanggal 16 Agustus 1978. Sainan menjabat gubernur selama 10 tahun hingga 1988. Ketika dilantik, Sainan berpangkat brigadir jenderal purnawirawan.
Sebelum menjadi gubernur, Sainan juga pernah ikut dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Dalam Perang Kota, Sainan menjabat sebagai perwira intel. Terakhir, ia bertugas di Kertapati.
Sainan termasuk sosok yang memerhatikan pendidikan. Dalam tahun anggaran 1979/1980, Sainan menaikkan bantuan kepada Universitas Sriwijaya (Unsri) sebesar 10 kali lipat dibandingkan dengan anggaran yang diterima Unsri sebelumnya.
Ia juga menganggarkan Rp 4 miliar untuk sektor pertanian pada 1980. Kemudian, Sumsel menjadi penyelenggara Festival Film Indonesia, Mei 1979.
Pada Juni 1987 Sainan bersama Dirut Pertamina AR Ramly meresmikan operasi komersial Lapangan Minyak Musi di Kabupaten Musi Rawas. Selain menghasilkan minyak, lapangan ini juga menghasilkan 36,5 juta kaki kubik gas alam.
Pada Januari 1988, sembilan pabrik karet bongkah kesulitan mendapatkan bahan baku. Pada tahun yang sama, Sumsel mulai menutup diri sebagai lokasi transmigrasi umum.
Sainan mengakhiri masa jabatan pada September 1988, diganti oleh Brigadir Jenderal H Ramli Hasan Basri. Ramli yang dicalonkan oleh DPP Golkar dilantik sebagai gubernur oleh Mendagri Rudini. Sektor pertanian didorong untuk berkembang pada masa pemerintahannya.
Sumsel mulai ditargetkan menjadi lumbung pangan nasional sejak tahun 1990. Presiden Soeharto menggelar panen raya di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Namun, bencana kekurangan pangan juga pernah dialami warga Air Sugihan, Ogan Komering Ilir, akhir tahun 1991.
Untuk mendukung prestasi olahraga, Ramli membagikan bonus Rp 30 juta untuk atlet peraih medali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XII. Ia juga menyediakan dana Rp 1,5 miliar untuk pembinaan olahraga tahun 1990.
Tanjung Api-api
Ide pembangunan Pelabuhan Tanjung Api-api muncul dalam masa pemerintahan Ramli pada tahun 1991. Ramli juga dikenal sebagian kalangan sebagai gubernur yang peduli terhadap persoalan sejarah dan kebudayaan. Bagi pengamat sejarah, ia termasuk orang yang sangat perhatian pada Kerajaan Sriwijaya. Kepedulian ini sangat berarti karena jarang pemimpin daerah yang memerhatikan sejarah.
Ramli mengakhiri jabatan pada 1998. DPRD Sumsel memastikan Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat Laksamana Pertama TNI Rosihan Arsyad sebagai pengganti Ramli. Pria kelahiran Bengkulu, 29 Juli 1949, yang juga dikenal sebagai penerbang di TNI AL, itu dilantik menjadi gubernur periode 1998-2003 setelah mengantongi 26 dari 45 suara DPRD Sumsel.
Rosihan menganggarkan Rp 3,9 miliar untuk pembinaan petani karet. Pemekaran daerah juga marak terjadi pada masa pemerintahannya. Perhatian pada transportasi juga jadi prioritas Rosihan. Dalam APBD 2001 anggaran sektor transportasi mencapai Rp 112 miliar dari total anggaran Rp 605,5 miliar. Perbaikan jalan diutamakan untuk lintas Sumatera.
Namun, pos anggaran sektor aparatur pemerintah dan pengawasan juga cukup besar, yakni Rp 29 miliar. Dana itu lebih besar daripada anggaran sektor kesehatan, peranan wanita, serta anak dan remaja Rp 20 miliar.
Pada masa pemerintahannya, ia merintis persiapan Sumsel sebagai tuan rumah PON XVI. Salah satunya dengan menyelenggarakan Kejurnas Sepatu Roda pada Juli 2002.
Sejumlah sarana dan prasarana umum juga gencar dibangun saat itu, seperti pembangunan mal, hotel, dan pusat perniagaan. Pembangunan proyek yang pernah ditentang banyak pihak, disebut Rosihan, sebagai upaya peningkatan ekonomi. Terbukti, salah satu dampak positif pembangunan tersebut adalah munculnya aneka pembangkit listrik yang menyuplai listrik ke jaringan Sumatera bagian selatan.
Jabatan Rosihan berakhir pada 12 September 2003 setelah kalah dalam perolehan suara di DPRD Sumsel. Tongkat kepemimpinan berikutnya dilanjutkan pasangan Syahrial Oesman-Mahyuddin.
Pada masa Syahrial, Sumsel dideklarasikan menjadi daerah lumbung energi nasional. Syahrial juga meluncurkan program pariwisata Visit Musi 2008 yang ditiru daerah lain. Pada sisa masa jabatan, Syahrial wajib mundur untuk mengikuti Pilkada. Dia harus bertarung dengan lawannya, Bupati Musi Banyuasin, Alex Noerdin untuk menjadi gubernur ke-14. (AGNES RITA SULISTYAWATY) sumber tulisan : http://nasional.kompas.com/

04 January 2017

Kantor Gubernur Sumatera Selatan

Plakat peresmian kantor gubernur sumatera selatan oleh presiden Ir. Sukarno

Kantor gubernur Sumatera Selatan ini di resmikan pada tanggal 3 November 1960 oleh Presiden pertama RI yaitu Ir. H . Soekarno bersamaan dengan peresmian Universitas Sriwijaya, gedung yang terletak di Jl. Kapt. Arivai No. 1 ini sudah mengalami pergantian gubernur sebanyak 16 kali yakni dari Bpk. Dr. AK. Gani sampai saat ini yang di pimpin oleh Bpk. Alex Nurdin.

