CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts
Showing posts with label Pembangunan. Show all posts

30 November 2016

Dua Investor Siap Biayai Sirkuit MotoGP Jakabaring

Design sirkuit motor GP di Jakabaring foto : roda2blog.com
Sepang (K.Rakyat) – Gubernur Sumsel Alex Noerdin menegaskan saat ini sudah ada dua investor yang menyatakan berminat membiayai pembangunan sirkuit MotoGP di jabaring Sport City Palembang. Dengan demikian, pembangunan arena ini tidak akan mengusik dana APBN maupun APBD Sumsel.
“Ini dari investor sudah ada. Saat tahu rencana kami, memang banyak investor yang berebut mau masuk. “Nanti kami adu saja [kemampuan Investor-red],” ujar Alex saat diwawancari beberapa wartawan asing di Sepang Minggu (30/10) lalu.  Alex mengungkapkan sejauh ini ada dua pemodal kuat baik dari dalam dan luar negeri yang getol berharap bisa membangun sirkuit di Jakabaring.
Seperti diberitakan sebelumnya, Otoritas MotoGP, Dorna Motor Sport, secara prinsip menyetujui Sirkuit Jakabaring serta antusias terhadap rencana pengembangan akses transportasi menuju sirkuit yang diproyeksikan menjadi tuan rumah MotoGP Indonesia.
Hal ini terungkap setelah Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin bertemu CEO Dorna, Carmelo Ezpeleta, di sela gelaran MotoGP Malaysia di sirkuit Sepang, Sabtu sore (29/10).
Dalam pertemuan dengan Ezpeleta, Alex menjelaskan rancangan sirkuit yang akan dibangun di kawasan Jakabaring, Palembang, tersebut. Selanjutnya menurut Alex, tim teknis dari pihaknya pun menggelar pertemuan dengan tim teknis Dorna.
Lebih jauh Alex menuturkan jadwal penentuan investor adalah akhir November. Untuk mengejar target pembangunan rampung sehingga bisa dipakai pada MotoGP 2018, sirkuit itu setidaknya harus sudah mulai konstruksi pada Februari tahun depan.
Sementara itu Presiden Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sadikin Aksa yang juga berada di Sepang mengatakan, sebaiknya memang pembangunan siruit MotorGP Palembang segera dilakukan ground breaking.
Sadikin yang ikut menemani Alex bertemu Dorna mengatakan Sirkuit Jakabaring kelak akan berkarakter cepat (high speed). Rancangan sirkuit yang dibuat konsultan kepercayaan Dorna, Hermann Tilke, itu bahkan disebutnya akan menjadi satu dari tiga besar sirkuit tercepat di dunia.
Sirkuit itu rencananya akan dibangun di lahan seluas 120 hektar yang telah disiapkan mengelilingi danau Jakabaring.

“Panjangnya akan 4314 meter, tikungan akan ada 14, rencananya trek paling panjang 750 meter, dan di trek start finish ada 545 meter,” ujar Sadikin.

Sadikin menyatakan karakter sirkuit itu akan cepat karena setelah dihitung Tilke pacuan motor rata-rata yang mungkin didapat pebalap di sana dengan kekuatan motor saat ini adalah 171 km per jam.
“Pembangunan ini diperkirakan akan menghabiskan anggaran hingga 30 juta Euro (nyaris Rp430 Miliar). Rencananya Hermann Tilke ini membangun salah satu sirkuit paling murah di dunia, tapi spesifikasinya luar biasa,” ujar Sadikin. (*)

28 October 2016

Pemancangan tiang LRT Di sungai Musi

Tiang pancang di Sungai Musi Seberang Ulu

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Pengerjaan mega proyek Light Rail Transit (LRT) atau kereta api ringan memasuki tahapan pemancangan di zona 4 atau wilayah Sungai Musi.
Untuk mencegah terjadinya insiden di daerah sungai Musi saat pemancangan, pihak Waskita Karya selaku pemegang proyek berencana bakal menutup sementara bagian kiri dan kanan Jembatan Ampera di Sungai Musi dengan menggunakan alat buoy atau semacam penutup.

