CANTUMKAN SUMBERNYA JIKA MENGGUNAKAN GAMBAR ATAU ARTIKEL DARI BLOG INI - HORMATI HAK CIPTA ORANG LAIN.

21 February 2008

Tugu Pesawat MIG-19 Talang Betutu


Tugu pesawat yang terletak di pintu masuk lanud di kawasan talang betutu ini menjadi simbol, bahwa kita mendekati dari batas kota Palembang dan kabupaten Banyuasin.

Tugu Pesawat Mig-19 yang di resmikan oleh walikota Palembang Bapak H. Cholil Aziz pada 24 April 1993,  tampak menjulang gagah sebagai salah satu ikon kota ini.
---------------------------------------------------
Mikoyan-Gurevich MiG-19

Spesifikasi :
MiG-19
Tipe Fighter
Terbang perdana 18 September 1953
Diperkenalkan Maret 1955
Status Beberapa beroperasi
Pengguna utama Soviet Air Force
Pengguna lain People's Liberation Army Air Force
Jumlah produksi 2,172 (excl. China)
Varian Shenyang J-6
Nanchang Q-5

MiG-19 (bahasa Rusia: Микоян и Гуревич МиГ-19) (kode NATO "Farmer") adalah pesawat tempur jet supersonik Uni Sovyet. Ini adalah pesawat pertama Uni Soviet yang mampu terbang dengan kecepatan supersonik. Pesawat ini pertama terbang pada tahun 1953.

Tercatat Indonesia pernah memiliki pesawat jenis ini yang pada akhirnya disumbangkan kepada Pakistan yang digunakan untuk menghadapi India dalam perang India-Pakistan bersama bantuan sebuah kapal selam kelas Whiskey lengkap dengan awak kapal selam TNI-AL.

Purwarupa MiG-19, I-350, pertama kali terbang pada September 1953. Produksi awal versi pesawat tempur siangnya mulai beroperasi untuk AU Soviet pada awal 1955, tetapi itu sebelum ekornya yang panjang dan dapat-bergerak-semua menggantikan “elevator” pada pesawat awal produksi. Pada saat yang sama tiga senapan 30mm menggantikan senjata aslinya, yaitu sebuah senapan 37mm dan dua 23mm, standar pada semua pesawat MiG dari MiG-9 dan pod yang ditambahkan di bawah setiap sayap untuk bom atau misil udara-ke-permukaan.Versi baru ini diberi kode MiG-19S (untuk Stabilisator). Dengan adopsi mesin tubojet aliran-aksial R-9 pada tahun sebagai mesin standar, MiG-19SF dihasilkan. Pada saat yang sama muncul juga versi lain MiG-19PF yang mempunyai kemampuan semua-cuaca terbatas, dengan dukungan radar scanner Izumrud kecil di dalam intake mesin dan sebuah unit pelacak di bibir intake mesin. Versi selanjutnya MiG-19PM yang berbeda dengan PF dalam hal memiliki empat misil Alkali berkendali radar generasi pertama, selain senapan-senapannya.

Di Uni Soviet MiG-19 telah berakhir produksinya pada akhir tahun 1950-an, karena fokus untuk produksi MiG-21. Namun pada tahun 1958 lisensi untuk produksi MiG-19 yang telah disepakati dengan Cina tetapi, setelah persetujuain itu, hubungan antara kedua negara memburuk. Namun produksi MiG-19 Cina tetap berjalan dengan kode F-6 (MiG-19S), terbang pertama kali Desember 1961. F-6 menjadi pesawat standar AU Cina dari pertengahan 1962.

Produksi F-6 meningkat dari sekitar 1966 dan diperkirakan bahwa beberapa ribu telah dibuat, termasuk beberapa MiG-19PF dan SF. Cina telah mengembangkan beberapa varian dengan desain sendiri. Salah satunya adalah pesawat intai taktis, versi pesawat latih TF-6 dan A-5 (sebelumnya disebut sebagai M-9 dan F-6 bis), sebuah pesawat tempur dengan tampilan yang berbeda karena mempunyai radome hidung di antara intake udara samping semi-circular. Bentang sayap dari A-5 juga telah meningkat sekitar 10.2m. Tingkat kecepatan maksimum versi ini diperkirakan mendekati Mach 2. 

Sumber : Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

No comments:

Post a Comment