Foto Wikimapia

16 July 2012

PT. Pupuk Sriwijaya (PUSRI)

Pusri tahun 1960-an Foto: pusri.co.id

Pabrik pupuk ini didirikan pada 24 Desember 1958 dengan kegiatan usaha produksi pupuk urea. Pabrik ini menempati areal di bekas tapak Benteng Kuto Gawang, yaitu benteng Kerajaan Palembang yang habis dibakar VOC pada tahun 1659. Karena itu pula, di dalam kompleks PT Pusri (Persero) ini, masih banyak terdapat situs arkeologi. Produksi pertamanya pada tahun 1963, yaitu Pusri I dengan kapasitas produksi sebesar 100.000 ton per tahun. Sekitar sebelas tahun kemudian, 1974, dibangun Pusri II yang memiliki kapasitas produksi terpasang sebesar 380.000 ton per tahun dan kemudian ditingkatkan menjadi 570.000 ton per tahun pada tahun 1992. Pusri III dibangun tahun 1976 dengan kapasitas produksi terpasang 570.000 ton per tahun. Pengembangan terus dilakukan. Setahun berikutnya, dibangun Pusri IV, yang berkapasitas sama dengan Pusri III. Pada tahun 1990, dibangun Pusri IB, dengan kapasitas yang sama dengan pendahulunya. Pabrik ini sebagai pengganti Pusri I yang sudah dihentikan operasionalnya karena dinilai tidak efisien lagi. Pabrik ini mulai berproduksi pada tahun 1994.

PT Pupuk Sriwidjaja ( Persero ), yang lebih dikenal sebagai PT Pusri , merupakan Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang produksi dan pemasaran pupuk . Secara legal, PT Pusri resmi didirikan berdasarkan Akte Notaris Eliza Pondaag nomor 177 tanggal 24 Desember 1959 dan diumumkan dalam Lembaran Berita Negara Republik Indonesia nomor 46 tanggal 7 Juni 1960. PT Pusri , yang memiliki Kantor Pusat dan Pusat Produksi berkedudukan di Palembang , Sumatera Selatan , merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia .

 PT Pupuk Sriwidjaja Palembang merupakan anak perusahaan dari PT Pupuk Indonesia (Persero) yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) . PT Pupuk Sriwidjaja Palembang menjalankan usaha di bidang produksi dan pemasaran pupuk. Perusahaan yang juga dikenal dengan sebutan PT Pusri ini, diawali dengan didirikannya Perusahaan Pupuk pada tanggal 24 Desember 1959, merupakan produsen pupuk urea pertama di Indonesia. Sriwidjaja diambil sebagai nama perusahaan untuk mengabadikan sejarah kejayaan Kerajaan Sriwijaya di Palembang, Sumatera Selatan yang sangat disegani di Asia Tenggara hingga daratan Cina, pada abad ke tujuh Masehi.

PT Pusri telah mengalami dua kali perubahan bentuk badan usaha . Perubahan pertama berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1964 yang mengubah statusnya dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan Negara (PN). Perubahan kedua terjadi berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969 dan dengan Akte Notaris Soeleman Ardjasasmita pada bulan Januari 1970, statusnya dikembalikan ke Perseroan Terbatas (PT).
Dari aspek permodalan , PT Pusri juga mengalami perubahan seiring perkembangan industri pupuk di Indonesia . Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 28 tanggal 7 Agustus 1997 ditetapkan bahwa seluruh saham Pemerintah pada industri pupuk PT Pupuk Kujang , PT Pupuk Iskandar Muda , PT Pupuk Kalimantan Timur Tbk ., dan PT Petrokimia Gresik sebesar Rp . 1.829.290 juta dialihkan kepemilikannya kepada PT Pupuk Sriwidjaja ( Persero ).

Struktur modal PT Pusri diperkuat lagi dengan adanya pengalihan saham Pemerintah sebesar Rp . 6 milyar di PT Mega Eltra kepada PT Pusri serta tambahan modal disetor sebesar Rp . 728.768 juta dari hasil rekapitalisasi laba ditahan PT Pupuk Kaltim Tbk . Dengan demikian keseluruhan modal disetor dan ditempatkan PT Pusri per 31 Desember 2002 adalah Rp. 3.634.768 juta. 

Tanggal 14 Agustus 1961 merupakan tonggak penting sejarah berdirinya Pusri, karena pada saat itu dimulai pembangunan pabrik pupuk pertama kali yang dikenal dengan Pabrik Pusri I. Pada tahun 1963, Pabrik Pusri I mulai berproduksi dengan kapasitas terpasang sebesar 100.000 ton urea dan 59.400 ton amonia per tahun. Seiring dengan kebutuhan pupuk yang terus meningkat, maka selama periode 1972-1977, perusahaan telah membangun sejumlah pabrik Pusri II, Pusri III, dan Pusri IV. Pabrik Pusri II memiliki kapasitas terpasang 380.000 ton per tahun. Pada tahun 1992 Pabrik Pusri II dilakukan proyek optimalisasi urea menjadi 552.000 ton per tahun. Pusri III yang dibangun pada 1976 dengan kapasitas terpasang sebesar 570.000 ton per tahun. Sedangkan pabrik urea Pusri IV dibangun pada tahun 1977 dengan kapasitas terpasang sebesar 570.000 ton per tahun. Upaya peremajaan dan peningkatan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan membangun pabrik pupuk urea Pusri IB berkapasitas 570.000 ton per tahun menggantikan pabrik Pusri I yang dihentikan operasinya karena alasan usia dan tingkat efisiensi yang menurun.

Mulai tahun 1979, Pusri diberi tugas oleh Pemerintah melaksanakan distribusi dan pemasaran pupuk bersubsidi kepada petani sebagai bentuk pelaksanaan Public Service Obligation (PSO) untuk mendukung program pangan nasional dengan memprioritaskan produksi dan pendistribusian pupuk bagi petani di seluruh wilayah Indonesia.

Pusri saat ini ( 2008)
Pada tahun 1997, Pusri ditunjuk sebagai perusahaan induk membawahi empat BUMN yang bergerak di bidang industri pupuk dan petrokimia, yaitu PT Petrokimia Gresik di Gresik, Jawa Timur; PT Pupuk Kujang di Cikampek, Jawa Barat;

PT Pupuk Kaltim di Bontang, Kalimantan Timur; dan PT Pupuk Iskandar Muda di Lhokseumawe,Nangroe Aceh Darussalam; serta BUMN yang bergerak di bidang engineering, procurement & construction (EPC), yaitu PT Rekayasa Industri (berkantor pusat di Jakarta). Pada tahun 1998, anak perusahaan Pusri bertambah satu BUMN lagi, yaitu PT Mega Eltra di Jakarta yang bergerak di bidang perdagangan. 


Pada tahun 2010 dilakukan Pemisahan (Spin Off) dari PT Pupuk Indonesia (Persero) (saat itu masih bernama PT. Pupuk Sriwidjaja (Persero)) kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang serta telah terjadinya pengalihan hak dan kewajiban PT Pupuk Indonesia (Persero) kepada PT Pupuk Sriwidjaja Palembang sebagaimana tertuang didalan RUPS-LB tanggal 24 Desember 2010 yang berlaku efektif 1 Januari 2011.  Spin Off ini tertuang dalam Perubahan Anggaran Dasar PT Pupuk Sriwidjaja Palembang melalui Akte Notaris Fathiah Helmi, SH nomor 14 tanggal 12 November 2010 yang telah disahkan oleh Menteri Hukum dan HAM tanggal 13 Desember 2010 nomor AHU-57993.AH.01.01 tahun 2010. 