Perwakilan Waskita Karya, Adjie mengungkapkan penutupan jembatan ampera itu direncanakan bakal dimulai pada awal November ini. Nantinya, penutupan itu akan dilakukan sepanjang 300 meter dengan lebar 120 meter baik di kawasan hulu ataupun hilir.
Meski akan dilakukan penutupan, namun pihak proyek akan menyediakan space atau ruang selebar 40 m ditengah lokasiclear area untuk tempat tongkang, jukung, serta kapal lainnnya yang akan melintas di sana. "Sekarang memasuki tahapan pemancangan. Rencananya akan ada empat tiang pancang yang dibenamkan. Oleh karena itu harus ditutup," ujar Adjie saat mengikuti rapat lanjutan LRT di kantor Dishubkominfo Sumsel, Jumat (21/10/2016).

17 October 2016

Proyek LRT Update








Update Pembangunan LTR di kota ini
Tanggal 16 Oktober 2016 pukul : 10.15 WIB
Lokasi KM 5 dan Jalan Jenderal Sudirman

05 September 2016

Proses Pembangunan LRT di Palembang

Maju Dari Target, Proyek LRT Palembang Selesai Januari 2018
Ardan Adhi Chandra - detikfinance
Kamis, 04/08/2016 19:30 WIB
Maju Dari Target, Proyek LRT Palembang Selesai Januari 2018Foto: Pembangunan prasarana LRT Palembang (Ardan Adhi Chandra/Detik)
Jakarta -Proyek pembangunan Light Rail Transit (LRT) Palembang sepanjang 24,5 kilometer (km) ditargetkan selesai Januari 2018. Target ini maju dari rencana awal di kontrak proyek yang tertulis bulan April 2018.

Majunya target penyelesaian proyek LRT Palembang diungkapkan oleh Direktur Utama PT Waskita Karya Tbk (WSKT), M. Choliq saat jumpa pers di acara Investor Day di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/8/2016). 

"LRT Palembang progresnya di atas rencana. Jadi kami harus bisa cepat lebih cepat dibandingkan waktu di kontrak. Kalau nggak salah di kontrak April, kita Januari 2018 jadi, targetnya maju,"kata Choliq.

Dirinya mengakui bahwa majunya target penyelesaian proyek LRT Palembang bukan karena permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi). 

"Harus lebih cepat. Kita makin cepat makin baik. Untungnya makin banyak," kata Choliq.

Dirinya menambahkan bahwa kemajuan pembangunan LRT Palembang hingga saat ini sudah di atas 10%. Saat ini, pekerja proyek tengah fokus dalam pemasangan girder atau balok beton sebagai jalan kereta ringan.

"Sekarang girder-girdernya pun mulai dipasang. Sudah lebih (dari 10%)," tutur Choliq.

(feb/feb) 

24 June 2012

Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Sumsel

Gedung Graha Adhyaksa Kejaksaan Tinggi Sumsel yang belum terselesaikan sampai saat ini.
PALEMBANG, Situs hukum - Pemprov Sumsel tetap memberikan kesempatan kepada kontraktor PT Adi Karya melanjutkan pemancangan tiang pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel di Jl Gubernur HA Bastari, Jakabaring. Kendati lahan seluas 2 hektare tersebut masih dipersoalkan warga yang mengklaim sebagai pemilik lahan, bahkan mengaku belum pernah diganti rugi. Pemprov Sumsel menolak membayar dua kali. Seperti diberitakan sebelumnya, (Senin, 3/1) ekskavator yang akan melakukan pembebasan lahan di lokasi tersebut terhenti karena Aidit (46) yang mengklaim sebagai pemilik lahan menghalangi alat berat itu masuk ke lokasi. 