Sumber tulisan : www.pusri.co.id

24 June 2012

Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Sumsel

Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Sumsel yang belum terselesaikan sampai saat ini.
PALEMBANG, Situs hukum - Pemprov Sumsel tetap memberikan kesempatan kepada kontraktor PT Adi Karya melanjutkan pemancangan tiang pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel di Jl Gubernur HA Bastari, Jakabaring. Kendati lahan seluas 2 hektare tersebut masih dipersoalkan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, bahkan mengaku belum pernah diganti rugi. Pemprov Sumsel menolak membayar dua kali. Seperti diberitakan sebelumnya, (Senin, 3/1) ekskavator yang akan melakukan pembebasan lahan di lokasi tersebut terhenti karena Aidit (46) yang mengklaim sebagai pemilik lahan menghalangi alat berat itu masuk ke lokasi. 

Namun dengan pendekatan persuasif, akhirnya pemprov Sumsel melalui asisten I Setdaprov Drs Mukti Sulaiman yang hadir di lokasi itu mengajak pemilik lahan duduk satu meja. Melalui Kepala Biro Pemerintahan, Mulyadin Rohan, Selasa (4/1) menggelar rapat dan mengundang Aidit untuk hadir di pertemuan kemarin pagi. Sayangnya, Cholil tidak hadir dan hanya bisa diwakilkan beberapa kuasa hukumnya saja. Namun pertemuan itu tertutup bagi wartawan.

Usai pertemuan, Mulyadin Rohan kepada wartawan mengatakan, pemerintah tetap mengharapkan pengertian kepada warga yang mengklaim pemilik lahan agar tidak mengganggu dan menghalangi pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi Sumsel. Pemprov Sumsel memiliki bukti sebagai pemilik lahan tersebut karena saat dibebaskan di 1990-1990 yang selanjutnya dilakukan penimbunan tidak ada warga yang mengklaim atau protes. Hanya saja, dari beberapa persil tanah seperti persil tanah 104-109, ada satu tanah yang memang belum dibebaskan, yakni milik Arifin yang mengantongi sertifikat Tahun 1979.

"Hanya lahan Arifin yang belum dibebaskan, dan memang ada catatannya", kata Mulyadin yang menunjukkan peta persil tanah yang akan dijadikan Perkantoran Kejati Sumsel, dimana lahan tersebut statusnya pinjam pakai.

Persoalannya, ungkap Mulyadin, lahan yang diklaim seluas 2,2 hektar dengan surat alas hak 2004, lebih luas dari lahan yang diperuntukan untuk gedung Kejati. Bahkan, di lahan itu juga termasuk lahan milik Arifin hampir satu hektar.

"Lahan itu sudah diganti rugi dan bukti pembayarannya ada. Tidak mungkin Pemprov bayar dua kali di lahan yang sudah dibebaskan karena bisa melanggar hukum", papar Mulyadin.

Kepada Cholil, dipersilahkan mengajukan gugatan ke pengadilan. "Kalau memang pengadilan memutuskan, pemerintah bayar tidak ada masalah karena ada dasar hukum untuk membayar", katanya. Sebelumnya, Cholil menegaskan tanah yang diklaimnya seluas 2,2 hektar tersebut memiliki sertifikat pancung alas.

"Kami juga bayar Pajak Bumi dan Bangunan, juga ada surat dari notaris. Kami akan layangkan surat ke Pengadilan", jelas Cholil.

Agus Belli, kuasa hukum Cholil menegaskan bahwa tanah tersebut diklaim milik kliennya. "Kami ingin diperlakukan secara adil. Kami bersedia mendapatkan ganti rugi", jelasnya. (sin)

Sumber tulisan : palembang.tribunnews.com/

Palembang, Jakabaring, 0612, Dodi NP

14 June 2012

Program Sumsel Free Wifi

Program sumsel Wifi Area yang baru di launcing 1 Juni 2012 di Griya Agung Palembang
Palembang, Sumatera Selatan Cyber City merupakan konsep kota modern yang berbasis teknologi. Konsep kota masa depan yang memudahkan masyarakat mengakses layanan informasi tanpa batas melalui internet. Sebab internet saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat.

Demikian semangat yang dicanangkan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, yang akan melaunching program cyber city (kota modern berbasis teknologi informasi) di Palembang pada Kamis (01/06/2012) mendatang.

“Sebuah kota dengan konsep Cyber City yang telah mapan akan menjadi sebuah kota yang terkoneksi di seluruh bidang. Berbagai kebutuhan masyarakat kota dalam berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, politik, pendidikan dan lain-lain tersaji dalam satu konsep yang saling berhubungan. Sehingga pada akhirnya konsep Cyber City akan dapat meningkatkan kualitas masyarakat Sumsel,” kata Alex Noerdin di Palembang, Selasa (29/05/2012).

“Jika saya dipercaya masyarakat memimpin DKI Jakarta, tentu saja ini juga akan dilakukan di Jakarta,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan dan Kominfo Sumsel, Ir Sarimuda MT, kepada pers, menjelaskan tujuan program ini merupakan salah satu cara Pemprov Sumsel untuk mencerdaskan masyarakat agar melek teknologi.

“Ini juga merupakan konsep logis dari meningkatnya kebutuhan masyarakat yang ingin mengakses internet secara luas dan tidak lagi terbatas pada kalangan tertentu saja. Konsep ini juga sudah diterapkan di sejumlah kota besar di dunia,” jelasnya.

Menurutnya, pemasangan hot spot Wi-Fi (wireless fidelity) di sejumlah tempat terbuka seperti taman kota, tempat olahraga, bandara, pelabuhan, terminal, pusat perbelanjaan modern dan tempat wisata akan semakin memudahkan masyarakat untuk beraktifitas secara lebih leluasa dalam satu yang bersamaan.

"Pemasangan hot spot Wi-Fi (wireless fidelity) di 14 titik  sejumlah tempat terbuka seperti Kambang Iwak, Jakabaring Sport City, Taman Fly Over Polda, PIM,  halaman kantor gubernur, Dishubkominfo, Griya Agung, Palembang Square, PTC, PIM, Bandara, IAIN Raden Fattah, Kampus Unsri, dan Stasiun Kereta Api Kertapati." (kutipan trijayafmplg.co.id)

Di samping itu, keberadaan layanan akses internet akan memancing minat wisatawan, baik mancanegara maupun domestik untuk berdatangan ke lokasi hot spot layanan internet . Demikian juga para pebisnis dapat memanfaatkan internet di ruang publik sehingga Palembang dan Sumsel akan menjadi salah satu daerah tujuan bisnis dan objek wisata yang diharapkan bisa semakin terkenal dalam skala nasional maupun
internasional.

Pengguna laptop, "Windows Mobile" atau "Smart Phone" dapat berinternet dari mobil yang melaju di jalan raya, rumah, kantor, kafe, bahkan di pinggiran kota Palembang. “Berwisata sambil mengirim email, menyantap makanan sambil mengerjakan tugas kantor, sekolah atau kuliah adalah contoh aktifitas yang bisa dilakuka secara bersamaan dengan program cyber city ini. Model kerja dinamis ini akan menjadi tren di Palembang, Juni nanti,” pungkasnya. (tw/van)

Sumber tulisan :  news.detik.com

Palembang, Flyover, 0612, Dodi NP

13 June 2012

Piala Adipura ke 6 Kota Palembang

Salah satu baliho ucapan selamat atas di raihnya penghargaan adipura ke 6 kota Palembang tahun 2012

Sebagai wujud kebanggaan dan terima kasih kepada seluruh warga Palembang, kemarin Piala Adipura keenam yang diraih oleh Kota Palembang dan piala Adiwiyata serta piala Wahana Tata Nugraha, diarak keliling kota. Arak-arakan ini disambut meriah oleh warga Palembang. Arak-arakan dimulai dari Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Rute yang dilewati yakni dari Bandara Internasional SMB II-Jl Tanjung Api-Api (TAA), Jl Kol H barlian, Simpang Polda-Jl Basuki Rahmat-Jl R Soekamto-Simpang Patal-Jl RA Rozak-Simpang Pusri-Jl Perintis Kemerdekaan-Jl Veteran-Simpang Charitas-Jl Kapt A Rivai-Jl Merdeka-Jl Jend Sudirman-Putaran Cinde-Jl Jend Sudirman-BAM-Kantor Pos Merdeka-BKB-Bawah Jembatan Ampera.

Dibawah Jembatan Ampera, piala disambut oleh Wali Kota Palembang Ir H Eddy Santana Putra MT. Eddy menjanjikan akan memberikan bonus kepada semua yang berpartisipasi atas keberhasilan mendapatkan piala adipura untuk keenam kalinya. 

Direncanakan tahun 2013, sebanyak lima orang perwakilan dari dinas terkait, yakni Dinas Kebersihan Kota (DKK), Dinas Penerangan Jalan dan Pertamanan (PJP), Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Lingkungan Hidup (BLH) serta Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Palembang dan dinas yang terkait lainya akan diberangkatkan umroh.

“Mungkin rewardnya akan lebih baik lagi, umroh misalnya untuk mereka yang turut berjuang dalam meraih adipura. Untuk keberangkatan 30 orang dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Palembang ini kemungkinan dapat direalisasikan pada tahun 2013 mendatang. Kalau anggarannya sudah ada, tetapi tidak mungkin kita berangkatkan tahun ini, bisa saja tahun depan,” katanya, usai prosesi penyambutan Piala Adipura, Piala Adiwiyata dan Penghargaan Wahana Tata Nugraha untuk Kota Palembang Tahun 2012, Rabu (6/6) di taman Jembatan Ampera.

Sedangkan bentuk reward, seperti tahun lalu, satu bulan honor tambahan untuk pasukan kuning di lingkungan DKK Palembang, tetap akan diberikan.  “Nanti akan kita bahas lagi bersama wakil walikota dan Sekda untuk mereka petugas kebersihan ini,” tukasnya.

Eddy menambahkan, keberhasilan ini juga tidak lepas dari dukungan masyarakat serta SKPD yang ada di Pemkot Palembang. “Saya dan Wawako Pak Romi berupaya yang terbaik untuk Palembang. Keberhasilan Palembang harus terus dilanjutkan oleh orang yang lebih baik dari saya. Ya, saya kira Pak Romi nanti bisa melanjutkan perjuangan ini,” paparnya.

Sementara belum berhasilnya Kota Palembang meraih supremasi piala paling bergengsi Adipura Kencana, tidak membuat pemerintah kota (Pemkot) Palembang berkecil hati. Menurutnya, itu harus menjadi motivasi instansi pemerintah dan masyarakat kota Palembang khususnya. Untuk lebih bersama-sama untuk meningkatkan kesadaran kebersihan lingkungan dari masyarakat itu sendiri.

“Kita harus lebih memperbanyak kader lingkungan, jika dibandingkan dengan kota Surabaya, kita harus lebih memperbanyak kader lingkungan yang ada. Yang ada saat ini hanya berjumlah 400 kader lingkungan jika dibandingakn Surabaya berjumlah 4.000 kader lingkungan yang mereka miliki,” jelas Eddy.

Untuk mewujudkan kader lingkungan akan kebersihan lingkungan tempat tinggal ini, haruslah dimotivasi akan kebersihan. “Harus dimulai dari menjaga kebersihan dari lingkungan rumah,WC, dapur dan harus ada sanitasi yang bagus,” jelasnya.

Kader lingkungan juga masih kata Eddy, tidak lepas juga dari campur tangan pemerintah untuk mensosialisasikan kepada masyarakat. “Yang penting itu sosialisasinya, yang harus diprioritaskan untuk menjaga lingkungan, seperti tidak melakukan penyetruman di sungai, mengalakan menjaga kebersihan udara, dan lain-lainya yang berkaitan dengan lingkungan,” tegasnya. (ika)

Sumber tulisan : palembang-pos.com 

Palembang, Kebangkan, 0612, Dodi NP

09 June 2012

Kantor DPRD Kota Palembang Terkini

Kantor DPRD Kota Palembamg di Jalan Gub A Bastari Jakabaring Palembang
DPRD Kota Palembang berlokasi di jalan sekanak No. 02 Palembang, didirikan oleh Bapak H. AMIR MACHMUD pada tanggal 06 April 1977. DPRD adalah Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah yang kedudukannya sebagai Lembaga Pemerintahan Daerah. Anggota DPRD berjumlah 45 Orang diresmikan dengan keputusan Gubernur atas nama Presiden RI, Berdasarkan usul Walikota sesuai Laporan KPU. 