Namun dengan pendekatan persuasif, akhirnya pemprov Sumsel melalui asisten I Setdaprov Drs Mukti Sulaiman yang hadir di lokasi itu mengajak pemilik lahan duduk satu meja. Melalui Kepala Biro Pemerintahan, Mulyadin Rohan, Selasa (4/1) menggelar rapat dan mengundang Aidit untuk hadir di pertemuan kemarin pagi. Sayangnya, Cholil tidak hadir dan hanya bisa diwakilkan beberapa kuasa hukumnya saja. Namun pertemuan itu tertutup bagi wartawan.

Usai pertemuan, Mulyadin Rohan kepada wartawan mengatakan, pemerintah tetap mengharapkan pengertian kepada warga yang mengklaim pemilik lahan agar tidak mengganggu dan menghalangi pembangunan gedung Kejaksaan Tinggi Sumsel. Pemprov Sumsel memiliki bukti sebagai pemilik lahan tersebut karena saat dibebaskan di 1990-1990 yang selanjutnya dilakukan penimbunan tidak ada warga yang mengklaim atau protes. Hanya saja, dari beberapa persil tanah seperti persil tanah 104-109, ada satu tanah yang memang belum dibebaskan, yakni milik Arifin yang mengantongi sertifikat Tahun 1979.

"Hanya lahan Arifin yang belum dibebaskan, dan memang ada catatannya", kata Mulyadin yang menunjukkan peta persil tanah yang akan dijadikan Perkantoran Kejati Sumsel, dimana lahan tersebut statusnya pinjam pakai.

Persoalannya, ungkap Mulyadin, lahan yang diklaim seluas 2,2 hektar dengan surat alas hak 2004, lebih luas dari lahan yang diperuntukan untuk gedung Kejati. Bahkan, di lahan itu juga termasuk lahan milik Arifin hampir satu hektar.

"Lahan itu sudah diganti rugi dan bukti pembayarannya ada. Tidak mungkin Pemprov bayar dua kali di lahan yang sudah dibebaskan karena bisa melanggar hukum", papar Mulyadin.

Kepada Cholil, dipersilahkan mengajukan gugatan ke pengadilan. "Kalau memang pengadilan memutuskan, pemerintah bayar tidak ada masalah karena ada dasar hukum untuk membayar", katanya. Sebelumnya, Cholil menegaskan tanah yang diklaimnya seluas 2,2 hektar tersebut memiliki sertifikat pancung alas.

"Kami juga bayar Pajak Bumi dan Bangunan, juga ada surat dari notaris. Kami akan layangkan surat ke Pengadilan", jelas Cholil.

Agus Belli, kuasa hukum Cholil menegaskan bahwa tanah tersebut diklaim milik kliennya. "Kami ingin diperlakukan secara adil. Kami bersedia mendapatkan ganti rugi", jelasnya. (sin)

Sumber tulisan : palembang.tribunnews.com/

Palembang, Jakabaring, 0612, Dodi NP

07 May 2012

Jembatan Penyemberangan Orang (JPO) Percontohaan SUMEKS


Proses Pembangunan Jembatan Penyebrangan orang (JPO) Sumeks sekarang sudah melakukan pekerjaan tahap Awal
Sumatera Ekspres membangun Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) tepat didepan kantor Sumatera Ekspres, Jalan Kolonel Barlian. Pembangunan jembatan yang diprakarsai Suparno Wonokromo, CEO Jawa Pos Wilayah Sumbagsel, Banten, Jawa Barat dan Jawa Tengah ini akan dijadikan jembatan percontohan di kota Palembang.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan ini, dilakukan langsung oleh Wali Kota Palembang, Eddy Santana Putra. Pada  kesempatan tersebut, orang nomor satu di Palembang ini, menyampaikan ucapan terima kasih kepada jajaran Sumeks Group yang memprakarsai pembangunan jembatan untuk fasilitas umum.