Sejarah ini ada hubungannya dengan penetapan hari jadi Kota Palembang pada tanggal 17 Juli 605 Masehi. Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan Sriwijaya sudah ada sejak abad Ke–V dan kemudian dikalakan oleh Kerajaan Majapahit pada abad Ke-X. Kerjaan Sriwijaya diperintahkan oleh raja-raja keturunan syailendra yang menganun agama budha Mahayana, Pusat Pusat Pemerintahan Dipinggir Sungai Musi yaitu Bukit Siguntang.

Pada abad Ke-XVI muncul kerajaan baru yang bernama kesultanan Palembang yang dikirim oleh Kyai Ing Suro, seorang putra priyayi Kerajaan Islam Demak yang bernama Pangeran Sido ing Lautan. Pada tahun 1906 oleh Belanda Kesultanan dijadikan daerah Haminte yaitu dihapuskan daerah Kesultanan Palembang. Hal ini berlangsung sampai terjadinya perang kemerdekaan pada tanggal 22 Agustus 1945.

Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kotamadya Tingkat II Palembang ini dikenal dengan “Gedung Ledeng” atau disebut juga dengan “Menara Air” yang berada dijalan sekanak, yang berdiri pada zaman Pemerintahan Belanda. Pada jaman Jepang di tahun 1942, balai kota tidak ditepati tapi dijadikan Kantor Presiden. Tempet itu terus dimanfaatkan sebagai balai kota sampai tahun 1956, sewaktu ulang tahun Ke-50 Kota Praja Palembang kembali memerintah ke Balai Kota yang aslinya “Gedung Manara Air”

Sumber tulisan : sekwan.palembang.go.id/

Palembang, Jakabaring, 0612, Dodi NP

24 November 2009

Gedung Telkom Jl Merdeka Palembang

Hasil gambar untuk gedung telkom merdeka palembang

Gedung yang terletak di jalan merdeka ini mirip banget dengan konstruksi gedung sate di bandung walaupun dalam bentuk mini, awalnya gedung ini merupakan kantor telegram yang beritanya di hitung perkata dan tercepat pada masa itu.
-------------------------------------------------------

Perkembangan Alat Telekomunikasi

Surat
Berdasarkan prasasti dan dokumen yang ditemukan, surat-menyurat di Indonesia sudah ada sejak zaman Kerajaan Mulawarman, Sriwijaya, Tarumanegara, Mataram Kuno, Purnawarman, dan Majapahit. Masuknya agama Budha dan Hindu memicu budaya maneulis dan surat menyurat. Namun, biasanya hanya dilakukan antara bangsawan dan biarawan. Bentuknya sederhana, mengunakan batu, kayu, kulit kayu, bambu atau lontar, dan menggunakan bahasa sansakerta.

Ketika VOC berkuasa (sekitar abad 17 dan 18), surat menyurat dilakukan antara Pulau Jwa dan daratan Eropa. Saat itu surat hanya boleh ditujukan kepada para pejabat resmi dan isinya tidak boleh menceritakan kegiatan VOC di Indonesia. Pengirimannya melalui kapal yang berlayar dari Belanda ke Indonesia atau sebaliknya. Tak berapa lama jasa pengiriman pas pun muncul melalaui kantor pas. Pengiriman surat pun semakin lancer saat Jalan Raya Pos (de Grote Posweg) dari Anyer ke Panarukan (1.000 km) mulai dibangun. Waktu yang dibutuhkan untuk mengirim surat dari Jawa Barat ke Jawa Timur semakin singkat.

Merpati Pos
Merupakan alat komunikasi dengan menggunakan burung merpati sebagai mengantar surat atau pesan, Merpati dipilih karena burung ini pintar, memiliki daya ingat kuat, kemampuan navigasi dan naluri alamiah untuk kembali ke sarang, metode ini berasal dari orang-orang Persia yang melatih burung-burung merpati. Pertama kali digunakan oleh Sultan Bagdad, Nuruddin (1416) untuk mengirimkan pesan sekitar kerajaannya. Orang Romawi menggunakan merpati pos untuk mengirim pesan kepada pasukan militernya. Orang Yunani memberitahukan pemenang olimpiade melalui merpati pos. pada masa perang dunia pertama (1914-1918) pun pasukan Amerika menggunakan permati pos untuk komunikasi.

Telegraf
Telegraf merupakan alat untuk mengirim dan menerima pesan dari jarak jauh. Alat ini ditemukan oleh seorang warga Amerika, Samuel F.B. Morse bersama asistennya Alexander Bain pada tahun 1837. pesan pertamanya dikirim pdaa 6 Januari 1838. pesan yang dikirimkan oleh perator menggunakan kode morse. Pesan ini sering dinamakan pesan kabel atau kawat. Media ini sangat efektif dan dulu menjadi primadona meskipun yang bisa mengirim dam menerima hanyalah orang yang paham kode Morse. Untuk keperluaan peperangan, media ini sangat diperlukan agar pesan rahasia tetap terjaga. Pesan ini pun diistimewakan karena umumnya pesan tersebut adalah pesan penting. Perkembangan selanjutkan, media ini melahirkan media baru seperti teleprinting dan faksimile. Di Indonesai pemanfaatan telegraf dimulai sejak saluran telegraf pertama dibuka 23 Oktober 1855, oleh Pemerintah Hidia Belanda. Telegraf pun dapat dirasakan masyarakat di 28 kantor telegraf. Tidak hanya menghubungkan Batavia (Jakarta) dan Buitenzorg (Bogor), telegraf pun bisa menghubungkan Jakarta dan Singapura, Jawa dan Australia.

Telefon
Penemuan telepon dipicu oleh permintaan penggunaan telegraf yang semakin berkembang dan meningkat. Telefon pun ditemukan pada sekitar tahun 1876 oleh Alexander Graham Bell. Di Indonesia telefon lokal pertama digunakan sejak 16 Oktober 1882 yang diselenggarakan pihak swasta. Jaringan telefon pertama ini menghubungkan Gambir dan Tanjung Priok (Batavia). Selanjutnya jaringan telefon dibuat di kota-kota besar lainnya. Tahun 1906, perusahaan jaringan telefon diambil alih dan dikelola Pemerintah Hindia Belanda. Melalui PTT (Post, Telegraf, Tetefon) Dienst. Seiring perkembangan, kebutuhan telekomunikasi meningkat jaringan telekomunikasi pun diperluas. Tahun 1967 PT Indosat (Indonesia Satelite Corporation) mulai membangun jaringan telefon gelombang mikro. Dimulai dengan jaringan Trans Sumatra dan Indonesia Timur. Selanjutnya, tahun 1976, satelit Palapa A-1 diluncurkan sehingga mengungkinkan jaringan telefon Indonesia meluas hingga mencapai luar negara.

Telegram
Telegram baru dipopulerkan pada tahun 1920-an. telegram barisi kombinasi kode yang ditransmisikan oleh telegraf. Telegram ini tarif mengirimannya lebih murah dari telefon, meskipun tarifnya dihitung berdasarkan jumlah karakter termasuk tanda baca. Namun waktu yang dibutuhkan pun sangat singkat, kurang dari satu hari, tidak seperti surat. Di Indonesia, telegram dipopulerkan oleh perusahaan Telkom. Ada dua jenis telegram, telegram biasa dan Indah. Tetegram biasa berwarna biru muda, sedangkan telegram indag biasa dikirmkan pada hari-hari khusus seperti hari raya ratau tahun baru.

Pager
Pager atau radia panggil merupakan alat telekomunikasi untuk menyampaikan dan menerima pesan pendek. Sekarang mungkin sudah jarang ditemukan, tetapi alat ini masih sering dipakai untuk orang-orang yang bergerak dibidang jasa seperti jasa informasi dari kesehatan. Pager ditemukan tahun 1956 oleh Multitone Electronic di Rumah Sakit St. Thomas London oleh dokter-dokter yang sedang bertugas dalam kondisi darurat. Sejak itu pager semakin berkembang. Sebelum telefon seluler berkembang, pager digunakan sebagai pengganti untuk layanan telefon lokal dan internasional. Di Indonesia pager muncul sebelum tahun 1997. pelanggannya mencapai 800.000. namun karena harga perangkat yang terus menerus melambung pelangan pun perlahan menurun. Apalagi telah munculnya teknologi telefon seluler.

Surat Leletronik (E-mail)
Merupakan sarana mengirim surat melalui jaringan komputer, misalnya internet. Surat elektronik mulai dipakai pada tahun 1960-an. Saat itu internet belum terbentuk, tetapi surat terkirim melalui jaringan yang berbentuk dari kumpulan “mainframe”. Mulai tahun 1980-an mulai bisa dipakai oleh umum.

Internet
Rangkaian yang membentuk iuternet (kependekan dari interconnected-networking) diawali pada tahun 1969 sebagai ARPANET. Rangkaian ini dibangun oleh ARPA (United States Department of Defense Advanced Research Projects Agency). Tahun 1983. ARPANET menukar protokol rangkaian pusatnya dari NCP ke TCP/IP, yang merupakan awal dari internet yang kita kenal. Di Indonesia, sejarah internet dimulai pada awal tahun 1990-an. Tahun 1992 hingga 1994, beberapa nama muncul diawal pembangunan internet salah satu diantaranya Onno W. Purbo. Tahun 1994 IndoNet menjadi ISP (Internet Serveci Provider) komersial pertama di Indonesia. Saat ini pihak Pos dan Telekomunikasi belum melihat celah bisnis internet. Mulai 1995 mucul jasa akses Telnet ke luar negeri, sehingga pemakai internet di Indonesia bisa mengakses internet (HTTP).

Telepon Genggam
Penemuan telefon genggam tak terlepas dari perkembangan radio. Berawal pada tahun 1921, Departemen Kepolisian Detroit Michigan mulai menggunakan telefon mobil satu arah. Kemudian tahun 1940, Galvin Manucfatory Corporation (sekarang Motorola) mengembangkan Handle-talllkle SCR536 untuk keperluan komunikasi di medan perang saat perang Dunia II. Namun, penemuan telefon genggam yang sebenarnya terjadi pada tahun 1973 oleh Martin Cooper dari Matorola Corp. telefon ini kemudian dikenal sebagai telefon genggam generasi pertama atau 1G. dari model inilah kemudian muncul telefon genggam berikutnya. Tahun 1990-an generasi kedua atau 2G muncul dengan teknologi GSM dan CDMA. Teknologi ini dilengkapi dengan pesan suara, panggilan tunggu dan sms (short message service). Ukuran dan berat yang lebih kecil menjadi unggulan teknologi ini. Kini, teknologi telefon genggam sudah mencapai generasi ketiga (3G) dan keempat (4G). teknologi ini memberikan jangkauan yang lebih luas lagi termasuk internet. Fitur telefon seluler pun bahkan mendekati fungsi PC. Bahkan untuk teknologi 4G memiliki heterogenitas jaringan hingga memungkinkan pengguna menggunakan beragam system kapan saja dan dimana saja. di Indonesia, teknologi telefon genggam pertama kali hadir pada tahun 1984 dengan bberbasis teknologi Nordic Mobile Telephone (NMT). Telefon genggam pun mulai beredar tahun 1985-1992, tetapi dengan bentuk yang masih besar dan berat. Tahun1993, PT Telkom memulai proyek percontohan seluler digital GSM (Global System for Mobile) yang dimulai di dua pulau, Batam dan Bintan. Setahun kemudian (1994) operator GSM pertama di Indonesia beroerasi melalui PT Satelindo. Selanjutnya mulai bermunculan operator GSM lainnya.

Pesan Instan (Instan Messaging)
Merupakan sebuah teknologi internet di mana para pengguna jaringan internet dapat mengirimkan pesan-pesan singkat pada saat yang bersamaan (real time). Istilah pesan instan ini mengacu pada teknologi yang dipopulerkan oleh America Online (AOL), kemudian diikuti Yahoo! (Yahoo Massenger), Google dan Microsoft (Windows Live Messenger). Bermula ketika orang-orang marak menggunakan teknologi secara online awal tahun 1990. para pengembang peranti lunak menciptakan software chat room, yakni suatu grup atau perseorangan bisa mengirimkan pesan kepada setiap orang di ‘room’ tersebut. Tahun 1996, pesan instan ini meledak saat diperkenalkan ICQ, sebuah pesan gratis. Namun AOL, menjadi pionir dalam kemunitas online pada tahun 1997, karena AOL bisa memberikan kemampuan pengguna berkomunikasi dalam waktu yang sama. Dari sinilah semakin berkembang perusahaan-perusahaan lainnya yang menciptakan mesin pesan instan.

Blackberry.
Blackberry menjadi perangkat telefon genggam yang popular dan fenomenal beberapa tahun terakhir. Blackberry menjadi sangat fenomenal karena memiliki teknologi yang mampu menyampaikan informasi melalui jaringan data nirkabel dari layanan perusahaan telefon genggam. Produk andalam blackberry dan digemari pengguna adalah fitur email cepat (push e-mail). Blackberry juga memiliki kemampuan untun chatting melalui Balcberry Messenger (BBM). Blackberry hadir pada tahun 1997 oleh perusaaan Canada, Research in Motion (RIM). Sementara di Indonesia pertama kali hadir pada pertengahan Desember 2004.