”Kami ucapkan terimakasih kepada Sumeks Group, Pak Parno dan jajaran sebagai yang memprakarsai pembangunan jembatan penyeberangan orang, dan mudah-mudahan ini dapat ditiru oleh pihak lain,” jelas dia.
Eddy menambahkan, rencananya di sepanjang Jalan Kolonel H Barlian dan Jalan Jendral Sudirman akan dibangun beberapa jembatan. “Dengan adanya jembatan penyeberangan ini, diharapkan bisa membantu warga yang akan menyeberang. Salah satunya di depan Sumeks untuk menyeberang terutama ke Hutan Wisata Punti Kayu,” jelas dia. 

Tahap pengerjaan cor tiang , Mei 12
Sementara itu, CEO Jawa Pos Suparno Wonokromo mengatakan, jika pembangunan JPO ini merupakan pengabdiannya kepada masyarakat atau fasilitas umum yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat untuk menyeberang dengan aman. Diperkirakan, pembangunan jembatan ini menelan biaya hingga Rp 1,1 miliar dan akan berlangsung selama 6-7 bulan kedepan.

Spesifikasi JPO yang bakal menjadi percontohan itu yakni dengan panjang mencapai 30 meter, lebar dua meter,  dan diatas ketinggian 6 meter, sementara untuk halte busway panjangnya 6 meter dengan lebar 2 meter dengan Media Konsultan Armas Outdoor.

Dikatakan Suparno, pembangunan JPO ini sudah direncanakan sejak dua tahun terakhir, namun terkendala dengan izin. ”Alhamdulillah saat ini sudah mendapatkan ijin,” imbuhnya. Konsep JPO ini, lanjutnya, konsepnya ingin membantu masyarakat, terutama untuk karyawan ketika menyeberang jalan, agar lebih aman.

Tapi ketika merencanakan jembatan ini, diusulkan atau disarankan untuk membangun jembatan yang terbaik dan dapat dijadikan percontohan. ”Saya kira ini akan menjadi jembatan yang terbaik di Palembang, dan katanya akan dijadikan percontohan, jadi pembangunan jembatan yang berikutnya akan mengacu pada jemabatan yang ada didepan kantor kita,” ungkap Suparno.

Rencananya, jembatan penyeberangan itu akan dijadikan sebagai jembatan penghubung kantor yang lama dengan kantor yang baru diseberang jalan. ”Logikanya kalau sudah dibangun akan bisa disambung,” imbuhnya. (cr03)

Sumber Tulisan :  http://palembang-pos.com/

Palembang, Jl. Kol H Burlian, 0512, Dodi NP

07 August 2009

Pembangunan Turap Di kawasan 10 - 12 Ulu Palembang




Turap yang di bangun di pinggiran sungai musi ini di kawasan 10 ulu rencananya akan di bangun sepanjang 73 m sampai ke anak sungai kedemangan, program pemerintah kota yang menajadikan pinggiran sungai musi menjadi tempat rekreasi dan wisata sepertinya terus berlanjut biar tetap indah kota ini.
--------------------------------

(Sumatera Selatan) Pemkot Palembang bersama Balai Besar Sungai Kementerian Pekerjaan Umum (PU) berencana memperpanjang turap (retaining wall) di sepanjang Sungai Musi.                   

Setelah sebelumnya pembangunan turap kawasan 9/10 Ulu,  Kecamatan Seberang Ulu (SU),  tahun 2011 pembangunan ini tersebut diperpanjang 140 meter ke arah Kelurahan 11–12 Ulu.   Tak tanggung-tanggung, dana yang diperlukan untuk merealisasikan proyek ini sebesar Rp 2 miliar.   Kepala Badan (Kabag) Agraria dan Batas Wilayah Pemkot Palembang Sunarto mengatakan,   saat ini pihaknya mulai melakukan pendataan untuk pembebasan lahan di kawasan 11–12 Ulu.   Sementara ini, tercatat 15 rumah panggung dan rakit yang terkena ganti rugi lahan untuk pembangunan memperkuat dinding Sungai Musi tersebut.       

"Nilai ganti rugi belum bisa kita pastikan berapa besarannya.  Tapi yang pasti, ganti rugi disesuaikan dengan nilai jual objek pajak (NJOP)-nya. Ini juga setelah kita melakukan tahapan berikutnya inventarisasi, sosialisasi, dan negosiasi. Setelah itu, baru akan dilakukan pembayaran,  untuk dananya pemkot mendapat bantuan dari APBN Balai Sungai Besar Kementerian PU sekitar Rp 2 Miliar," ujar Sunarto.   Dana Rp 2 miliar ini sebagian besar akan dipakai untuk membayar ganti rugi lahan milik warga di kawasan 11-12 Ulu.   Sisanya akan digunakan untuk mengganti rugi lahan warga di Pasar 16 Ilir.      
 
Wali Kota Palembang Eddy Santana Putra mengatakan, pembangunan turap sangat penting sebagai salah satu upaya untuk penataan pinggiran Sungai Musi dan terus dibangun,  meski bertahap.  "Dananya memang dari APBN karena kalau pakai dana Pemkot itu sulit," jelasnya.   Eddy menjelaskan,  pembangunan retaining wall atau turap di Sungai Musi, sebenarnya telah berjalan pada 2009. 

Namun,  untuk program ini dana didapat dari pinjaman (loan) ke Jepang.  "Kita dapat pinjaman (loan) dari Jepang senilai Rp 46 miliar.   Untuk normalisasi Sungai Bendung (lanjutan),  Sungai Sekanak,  Sungai Aur,  dan Sungai Bayas.    

Sumber tulisan :tender-indonesia.com

21 April 2009

The Fame Update





Salah satu mall besar yang akan berdiri di kawasan Rajawali ini masih terus di bangun sekarang tahap perwarnaan sudah mulai terlihat di bagian gedung, gedung yang di dirikan di lahan eks YPAC ini juga akan berdiri hotel dan beberapa tempat bisnis lainnya.

11 February 2009

Kantor DPRD Tk.II Palembang Update




Seperti inilah kondisi kantor DPRD TK II Palembang yang sudah terpasang atapnya, tinggal beberapa bagian lagi (Foto di ambil 11/02/09)

31 December 2008

The Fame Palembang





The "Fame" yang di bagun di bekas lahan YPAC rajawali ini smaai sekarang masih terus berbenah dan belum juga mendekati tahap penyelesaian, gedung tang rencanya merupakan komplek serba ada ini sampai dengan akhir tahun ini masih dalam tahap pembangunan.

11 November 2008

Geliat Pembangunan Kota Ini

Proyek Gedung DPRD TK2
Proyek Jembatan Keramasan
Proyek Plaza Kapitan

Semakin banyak penambahan infrastruktur yang akan melengkapi khazana dari perkembangan kota ini, kota ini terus berbenah seiring juga kemajuaan yang di alaminya, tanpa kenal berhenti pembangunan ini di lakukan siang dan malam demi perkembangan Palembang tercinta.

26 September 2008

Pembangunan Plaza Kampung Kapitan





Tidak hanya di seberang ilir berbenah di seberang ulu juga ikut berbenah seperti saat sekarang di lakukan pemancangan tiang di dekat dermaga kampung kapitan dan rencannya daerah ini akan di buat sama seperti di plaza BKB.

07 August 2008

Perbaikan Lantai Pinggir Sungai Musi





Perbaikan lantai di BKB/Pinggir Sungai Musi di dekat taman kembar yang di ganti dengan "con blok" dengan tujuan untuk memperindah kawasan tersebut.

23 April 2008

Pembangunan Gedung Kanwil Pajak Sumsel Babel

Bangunan baru yang masih dalam tahap pembangunan ini merupakan gedung kantor wilayah pajak Sumsel babel yang menempati tanah exs hotel sehati di kawasan kambang iwak Palembang.