Sumber Tulisan : Kania D.N./Periset, Pikiran Rakyat

01 September 2009

Gedung Dewan Propinsi Sumatera Selatan




Disinilah para anggota dewan Sumatera Selatan banyak merumuskan kebijakan bagi kepentingan rakyat, bangunan yang terletak di simpang jalan Pom IX dan jalan Arivai ini, banyak memberikan kontribusi terutama banyak keputusan penting yang di ambil di sini.

13 May 2009

Kantor Eks Pengembangan Kawasan TAA Palembang



Kantor Eks Pengembangan Kawasan TAA yang sekarang sudah beralih fungsi menjadi kantor Disperindag ini, karena sejak di tiadakannya lagi badan pengembangan kawasan TAA di karenakan terganjal kasus korupsi, maka sempat beberapa saat gedung ini fakum kegiatan walaupun BAZ masih berjalan di sini.

08 April 2009

Program Sekolah Gratis

Baliho program seklolah gratis yang sudah di lauching beberapa waktu yang lalu
Spanduk dari program sekolah gratis di depan Masjid Agung yang sudah di lauching oleh Menteri pendidikan pada akhir Maret lalu, kalau lihat gambar anak sekolah yang berjalan sambil menjinjing sepatu mengingatkan anak-anak warga yang tinggal di sekitar pabrik kami kalau hari hujan pasti mereka mencopot sepatu mereka.

------

Palembang - Program sekolah gratis yang sudah berjalan sekitar tiga tahun ini berhasil mendongkrak Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan di Sumatera Selatan khususnya untuk siswa yang berasal dari keluarga miskin.

Ketua Dewan Pendidikan Sumsel HM Sirozi menilai secara umum APK pendidikan di Sumsel mengalami peningkatan. Namun, peningkatan APK pendidikan ini masih perlu pengkajian untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang mendorong terjadi peningkatan tersebut.

“Salah satunya saya yakin peningkatan angka partisipasi atau siswa yang lanjut sekolah tersebut karena program sekolah gratis selama tiga tahun ini. Hal ini memang sesuai dengan niat Gubernur Alex Noerdin bahwa program sekolah gratis tujuannya untuk menurunkan angka putus sekolah dan meningkatkan pasrtisipasi pendidikan,” ujarnya.

Dijelaskannya, khusus di kota-kota besar terutama pada anak-anak keluarga mampu di rintisan sekolah berstandar internasional (RSBI) dan sekolah-sekolah unggulan mereka tetap mengeluarkan biaya, sehingga program sekolah gratis kurang terasa. Namun, bagi anak-anak keluarga miskin di sekolah yang belum SSN tentu program sekolah gratis sangat berarti.

“Untuk siswa keluarga miskin minimal dengan adanya sekolah gratis tidak lagi membayar SPP, uang masuk sekolah. Orangtua hanya memikirkan pakaian dan ongkos sekolah. Jadi program sekolah gratis sangat membantu mereka,” ujarnya.

Secara nominal dana sekolah gratis per siswa sudah cukup memadai. Terlebih sekolah juga masih menerima dana BOS dari pemerintah pusat, sehingga dengan dana BOS dan PSG bisa menutupi biaya operasional sekolah. Hanya saja menurutnya pencairan sharing dana sekolah gratis dari kabupaten/kota sering terlambat. Hal ini tergantung dari komitmen kabupaten/kota mengenai nominal dana sharing.

“Hal inilah yang menyebabkan dana terlambat sampai di sekolah. Namun, saya yakin hal ini bukan dikarenakan kesengajaan dari Pemkab atau Pemko melainkan dari pengalaman tahun lalu karena peraturan perundang-undangan menuntut kehati-hatian. Jika prosedur perundang-undangannya lebih sederhana saya yakin pencairannya lebih tepat waktu,” ujarnya.

Pada Hari Pendidikan Nasional 2 Mei ini, ia berharap program sekolah gratis ke depan bisa beralih kepada fase kemajuan secara kualitas atau mutu. Untuk itu perlu dibuat pedoman pemanfaatan dana sekolah yang lebih mengarah untuk mendorong peningkatan mutu.

Sementara itu Manajer Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan sekolah gratis Dinas Pendidikan Sumsel Drs H Sutarman MM menilai program ini secara umum bisa dikatakan berhasil. Semua berjalan dengan prosedur dan berbagai macam ketentuan yang harus dipatuhi tentunya program ini dapat meringankan beban orangtua siswa.

"Untuk tahun ini program sekolah gratis triwulan ke-2 sedang dalam proses, secara umum program ini tidak ada kendala hanya untuk daerah-daerah tertentu, karena penyalurannya harus sesuai dengan birokrasi,” ujarnya.

Menurutnya, saat ini dana yang dikucurkan oleh Pemprov Sumsel sudah melebihi standar minimal biaya pendidikan 2012 yang ditetapkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Untuk peningkatan tingkat SD/MI, menjadi Rp700.000 per siswa dari standar minimum sekitar Rp610.000. SMP/Mts Rp890.000 dari Rp720.000.

Standar minimal biaya pendidikan SMA Rp1.080.000, pemprov mengucurkan Rp1.320.000. Untuk SMK Non Teknik, Rp1.800.000 menjadi Rp 1.956.000. Sedangkan Teknik, dari Rp2.250.000, menjadi Rp 2.520.000.

Kepala SMA Negeri 1 Palembang Nurhidayah ketika ditemui, di ruang kerjanya beberapa hari lalu mengatakan saat ini untuk memenuhi kebutuhan sekolah, pihaknya hanya mengandalkan dana sekolah gratis. Terlebih, mulai tahun ini sekolah itu dinyatakan sebagai sekolah unggulan yang melaksanakan tes penerimaan siswa baru secara mandiri.

“Untuk pendanaan dalam penerimaan siswa seperti ini hanya menunggu dana sekolah gratis, namun karena pencairannya selalu terlambat, jadi sudah dianggap biasa,” katanya.

Kepala SMK Negeri 1 Palembang Zulkarnain dan Kepala SMP Negeri 8 Palembang, Hamsir berharap agar dana sekolah gratis bisa tepat waktu.

Sedangkan Kepala SMK Gajah Mada Palembang Darlius menyebutkan dana sekolah gratis sudah diterima sejak 1 Maret lalu. “Dana sekolah gratis untuk periode pertama di 2012 sudah diterima sebesar Rp560.394.000 dengan jumlah siswa 1.146 orang. Bantuan yang diterima tahun 2012 ini mengalami kenaikan,” ujarnya.

Sumber tulisan : sindikasi.inilah.com

04 March 2009

Klinik Terapung di Sungai Musi

Klinik terapung di sungai musi Palembang
Klinik yang saya lihat di kawasan sungai musi di bagian seberang ulu ini, sangat berfungsi untuk melayani kesehatan terutama warga di pesisir sungai, dengan besarnya kapasitas kapal bisa melayani kesehatan masyarakat dengan kapasitas besar dan ini juga sesuai sesuai dengan program Kesehatan Gratis di kota ini.

20 February 2009

Program Berobat Gratis

Program Berobat Gratis di Depan Masjid Agung Palembang
Dengan di luncurka nya program berobat gratis untuk Propinsi Sumsel pada 27 Januari 2009 oleh Bpk Alek Noerdin di rasakan saat ini sudah banyak membantu masyarakat kota ini, walaupun masih ada kendala di sana sini merupakan wajar karena belum 1 bulan program ini di jalankan, maju terus sumsel dan Berobat gratis dan menyongsong sekolah gratis yang rencanya akan di luncurkan pada bulan Mei mendatang.

Sejak tahun 2002, pada saat menjabat sebagai Bupati Musi Banyuasin, H. Alex Noerdin mewujudkan program Berobat Gratis bagi seluruh warga. Pengobatan dimulai dari Puskesmas Pembantu, Puskesmas, dan dapat dirujuk ke RSUD Sekayu, RSU Mohammad Hoesin Palembang, hingga RS Cipto Mangoenkoesoemo Jakarta. Seluruhnya gratis dan sangat layak.

Untuk mendukung program itu, telah dibangun Rumah Sakit Umum Daerah di Sekayu, Bayung Lencir, dan Sungai Lilin; serta mengaktifkan Puskesmas Keliling untuk menjangkau pasien. SDM pelayan kesehatan dididik profesional melalui Akademi Perawat Sekayu serta melatih SDM Rumah Sakit Umum Daerah Sekayu bekerjasama dengan Malaysia dan Singapura.

Sebagai pemimpin, H. Alex Noerdin sangat sadar bahwa kesehatan merupakan kebutuhan dasar manusia. Setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu. Kewajiban pemerintah adalah menyediakannya. 

11 February 2009

Kantor DPRD Tk.II Palembang Update




Seperti inilah kondisi kantor DPRD TK II Palembang yang sudah terpasang atapnya, tinggal beberapa bagian lagi (Foto di ambil 11/02/09)

Tenaga Surya Untuk Lampu Lalu Lintas


Salah satu solar tenaga surya untuk lampu lalu lintas di jalan Ponegoro


Hal ini juga menyikapi penghematan tenaga listrik PLN, serta menghadapi kenaikan tarif dasar listrik (TDL), kini di lampu lalu lintas atau traffic light di Palembang banyak menggunakan tenaga surya.

Di beberapa sudut kota ini sudah banyak terlihat lampu-lampu lalu lintas yang menggunakan tenaga surtya seperti di kawasan Jl Diponegoro dan Jl Letkol Iskandar depan JM Plaza, mungkin sekarang pemerintah kota ini mulai memikirkan tentang energi alternatif yang ramah lingkungan.

Teknis kerjanya siang hari panel surya atau solar panel akan mengumpulkan energi listrik dari matahari dan disimpan dalam batre. Energi yang tersimpan ini akan digunakan jika tidak ada sinar matahari seperti saat malam hari.

07 February 2009

SIM Corner di Palembang Indah Mall

SIM Corner yang terletak di Basement Palembang Indah Mall (PIM)


Poltabes Palembang yang bekerja sama dengan management PIM Palembang membuka suatu layanan terpadu dalam hal pembuatan surat izin mengemudi, dari beberapa orang yang sempat saya temui dan Sim coner tersebut meerupakan gabungan dari beberapa bagaian seperti untuk cek kesehatan, foto, loket bank, dan pembuatannya pun relatif tidak lama +/- 20-30 menit sudah selesai.

-------------------

Konter pembuatan SIM khusus perpanjangan yang dibuka Poltabes Palembang, di lantai basement Palembang Indah Mall, tiga bulan lalu tetap menjadi alternatif bagi sebagian warga Kota Palembang. Warga yang malas menyeberang ke kawasan Seberang Ulu memilih memerpanjang SIM di SIM Corner PIM.

Pantauan Sripo, Jumat (13/3) warga yang mendatangi SIM Corner untuk memerpanjang SIM A dan C sampai pukul 11.00 siang sudah mencapai 30 warga. Petugas cukup kewalahan jika warga datang serentak, sehingga waktu proses pembuatan SIM perpanjangan juga lebih lama.

"Kalau lagi sepi 15 menit selesai, yang lama itu biasanya saat pemohon mengisi formulir," kata seorang petugas SIM Corner. Menurutnya, setiap hari pemohon perpanjangan SIM di PIM ini rata-rata 100 warga sehari.

Di sini ada delapan petugas yang melayani masyarakat, dua orang di bagian penerima dan penyampai informasi, satu orang di bagian penguji kesehatan (mata dan tekanan darah), satu petugas bagian bank, peenerima dan pemeriksa berkas, pencatat berkas, petugas fotokopi, petugas pengisi data pemohon dalam komputer dan petugas penccetak SIM.

Butarbutar (55), warga Palembang asal Medan Sumatera Utara yang sudah menetap di Palembang sejak umur 19 tahun, mengaku menyukai peembuatan SIM di SIM Corner. Menurutnya, suasana nyaman dan waktu proses pembuatan SIM juga tidak lama.

"Memang sekarang membuat SIM lebih mudah, kalau kita tidak mau ke Poltabes, ke sini (PIM) saja," kata Butarbutar seraya mengaku bahwa membuat SIM di Poltabes juga sudah mudah dan pelayanannya bagus. Hal senada diakui Kurniawan, salah seorang karyawan swasta, warga Sako Kenten, Palembang. Ia memerpanjang SIM C karena 20 hari lagi habis masa belakunya. "Aku tidak nyangka hari ini ramai, kalau aku tahu begini lebih baik aku buat SIM kemarin saja, karena kemarin sepi," ungkapnya.

Dia mengaku proses dan pelayanan pembuatan SIM lebih baik dari lima tahun sebelumnya. "Di sini enak kita bisa belanja, sambil mengantar isteri jalan-jalan di PIM, senanglah," ujarnya.

Sumber tulisan : palembang.tribunnews.com